PUSMEDIAPUSMEDIA

Journal of Education and Teacher Training InnovationJournal of Education and Teacher Training Innovation

Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan non-formal diakui sebagai penggerak penting untuk pembelajaran inklusif, efektivitas pengajaran, dan pengembangan keterampilan seumur hidup. Meskipun kebijakan nasional yang mendukung ada di Tanzania, bukti menunjukkan bahwa penjabaran kebijakan ini menjadi praktik di pusat pendidikan non-formal masih tidak merata. Studi ini mengeksplorasi ketersediaan alat TIK dan jenis layanan dukungan instruktur di pusat pendidikan non-formal di Wilayah Pesisir Tanzania, dengan tujuan memahami bagaimana komitmen kebijakan tercermin di tingkat implementasi. Pendekatan metode campuran dalam desain penelitian lintas sektoral digunakan. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diberikan kepada 40 peserta didik dan 16 instruktur, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan 4 koordinator pusat pendidikan non-formal dan pengamatan langsung menggunakan checklist. Analisis statistik deskriptif dilakukan menggunakan IBM SPSS, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa meskipun infrastruktur dasar seperti listrik dan keterbatasan koneksi internet umumnya tersedia, alat TIK kritis seperti komputer, proyektor, dan perangkat cetak tidak cukup dan didistribusikan tidak merata di seluruh pusat. Baik instruktur maupun peserta didik menunjukkan persepsi positif tentang manfaat TIK dalam pengajaran dan pembelajaran; namun, integrasi TIK ke dalam praktik pengajaran tetap tidak konsisten. Layanan dukungan instruktur, terutama pelatihan, bimbingan, dan bantuan teknis, ditemukan tidak konsisten dan secara umum tidak memadai. Kesenjangan ini berkontribusi pada jarak antara aspirasi kebijakan TIK dan realitas kelas. Studi ini menekankan kebutuhan investasi terarah dalam infrastruktur TIK, pengembangan profesional berkelanjutan bagi instruktur, dan mekanisme dukungan institusi yang diperkuat untuk meningkatkan integrasi TIK yang efektif dalam lingkungan pendidikan non-formal.

Ketersediaan alat TIK dan layanan dukungan instruktur di pusat pendidikan non-formal di Wilayah Pesisir Tanzania masih tidak memadai, menyebabkan kesenjangan antara kebijakan dan implementasi.Meskipun ada kesadaran akan manfaat TIK, akses ke alat dan pelatihan yang memadai masih menjadi tantangan.Perlu peningkatan infrastruktur TIK, pelatihan berkelanjutan, dan sistem dukungan yang lebih kuat untuk memperkuat integrasi teknologi dalam pendidikan non-formal.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji pengaruh ketersediaan infrastruktur TIK terhadap keterlibatan peserta didik di daerah terpencil. Selain itu, studi tentang efektivitas model pelatihan berbasis komunitas untuk meningkatkan keterampilan instruktur dalam menggunakan teknologi. Terakhir, penelitian perlu menginvestigasi peran kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta dalam menyediakan sumber daya TIK yang berkelanjutan untuk pusat pendidikan non-formal.

Read online
File size297.05 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test