UNHASUNHAS

Hasanuddin Journal of Public HealthHasanuddin Journal of Public Health

Latar Belakang: Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah gangguan otot, tulang, sendi, jaringan ikat yang ditandai dengan nyeri dan keterbatasan mobilitas. Studi global tahun 2019 di 192 negara memperkirakan faktor ergonomi kerja menyebabkan sekitar 126,1 juta kasus nyeri punggung bawah dan 15,1 juta tahun hidup dengan disabilitas pada usia kerja.Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada petani rumput laut di Kabupaten Maros. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 151 petani rumput laut di Kabupaten Maros yang telah mendapat fasilitas meja dan kursi ergonomis dari pemerintah daerah. Sampel diambil menggunakan proportionate random sampling, Kemudian perhitungan besar sampel dengan rumus Lemeshow sehingga diperoleh 112 responden. Data dianalisis menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) secara univariat, bivariat, serta menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,7% responden mengalami keluhan MSDs ringan. Keluhan MSDs berhubungan dengan beberapa faktor, yaitu usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, masa kerja, lama kerja, IMT, dan postur kerja. Namun, kepatuhan penggunaan APD tidak berhubungan dengan keluhan MSDs. Faktor yang paling berpengaruh adalah postur kerja, dengan nilai OR = 3,508, yang berarti pekerja dengan postur kerja berisiko memiliki kemungkinan sekitar 3,5 kali lebih besar mengalami keluhan MSDs. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, masa kerja, lama kerja, IMT, dan postur kerja dengan keluhan MSDs. Postur kerja merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi keluhan MSDs. Oleh karena itu, petani rumput laut disarankan menerapkan postur kerja yang ergonomis pada setiap tahapan pekerjaan, memanfaatkan meja dan kursi ergonomis yang tersedia, menghindari pengangkatan beban berlebihan, melakukan peregangan dan istirahat secara berkala, serta mengatur lama kerja untuk mengurangi risiko keluhan MSDs.

Usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, masa kerja, lama kerja, IMT, dan postur kerja memiliki hubungan signifikan dengan keluhan MSDs pada petani rumput laut di Kabupaten Maros.Kepatuhan penggunaan APD tidak menunjukkan hubungan tersebut.Postur kerja ditemukan menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi keluhan MSDs.

Untuk penelitian selanjutnya, sangat disarankan agar para peneliti tidak hanya mengidentifikasi hubungan antara faktor-faktor risiko dan keluhan nyeri otot rangka (MSDs), tetapi juga menyelidiki bagaimana faktor-faktor tersebut secara langsung menyebabkan masalah kesehatan ini. Sebuah studi yang mengikuti sekelompok petani rumput laut selama beberapa waktu (studi longitudinal) akan sangat bermanfaat untuk melihat perubahan kesehatan mereka dan memahami penyebab-akibatnya dengan lebih jelas. Hal ini berbeda dengan pendekatan saat ini yang hanya melihat situasi pada satu titik waktu, sehingga belum bisa memastikan mana yang menjadi penyebab dan mana yang akibat. Selain itu, mengingat temuan bahwa kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) tidak berhubungan dengan keluhan MSDs, ada baiknya dilakukan penelitian untuk menggali alasan di balik hal ini. Apakah petani merasa APD tidak nyaman, tidak efektif, atau ada kendala lain yang membuat mereka enggan menggunakannya secara benar? Sebuah studi kualitatif melalui wawancara mendalam dapat mengungkap persepsi dan hambatan yang sebenarnya dihadapi petani dalam memanfaatkan peralatan ergonomis yang telah disediakan atau dalam menerapkan postur kerja yang lebih aman. Terakhir, setelah memahami lebih dalam mengenai penyebab dan hambatan, penelitian dapat dilanjutkan dengan merancang dan menguji coba program intervensi spesifik. Misalnya, mengembangkan pelatihan ergonomi yang praktis dan mudah diaplikasikan di lapangan, atau memperkenalkan inovasi alat bantu kerja yang lebih sesuai dengan kondisi petani rumput laut. Efektivitas program atau alat baru ini kemudian diukur tidak hanya dari laporan subjektif petani, tetapi juga melalui penilaian postur kerja yang lebih objektif dan pemeriksaan kesehatan fisik secara berkala. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan solusi nyata dan berkelanjutan untuk mengurangi keluhan MSDs pada petani rumput laut.

  1. Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Petani Di Desa Tallulolo Kecamatan Kesu... jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/1117Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Petani Di Desa Tallulolo Kecamatan Kesu jurnal fkm umi ac index php woph article view 1117
  2. Factors Associated with Musculoskeletal Disorders Complaints of Medan Selayang Laundry Workers | Miracle... journal.fikes-umw.ac.id/index.php/mjph/article/view/381Factors Associated with Musculoskeletal Disorders Complaints of Medan Selayang Laundry Workers Miracle journal fikes umw ac index php mjph article view 381
  3. ANALISIS FAKTOR RISIKO GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA KANTOR: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA | Jurnal... journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/15567ANALISIS FAKTOR RISIKO GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA KANTOR SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA Jurnal journal universitaspahlawan ac index php jkt article view 15567
  4. Association between smoking and incident back pain: A prospective cohort study with 438 510 participants... jogh.org/2023/jogh-13-04152Association between smoking and incident back pain A prospective cohort study with 438AO510 participants jogh 2023 jogh 13 04152
Read online
File size452.78 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test