STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU

JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKANJURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh guru masih mengalami kesulitan dalam memberikan pengalaman langsung dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan waktu yang diperlukan dalam menyampaikan materi dan sumber pencemaran yang berada di luar kelas sehingga pengalaman langsung mengenai obyek dan persoalan biologi belum diperoleh siswa, padahal belajar akan bermakna ketika siswa dapat berinteraksi langsung dengan obyek dan persoalan biologi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan 4-D, yaitu define, design, development. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil validasi ahli Bahasa yaitu 98,21%, validasi ahli Materi yaitu 81,66% dan validasi ahli Media yaitu 83,33% yang berkategori sangat layak. Sedangkan hasil analisis uji kepraktisan yaitu 83,21% yang berkategori praktis.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan produk hasil pengembangan berupa modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri pada materi pencemaran lingkungan mendapatkan hasil validasi sebesar 81,66% termasuk dalam kategori sangat layak dari ahli materi, kemudian hasil penilaian modul terhadap aspek bahasa dan gambar ini dilakukan oleh validator ahli bahasa dan mendapat kategori layak dengan nilai 64,28% dan penilaian pada aspek penyajian dan kegrafikan dilakukan ole ahli media dan menunjukkan hasil 83,33% dengan kategori sangat layak.

Penelitian ini telah berhasil mengembangkan modul biologi berbasis inkuiri pada materi pencemaran lingkungan yang terbukti sangat layak dan praktis dalam skala kecil. Untuk memperluas dampak dan validitas temuan, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa aspek krusial. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan uji efektivitas modul ini dalam skala yang lebih besar, melibatkan jumlah siswa yang lebih banyak dan beragam latar belakang sekolah, serta melalui implementasi tahap diseminasi dari model pengembangan 4-D yang belum sepenuhnya dieksplorasi dalam studi ini. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kontribusi modul terhadap peningkatan hasil belajar dan keterlibatan siswa secara berkelanjutan. Kedua, mengingat modul ini dirancang untuk mengatasi kesulitan guru dalam memberikan pengalaman langsung, studi selanjutnya dapat menyelidiki secara spesifik bagaimana penggunaan modul ini memengaruhi pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam konteks isu pencemaran lingkungan, menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimen untuk membandingkan kelompok yang menggunakan modul dengan kelompok kontrol. Terakhir, dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi dan tantangan pembelajaran di luar kelas, penelitian di masa depan juga dapat mengeksplorasi adaptasi modul inkuiri ini ke dalam format digital (e-modul) atau augmented reality, serta menguji efektivitasnya dalam menyajikan pengalaman belajar kontekstual yang lebih imersif dan interaktif, sehingga mampu mengatasi batasan sumber daya dan waktu secara lebih inovatif.

  1. PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS INKUIRI PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK SISWA SMA KELAS XI... doi.org/10.31540/jpp.v16i2.1912PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS INKUIRI PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK SISWA SMA KELAS XI doi 10 31540 jpp v16i2 1912
Read online
File size627.4 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test