UNILAKUNILAK

JURNAL TEKNIKJURNAL TEKNIK

Tanah gambut merupakan jenis tanah yang memiliki sifat fisik dan kimia yang unik, sehingga memerlukan perbaikan khusus untuk meningkatkan stabilitas dan kekuatannya. Rigid inclusion dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperbaiki tanah gambut. Pelaksanaan rigid inclusion ini harus memenuhi kriteria perencanaan yang telah ditentukan, salah satunya adalah tercapainya efek arching yang efektif sehingga sistem perbaikan tanah dapat bekerja sesuai dengan fungsinya. Konstruksi awal yang telah dilaksanakan pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Padang – Sicincin STA 4 400 – 4 600 tepatnya pada Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman mengalami kegagalan akibat tidak tercapainya efek arching ini, sehingga diperlukan analisis lebih lanjut. Analisis ini dilakukan pada data dan parameter konstruksi awal berupa parameter tanah, mutu material, dan rencana kerja yang digunakan. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa kegagalan konstruksi sebelumnya disebabkan oleh ketidak sesuaian parameter tanah yang digunakan dengan kondisi asli lapangan, mutu material yang tidak mencukupi, dan rencana kerja yang kurang tepat. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah menghitung tingkat keberhasilan hasil evaluasi ini dengan melakukan implementasi lapangan menggunakan instrumentasi geoteknik yang mendukung.

Kegagalan perbaikan tanah menggunakan metode rigid inclusion di lokasi penelitian disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk tidak optimalnya sistem transfer beban antara kolom inklusi dan lapisan tanah penyesuai (LTP), masuknya air yang memicu hydrocompaction, serta kerusakan geosintetik dan material kolom yang tidak homogen, yang semuanya menghambat pembentukan efek arching yang vital.Analisis numerik lebih lanjut mengkonfirmasi kegagalan ini dengan menunjukkan penurunan signifikan 690 mm, faktor keamanan lereng yang tidak memenuhi standar (1.28), dan penyebaran beban pada LTP yang tidak efektif.Secara keseluruhan, penyebab utama kegagalan konstruksi ini adalah tidak efektifnya pembentukan efek arching dalam sistem perbaikan yang diterapkan.

Berangkat dari temuan kegagalan konstruksi perbaikan tanah gambut menggunakan metode rigid inclusion yang dianalisis, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan untuk dikaji lebih dalam. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem desain adaptif untuk rigid inclusion. Ini melibatkan integrasi data instrumentasi geoteknik yang dikumpulkan secara real-time dari lapangan dengan model prediktif berbasis pembelajaran mesin (machine learning). Tujuannya adalah untuk secara dinamis mengoptimalkan parameter desain dan konstruksi rigid inclusion, memastikan bahwa efek arching yang efektif benar-benar tercapai dan stabilitas jangka panjang dapat diprediksi serta dikelola dengan lebih baik, bahkan saat menghadapi variasi kondisi tanah yang tidak terduga. Kedua, penting untuk melakukan studi komparatif yang mendalam mengenai berbagai desain capping atau kepala kolom rigid inclusion dan konfigurasi geosintetik pada lapisan transfer beban (LTP). Studi ini dapat dilakukan melalui eksperimen laboratorium berskala penuh atau simulasi numerik canggih. Fokusnya adalah untuk mengidentifikasi kombinasi material dan desain yang paling efektif dalam memfasilitasi pembentukan efek arching yang kuat dan stabil, sekaligus mencegah kerusakan, seperti penusukan atau robekan, pada geosintetik akibat tekanan lokal yang berlebihan. Hal ini krusial mengingat identifikasi kerusakan geosintetik menjadi salah satu penyebab kegagalan utama. Ketiga, melihat adanya masalah hidrokompaksi dan pengaruh muka air tanah, penelitian lanjutan bisa mengeksplorasi strategi mitigasi inovatif. Ini termasuk desain lapisan kedap air di bawah LTP atau sistem drainase khusus yang terintegrasi dengan rigid inclusion. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana solusi-solusi ini dapat secara signifikan meningkatkan kinerja perbaikan tanah gambut di bawah kondisi muka air tanah yang tinggi dan fluktuatif, serta meminimalkan risiko penurunan sekunder jangka panjang yang disebabkan oleh perubahan kadar air dalam timbunan. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret untuk tantangan yang dihadapi dalam proyek infrastruktur di atas tanah lunak.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.11159/iccste23.109One moment please one moment please wait request verified doi 10 11159 iccste23 109
  2. Rigid Inclusions Ground Improvement for a New Energy Facility: Design, Construction, and Full-Scale Embankment... ascelibrary.org/doi/10.1061/9780784482117.009Rigid Inclusions Ground Improvement for a New Energy Facility Design Construction and Full Scale Embankment ascelibrary doi 10 1061 9780784482117 009
Read online
File size862.08 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test