E GREENATIONE GREENATION

Greenation International Journal of Law and Social SciencesGreenation International Journal of Law and Social Sciences

Judul: Sistem Operasi Media Baru (NMOS): Model Sintesis Dekonglomerasi, Desentralisasi, dan Demasifikasi dalam Ranah Komunikasi Media Baru. Objek: Lima mekanisme operasional di mana entitas media baru organik berfungsi dalam ekosistem yang dihasilkan oleh dekonglomerasi, desentralisasi, dan demasifikasi, yang diteliti dalam lanskap media Indonesia sebagai konteks empiris utama. Metode: Studi ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dari 38 sumber yang dipilih dari 412 artikel awal yang mencakup tahun 2020 hingga 2025, berdasarkan kerangka Ranah Komunikasi Media Baru, Mediamorfosis, dan Teknologimorfosis, didukung oleh data empiris sekunder mengenai konsumsi media, pertumbuhan entitas, pengeluaran iklan, dan perilaku audiens di Indonesia. Hasil: Model NMOS mengidentifikasi lima mekanisme operasional: penjaga gerbang algoritmik, arsitektur ekonomi perhatian, produksi prosumer dan partisipatif, datafikasi, dan tata kelola platform. Koreksi konseptual kritis menetapkan bahwa korporasi teknologi platform seperti YouTube, Meta, dan TikTok adalah infrastruktur distribusi digital yang analog dengan mesin cetak, bukan entitas media. Data sekunder dari Indonesia mendokumentasikan pertumbuhan 165 kali lipat dalam entitas media daring terdaftar antara tahun 2010 dan 2023, serta penurunan pangsa iklan televisi dari 68 menjadi 33 persen antara tahun 2015 dan 2024, dengan kreator YouTube organik secara konsisten mengungguli saluran televisi warisan. Kesimpulan: Model NMOS merupakan sintesis dari tiga proses transformasi struktural dan memberikan para akademisi kerangka analitis terintegrasi serta para pembuat kebijakan dasar untuk regulasi media yang menargetkan infrastruktur di era platform.

Artikel ini mengusulkan Sistem Operasi Media Baru (NMOS) sebagai kerangka teoretis terintegrasi yang memperluas teori mediamorfosis, menghubungkan level makro dan mikro transformasi media, serta memperkenalkan logika regulasi berbasis platform sebagai infrastruktur distribusi.Model NMOS menjelaskan realitas operasional era platform melalui lima mekanisme yang saling terhubung, di mana mekanisme prosumer menjadi kunci dalam menghilangkan dikotomi produsen-konsumen dan menjelaskan performa superior kreator organik.Meskipun demikian, studi ini mengakui keterbatasan seperti kebutuhan validasi data empiris, penyempurnaan tipologi desentralisasi, dan analisis dinamika temporal NMOS seiring perkembangan AI, menyarankan penelitian lanjutan di pasar media digital Asia Tenggara.

Untuk memperdalam pemahaman tentang lanskap media baru, penelitian lanjutan sangat disarankan untuk mengkaji secara spesifik bagaimana berbagai mekanisme dalam Sistem Operasi Media Baru (NMOS) memengaruhi keberlanjutan ekonomi dan kapasitas inovasi entitas media lokal di Indonesia. Misalnya, studi dapat menelusuri bagaimana strategi penjaga gerbang algoritmik (M1) dan arsitektur ekonomi perhatian (M2) berdampak pada model bisnis serta kemampuan media lokal untuk menghasilkan konten yang relevan dan monetisasi secara efektif, terutama di tengah persaingan ketat. Selain itu, penting juga untuk melakukan investigasi kualitatif mendalam mengenai bagaimana para kreator konten dan pengelola media baru organik di Indonesia memahami dan menavigasi mekanisme tata kelola platform (M5) yang terus berkembang, serta implikasinya terhadap kebebasan berekspresi, proses kurasi konten, dan risiko sensor mandiri. Ini akan memberikan wawasan berharga tentang hubungan kekuasaan antara platform dan entitas media yang bergantung padanya. Lebih jauh, seiring dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan generatif, penelitian ke depan harus mengeksplorasi bagaimana integrasi teknologi ini ke dalam produksi konten dan sistem kurasi algoritmik dapat secara fundamental mengubah atau bahkan memunculkan mekanisme baru dalam kerangka NMOS. Pertanyaan kritis di sini adalah bagaimana AI memengaruhi dinamika prosumer (M3), proses datafikasi (M4), dan potensi bias algoritmik, serta dampak etisnya terhadap kredibilitas informasi dan kepercayaan publik. Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan data empiris, analisis kualitatif, dan antisipasi teknologi, kita dapat membangun pemahaman yang lebih komprehensif tentang evolusi ekosistem media digital.

  1. Extending the Internet meme: Conceptualizing technological mimesis and imitation publics on the TikTok... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1461444820983603Extending the Internet meme Conceptualizing technological mimesis and imitation publics on the TikTok journals sagepub doi 10 1177 1461444820983603
  2. Media Control in the Digital Politics of Indonesia | Article | Media and Communication. control digital... doi.org/10.17645/mac.v9i4.4225Media Control in the Digital Politics of Indonesia Article Media and Communication control digital doi 10 17645 mac v9i4 4225
  3. Contemporary Southeast Asia Vol. 42/1 (April 2020) | ISEAS Publishing. contemporary southeast asia iseas... bookshop.iseas.edu.sg/publication/2429Contemporary Southeast Asia Vol 42 1 April 2020 ISEAS Publishing contemporary southeast asia iseas bookshop iseas edu sg publication 2429
  4. Platform policy: Evaluating different responses to the challenges of platform power | Intellect. platform... doi.org/10.1386/jdmp_00061_1Platform policy Evaluating different responses to the challenges of platform power Intellect platform doi 10 1386 jdmp 00061 1
  5. Seeing the forest for the trees: Visualizing platformization and its governance - José Van... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1461444820940293Seeing the forest for the trees Visualizing platformization and its governance JosyEA Van journals sagepub doi 10 1177 1461444820940293
Read online
File size878.5 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test