UNISSULAUNISSULA

JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)

Penelitian ini mengeksplorasi manajemen risiko dalam proyek konstruksi untuk mencegah kegagalan potensial akibat faktor alam atau kesalahan manusia. Tujuan penelitian adalah mengembangkan model penilaian risiko kegagalan dalam proyek konstruksi dan bangunan, dengan fokus pada identifikasi, klasifikasi, penentuan tingkat risiko, dan pengembangan model. Manfaat penelitian meliputi kontribusi teoritis terhadap manajemen risiko konstruksi, pedoman kebijakan pemerintah, bantuan operasional dalam manajemen risiko proyek, dan peningkatan keselamatan serta kualitas proyek konstruksi. Penelitian ini inovatif dengan memperluas variabel penelitian, mengintegrasikan penilaian tingkat risiko kegagalan, dan menggunakan pendekatan teknologi. Metode penelitian menggabungkan pendekatan kuantitatif dan deskriptif, fokus pada faktor risiko kegagalan dari penyedia layanan/kontraktor, konsultan, dan pemilik proyek. Data diperoleh melalui studi pustaka, data sekunder, dan data primer melalui kuesioner. Analisis melibatkan analisis faktor, indeks penting, matriks probabilitas dampak, dan metode Partial Least Square (PLS) untuk analisis struktural. Kesimpulan penelitian mengidentifikasi faktor risiko kegagalan seperti aspek keuangan, manajemen, ketersediaan peralatan, dan dampak alami seperti banjir dan gempa bumi. Model penilaian risiko mengklasifikasikan risiko menjadi tinggi, sedang, dan rendah, memungkinkan tindakan pencegahan yang tepat. Model ini memberikan panduan bagi pemangku kepentingan untuk mengurangi risiko, meningkatkan kualitas, dan menjaga integritas proyek konstruksi dan bangunan, mendukung keselamatan dan keberhasilan selama tahap proyek. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap manajemen risiko proyek konstruksi dan peningkatan kualitas konstruksi.

Faktor risiko kegagalan proyek konstruksi dan bangunan mencakup keuangan kontraktor yang tidak memadai, ketersediaan peralatan yang tidak memadai, kinerja manajer proyek yang rendah, masalah manajemen proyek dan pengawasan yang tidak efektif, pembayaran terlambat kepada subkontraktor, kekurangan bahan baku, kualitas material yang buruk, kurangnya koordinasi antar tim, perubahan fungsi bangunan yang menyimpang, konflik antara pihak dalam dan luar proyek, ketiadaan kontrol kualitas, kapasitas desain yang buruk dan perubahan desain yang sering, ketiadaan anggaran pemeliharaan dan operasional, kerusakan struktur bangunan, perilaku negatif dan tidak bertanggung jawab dari pemangku kepentingan, dampak banjir/longsoran, serta dampak gempa bumi di atas skala Richter 6.Kategori risiko dalam konstruksi dan bangunan, sesuai Undang-Undang Jasa Konstruksi Nomor 18 Tahun 1999, mencakup keterbatasan keuangan, ketidakefisienan manajemen, masalah kualitas bahan, dan konflik eksternal.Faktor-faktor ini menimbulkan risiko potensial terhadap kemajuan, efisiensi, kualitas, dan keselamatan proyek.Identifikasi dan penanganan risiko ini sangat penting untuk memastikan proyek konstruksi dan bangunan yang sukses dan aman sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.Studi ini memperkenalkan model penilaian risiko inovatif untuk kegagalan konstruksi dan bangunan, menawarkan kerangka kerja komprehensif untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengklasifikasikan faktor risiko kegagalan.Ini membantu pemangku kepentingan dalam meminimalkan risiko secara proaktif, meningkatkan kualitas, dan memastikan keselamatan sepanjang proyek konstruksi dan masa operasional bangunan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan model penilaian risiko dalam wilayah geografis yang lebih luas, selain Lombok-NTB, untuk menguji generalisasi hasil. Selain itu, pengembangan metode analisis alternatif, seperti penggunaan kecerdasan buatan untuk prediksi risiko, dapat menjadi arah studi baru. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi dampak perubahan iklim terhadap faktor risiko alami, seperti banjir dan gempa bumi, serta bagaimana model ini dapat disesuaikan untuk lingkungan yang berubah. Saran lainnya adalah mengkaji hubungan antara perilaku pemangku kepentingan dan kegagalan proyek, dengan fokus pada faktor-faktor seperti transparansi dan komunikasi. Penelitian juga dapat mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi risiko yang diusulkan dalam skenario nyata, serta mengidentifikasi variabel baru yang mungkin memengaruhi risiko kegagalan. Akhirnya, penelitian dapat memperluas cakupan faktor risiko dengan memasukkan aspek teknologi dan inovasi dalam konstruksi, serta bagaimana pengadopsian teknologi ini memengaruhi tingkat risiko.

  1. Innovative Model for Assessing the Level of Failure Risk in Construction and Buildings | Sayfuddin |... jurnal.unissula.ac.id/index.php/JACEE/article/view/36935Innovative Model for Assessing the Level of Failure Risk in Construction and Buildings Sayfuddin jurnal unissula ac index php JACEE article view 36935
Read online
File size799.19 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test