STIP FARMINGSTIP FARMING

AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu PertanianAGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian

Kopi merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia di bidang perkebunan. Produksi kopi Indonesia merupakan terbesar keempat di dunia dan sebagian besar hasil produksi kopi Indonesia diekspor ke berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend luas lahan dan produksi kopi di Indonesia tahun 2002‑2022 serta meramalkan luas lahan dan produksi kopi di Indonesia tahun 2023‑2027. Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis deskriptif dan analisis trend kuadratik. Data yang digunakan merupakan data time series luas lahan dan produksi kopi Indonesia tahun 2002‑2022. Penelitian menunjukkan bahwa luas lahan perkebunan kopi Indonesia tahun 2002‑2022 mengalami penurunan sebesar -0,299 % pertahun, sedangkan produksi kopi Indonesia tahun 2002‑2022 mengalami peningkatan sebesar 0,82 % pertahun. Hasil peramalan luas lahan perkebunan kopi dengan metode trend kuadratik tahun 2023‑2027 menunjukkan adanya kenaikan luas lahan dengan rata‑rata pertumbuhan 1,128 % pertahun. Hasil peramalan luas lahan pada tahun 2023 seluas 1.290.227,781 hektar dan pada tahun 2027 akan menjadi seluas 1.352.317,585 hektar. Hasil peramalan produksi kopi dengan metode trend kuadratik tahun 2023‑2027 juga menunjukkan adanya peningkatan produksi dengan rata‑rata pertumbuhan 2,831 % pertahun. Hasil peramalan pada tahun 2023 produksi kopi Indonesia sebesar 814.703,75 ton dan pada tahun 2027 akan menjadi 912.773,28 ton.

Luas lahan perkebunan kopi Indonesia 2002‑2022 menunjukkan penurunan rata‑rata -0,299 % per tahun, sementara produksi kopi meningkat rata‑rata 0,82 % per tahun.Prediksi menggunakan model trend kuadratik menunjukkan kenaikan luas lahan dan produksi pada periode 2023‑2027.Peningkatan peramalan sebesar 1,128 % pertahun untuk luas lahan dan 2,831 % pertahun untuk produksi menandakan potensi pertumbuhan kopi di masa mendatang.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh kebijakan subsidi tanaman kopi terhadap produktivitas dan luas lahan perkebunan di tingkat daerah, dengan merumuskan pertanyaan Bagaimana dampak penerapan subsidi pupuk organik pada peningkatan produksi kopi di wilayah pedalaman?. Selain itu, studi komparatif antara metode peramalan kuadratik dan model ARIMA dapat diujikan untuk menentukan akurasi prediksi jangka panjang produksi kopi di Indonesia, yang berhubungan dengan pertanyaan Apakah model ARIMA memberikan prediksi yang lebih akurat dibandingkan model kuadratik dalam meramalkan produksi kopi 2028‑2032?. Akhirnya, penelitian tentang diversifikasi varian kopi lokal dengan potensi nilai tambah dapat dirancang, mengajukan ide penelitian baru berupa Apakah pengembangan varietas kopi organik dengan resistensi terhadap hama afritosis dapat meningkatkan nilai jual kopi ekspor Indonesia?.

Read online
File size199.45 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test