UNISSULAUNISSULA

JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)

Penelitian ini mengevaluasi kinerja dan daya tahan beton berbasis abu terbang volume tinggi (HVFA) yang diperkaya dengan Bacillus safensis, dengan fokus pada perbandingan pengaruh abu terbang kelas C dan kelas F. Campuran beton disiapkan dengan proporsi berbeda dari kedua jenis abu terbang, dengan dan tanpa penambahan mikroba, serta diuji untuk sifat segar dan mengeras termasuk kekuatan tekan, kekuatan tarik belah, porositas, dan kerja campuran. Daya tahan lebih lanjut diuji menggunakan tes penetrasi klorida cepat (RCPT) dan tes korosi percepatan (ACT). Hasil menunjukkan bahwa abu terbang kelas C, dengan kandungan kalsium yang lebih tinggi, menghasilkan mikrostruktur yang lebih padat dan meningkatkan kekuatan tekan awal. Sebaliknya, abu terbang kelas F mendukung aktivitas mikroba yang lebih baik jangka panjang karena porositas dan ketersediaan air yang lebih besar. Penambahan Bacillus safensis meningkatkan kekuatan tekan hingga 8% dan secara signifikan mengurangi penetrasi ion klorida, terutama pada beton abu terbang kelas F, melalui presipitasi karbonat kalsium dalam pori-pori. Namun, penambahan mikroba dikaitkan dengan penurunan kekuatan tarik belah, kemungkinan karena perbedaan mekanisme kegagalan. Observasi jangka panjang menunjukkan peningkatan kekuatan hingga 13,3% setelah satu tahun pada beton HVFA mikroba. Temuan ini menunjukkan kontribusi sinergis Bacillus safensis dan efek jenis abu terbang terhadap peningkatan keberlanjutan dan daya tahan beton HVFA.

Abu terbang kelas C, dengan kandungan kalsium yang lebih tinggi, memberikan kekuatan tekan awal yang lebih baik dan mikrostruktur yang lebih padat, tetapi ruang pori yang terbatas dan ketersediaan air yang berkurang mengurangi viabilitas mikroba.Abu terbang kelas F, dengan porositas yang lebih tinggi, mendukung aktivitas mikroba secara lebih efektif jangka panjang, sehingga meningkatkan presipitasi karbonat kalsium dan daya tahan.Penambahan Bacillus safensis meningkatkan kekuatan tekan hingga 8% dan secara signifikan mengurangi penetrasi ion klorida, meskipun menyebabkan penurunan kekuatan tarik belah.Observasi jangka panjang menunjukkan bahwa beton HVFA dengan penambahan mikroba terus meningkatkan kekuatan hingga satu tahun pemeliharaan.Dalam hal daya tahan, abu terbang kelas C menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap penetrasi klorida, sementara penambahan mikroba pada abu terbang kelas F lebih efektif dalam memperhalus struktur pori dan mengurangi migrasi ion agresif.Kombinasi abu terbang kelas F dan Bacillus safensis menawarkan potensi kuat untuk meningkatkan sifat mekanis beton mikroba dan meningkatkan ketahanannya terhadap serangan klorida, menjadikan abu terbang kelas F lebih cocok untuk aplikasi tersebut.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan bakteri lain selain Bacillus safensis untuk meningkatkan efisiensi presipitasi karbonat kalsium dalam beton HVFA, terutama di lingkungan dengan kondisi ekstrem seperti tingkat keasaman atau kelembapan yang berbeda. 2. Perlu dilakukan studi jangka panjang untuk mengevaluasi stabilitas dan keandalan beton HVFA dengan penambahan mikroba selama lebih dari satu tahun, terutama dalam kondisi lingkungan yang ekstrem seperti paparan klorida atau suhu tinggi. 3. Penelitian juga dapat fokus pada optimasi komposisi campuran, seperti variasi rasio abu terbang kelas C dan F atau penambahan bahan aditif tertentu, untuk meningkatkan aktivitas mikroba dan meminimalkan dampak negatif terhadap kekuatan tarik belah beton.

Read online
File size796.95 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test