PUSMEDIAPUSMEDIA
Journal of Education and Teacher Training InnovationJournal of Education and Teacher Training InnovationStudi ini membahas kebutuhan krusial untuk meningkatkan keterampilan pengembangan pola di kalangan mahasiswa tata busana dan tekstil di institusi pendidikan tinggi di Nigeria Tenggara. Berfokus pada konteks produksi garmen skala besar, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan, penelitian ini mengeksplorasi interaksi dinamis antara keahlian tradisional dan teknik kontemporer dalam industri fesyen lokal. Tiga pertanyaan penelitian memandu studi ini dan hipotesis diuji pada tingkat signifikansi 0,05. Studi ini mengadopsi desain penelitian ex-post facto menggunakan metode survei deskriptif. Populasi studi adalah 363 subjek, yang terdiri dari seluruh mahasiswa tata busana dan tekstil di institusi pendidikan tinggi Federal dan Negara Bagian di Negara Bagian Nigeria Tenggara. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dari responden adalah kuesioner terstruktur. Reliabilitas kuesioner ditentukan dengan menggunakan metode reliabilitas Split-half. Data yang dikumpulkan dari responden dikodekan dan dimasukkan ke dalam SPSS, Versi 23, serta dianalisis dengan menggunakan penghitungan frekuensi, persentase, skor rata-rata (¯X), Deviasi Standar (SD), Indeks Kebutuhan Peningkatan (INI), dan alat statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tata busana dan tekstil memerlukan peningkatan dalam delapan kompetensi untuk penyusunan pola, termasuk penggunaan perangkat lunak pemindai digital 3D dan 2D. Sembilan kompetensi dalam perubahan dan adaptasi pola, seperti mengembangkan rencana konstruksi serta mengubah dan mengadaptasi potongan pola, membutuhkan peningkatan. Selain itu, 11 kompetensi dalam penggredan pola, yang melibatkan penerapan pengukuran yang benar, memerlukan peningkatan. Khususnya, tidak ada perbedaan signifikan dalam rata-rata kinerja atau peringkat kebutuhan antara mahasiswa di Sekolah Tinggi Pendidikan dan Politeknik, serta antara mahasiswa di daerah pedesaan dan perkotaan. Dengan berinvestasi dalam pendidikan dan pelatihan mahasiswa tata busana dan tekstil, pembuat kebijakan, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan industri dapat berkontribusi pada pengembangan tenaga kerja terampil yang mampu mendorong inovasi. Studi ini menganjurkan investasi strategis oleh pembuat kebijakan, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan industri untuk memastikan tenaga kerja yang siap. Menjembatani kesenjangan antara teori dan aplikasi adalah yang terpenting, dan inisiatif seperti program pelatihan kejuruan, kolaborasi industri-akademisi, serta akses terhadap teknologi modern dapat memupuk keterampilan.
Studi ini menyimpulkan pentingnya pengembangan keterampilan alterasi dan adaptasi pola bagi mahasiswa tata busana dan tekstil, khususnya untuk memenuhi kebutuhan produksi garmen skala besar di wilayah pedesaan dan perkotaan.Temuan penelitian menekankan perlunya membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keahlian praktis yang relevan untuk menghadapi tuntutan industri fesyen yang dinamis.Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan dan pelatihan oleh pembuat kebijakan, institusi, dan pemangku kepentingan industri sangat krusial untuk mengembangkan tenaga kerja terampil yang mendorong inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan ekonomi di industri garmen lokal.
Melihat adanya kebutuhan yang tinggi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa tata busana dan tekstil dalam pengembangan pola, terutama terkait penggunaan perangkat lunak pemindai digital 2D dan 3D, penelitian selanjutnya dapat menelaah secara mendalam bagaimana efektivitas program pelatihan atau kurikulum yang mengintegrasikan teknologi digital ini dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan mahasiswa untuk produksi garmen skala besar di Nigeria Tenggara. Pertanyaan penelitian dapat berfokus pada perbandingan antara pendekatan pelatihan tradisional dan modern, serta mengukur dampak langsungnya terhadap kesiapan kerja dan kemampuan inovasi lulusan. Selain itu, penting juga untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik—baik dari sisi institusi pendidikan, industri lokal, maupun dukungan pemerintah—yang menjadi penghambat utama atau pendorong keberhasilan adopsi teknologi pola digital dan praktik produksi garmen modern. Pemahaman yang komprehensif tentang hambatan dan fasilitator ini akan sangat berharga untuk perumusan strategi intervensi yang lebih efektif. Terakhir, karena studi ini menyoroti kesenjangan antara teori dan praktik, penelitian dapat mengarahkan pada pengembangan model kurikulum baru yang berbasis kolaborasi erat antara pihak akademisi dan industri. Model ini harus dirancang untuk memastikan mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keahlian praktis yang langsung relevan dengan tuntutan pasar kerja saat ini, termasuk aspek keberlanjutan dan respons terhadap tren mode global.
| File size | 362.67 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
PUSMEDIAPUSMEDIA Penelitian ini mengkaji implementasi Model Penciptaan Pengetahuan Sosialisasi, Eksternalisasi, Kombinasi, dan Internalisisasi (SECI) Nonaka dalam mengembangkanPenelitian ini mengkaji implementasi Model Penciptaan Pengetahuan Sosialisasi, Eksternalisasi, Kombinasi, dan Internalisisasi (SECI) Nonaka dalam mengembangkan
PUSMEDIAPUSMEDIA Setelah menonton kedua video, mereka diberikan kuesioner untuk mengevaluasi kesediaan mereka melakukan WSAS dan tingkat pengetahuan yang diperoleh. TemuanSetelah menonton kedua video, mereka diberikan kuesioner untuk mengevaluasi kesediaan mereka melakukan WSAS dan tingkat pengetahuan yang diperoleh. Temuan
UNHASUNHAS Hereditas PJK merupakan faktor risiko paling dominan dengan peluang 15,3 kali lebih besar mengalami PJK. Penderita DM tipe 2 dengan riwayat keluarga PJKHereditas PJK merupakan faktor risiko paling dominan dengan peluang 15,3 kali lebih besar mengalami PJK. Penderita DM tipe 2 dengan riwayat keluarga PJK
UNHASUNHAS Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan analisis korelasi eksploratif. Sampel berupa udara ruang tunggu yang diambilMetode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan analisis korelasi eksploratif. Sampel berupa udara ruang tunggu yang diambil
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara institusi keuangan syariah dan lembaga peradilan mampu memberikan layanan yang lebih efisienHasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara institusi keuangan syariah dan lembaga peradilan mampu memberikan layanan yang lebih efisien
UNRAMUNRAM PETI menggunakan merkuri, mencemari Sungai Batanghari dan merusak ekosistem. Kerusakan lahan pertanian dan ancaman kesehatan akibat merkuri semakin meningkat.PETI menggunakan merkuri, mencemari Sungai Batanghari dan merusak ekosistem. Kerusakan lahan pertanian dan ancaman kesehatan akibat merkuri semakin meningkat.
PUSMEDIAPUSMEDIA Karena tuntutan komunikasi profesional terus berkembang dalam konteks globalisasi, ada kebutuhan mendesak untuk pendekatan pedagogis inovatif yang menciptakanKarena tuntutan komunikasi profesional terus berkembang dalam konteks globalisasi, ada kebutuhan mendesak untuk pendekatan pedagogis inovatif yang menciptakan
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Pelaksanaan mencakup pembinaan kesehatan mental (ketenangan hati, pengendalian diri, disiplin, optimisme) serta penguatan nilai Islam melalui pembiasaan,Pelaksanaan mencakup pembinaan kesehatan mental (ketenangan hati, pengendalian diri, disiplin, optimisme) serta penguatan nilai Islam melalui pembiasaan,
Useful /
PUSMEDIAPUSMEDIA Guru yang lulus dalam Bahasa Inggris harus diizinkan untuk mengajar Bahasa Inggris di sekolah menengah. Guru harus mendorong masyarakat sastra dan debat,Guru yang lulus dalam Bahasa Inggris harus diizinkan untuk mengajar Bahasa Inggris di sekolah menengah. Guru harus mendorong masyarakat sastra dan debat,
UNHASUNHAS Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada petani rumput laut di Kabupaten Maros. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifTujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada petani rumput laut di Kabupaten Maros. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
PUSMEDIAPUSMEDIA Pengembangan sekolah apung sebagai simbol pendidikan di Bangladesh membutuhkan perencanaan, desain, dan implementasi yang cermat, dimulai dengan pemahamanPengembangan sekolah apung sebagai simbol pendidikan di Bangladesh membutuhkan perencanaan, desain, dan implementasi yang cermat, dimulai dengan pemahaman
PUSMEDIAPUSMEDIA (2) What learning strategies and teacher roles have been identified as effective in internalizing moderation values. (3) What research and pedagogical(2) What learning strategies and teacher roles have been identified as effective in internalizing moderation values. (3) What research and pedagogical