UYPUYP

AGROMIXAGROMIX

Usaha peternakan ayam broiler Kunto Dewo memiliki kapasitas ayam 14.000 ekor per periode produksi. Peternakan tersebut bergabung dengan kemitraan PT Sinar Sarana Sentosa. Pada sistem kemitraannya, peternakan Kunto Dewo mendapat sistem harga kontrak tetap penjualan ayam. Harga itu menghindarkan peternakan Kunto Dewo dari penurunan penerimaan akibat jatuhnya harga di pasar tetapi juga menyebabkan penerimaan tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem produksi usaha peternakan ayam broiler, biaya produksi, penerimaan dan pendapatan bersih usaha, dan analisis efisiensi usahatani peternakan ayam broiler di ternak ayam Kunto Dewo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dan diolah kemudian dijelaskan secara deskriptif dan selanjutnya disajikan menggunakan model analisis efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan sistem produksi usaha ayam broiler di peternakan Kunto Dewo meliputi empat tahap yaitu persiapan kandang, pemberian pakan dan minum, pencatatan, dan tahap terakhir proses pemanenan. Untuk biaya produksi pada peternakan ayam broiler Kunto Dewo sebesar Rp 422.526.612. Sedangkan total penerimaan sebesar Rp 438.641.400. Hasil perhitungan BEP penerimaan sebesar Rp 114.536.532,26. Untuk nilai BEP produksi sebesar 6.865,43 kg, sedangkan nilai BEP harga Rp 16.251,02/kg, dan nilai BEP luas sebesar 2416,1 m². Perhitungan laba rugi peternakan Kunto Dewo mengalami keuntungan karena nilai penerimaan, hasil produksi, harga jual ayam, dan luas melebihi nilai perhitungan BEP. Sedangkan untuk nilai R/C Ratio sebesar 1,038 yang artinya bahwa usaha peternakan Kunto Dewo mendapatkan keuntungan karena nilai R/C ratio > 1. Untuk hasil perhitungan B/C Ratio sebesar 3,813 yang artinya bahwa usaha peternakan Kunto Dewo berdasarkan hasil perhitungan B/C Ratio dikatakan tidak layak karena nilai B/C Ratio < dari bunga bank yang berlaku, bunga bank yang berlaku saat ini adalah 4,50%.

Sistem produksi usaha ayam broiler di peternakan Kunto Dewo terdiri dari empat tahap, yaitu persiapan kandang, pemberian pakan dan minum, pencatatan, serta pemanenan.400, sehingga menghasilkan pendapatan bersih dan nilai R/C ratio sebesar 1,038 yang menunjukkan usaha layak secara finansial.Namun, nilai B/C ratio sebesar 3,813 menyatakan usaha tidak layak karena lebih rendah dari suku bunga bank yang berlaku (4,50%).

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh perubahan harga pakan terhadap profitabilitas peternakan ayam broiler dalam skema kemitraan, untuk menilai sejauh mana fluktuasi biaya input berdampak pada keuntungan meskipun harga jual tetap. Kedua, perlu dikaji efektivitas sistem manajemen kesehatan ternak secara berkala guna menekan angka kematian dan meningkatkan efisiensi produksi, termasuk penerapan vaksinasi dan sanitasi kandang secara optimal. Ketiga, penting untuk mengevaluasi kemungkinan diversifikasi pendapatan dari hasil samping peternakan, seperti pemanfaatan kotoran ayam sebagai pupuk organik komersial, untuk meningkatkan nilai tambah dan ketahanan finansial usaha peternakan skala kecil.

Read online
File size251.55 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test