PUSMEDIAPUSMEDIA

Journal of Education and Teacher Training InnovationJournal of Education and Teacher Training Innovation

Penelitian ini mengkaji implementasi Model Penciptaan Pengetahuan Sosialisasi, Eksternalisasi, Kombinasi, dan Internalisisasi (SECI) Nonaka dalam mengembangkan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Menggunakan desain studi kasus kualitatif, penelitian ini dilakukan di SDI Mutiara Sunnah Cikarang Barat melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen selama empat bulan. Temuan menunjukkan bahwa keempat proses SECI memfasilitasi konversi pengetahuan berkelanjutan melalui bimbingan, observasi sejawat, perencanaan pembelajaran kolaboratif, dokumentasi, penerapan instruksional, dan praktik reflektif. Sosialisasi memungkinkan pertukaran pengetahuan pengalaman guru, Eksternalisasi mengubah pengetahuan tak eksplisit menjadi sumber daya instruksional yang eksplisit, Kombinasi mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai sumber, dan Internalisisasi menanamkan pengetahuan bersama ke dalam praktik kelas guru. Implementasi SECI didukung oleh kepemimpinan instruksional, budaya organisasi kolaboratif, kepercayaan interpersonal, dan komitmen institusional, sementara beban kerja administratif dan perbedaan kompetensi digital tetap menjadi kendala signifikan. Studi ini lebih lanjut menunjukkan bahwa integrasi SECI dengan prinsip-prinsip Organisasi Pembelajaran dan sistem penjaminan mutu internal berbasis PPEPP memperkuat hubungan antara pengembangan profesional guru, pembelajaran organisasi, dan peningkatan mutu berkelanjutan dalam PAI. Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya menggunakan desain komparatif dan longitudinal di berbagai institusi pendidikan Islam dan jenjang pendidikan untuk lebih lanjut menguji dan memvalidasi keberlanjutan serta kemampuan transfer kerangka kerja berbasis SECI tersebut.

Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi Model Penciptaan Pengetahuan SECI Nonaka secara strategis memperkuat kompetensi profesional guru dan meningkatkan kualitas Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar, melalui proses pembelajaran organisasi berkelanjutan yang menciptakan, membagikan, mengintegrasikan, dan menginternalisasi pengetahuan tak eksplisit dan eksplisit.Keberhasilan implementasi SECI sangat bergantung pada kepemimpinan instruksional, budaya organisasi kolaboratif, dan komitmen institusional, meskipun menghadapi kendala seperti beban kerja administratif dan kesenjangan kompetensi digital guru, yang menggarisbawahi pentingnya struktur organisasi untuk pelembagaan kolaborasi dan dokumentasi pengetahuan.Model ini berkontribusi pada peningkatan kualitas PAI dengan mendorong desain pembelajaran yang adaptif, berpusat pada siswa, dan berorientasi nilai, serta menyediakan kerangka kerja komprehensif yang mengintegrasikan Teori Penciptaan Pengetahuan SECI, Teori Organisasi Pembelajaran, dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (PPEPP) Indonesia untuk peningkatan pendidikan berkelanjutan.

Penelitian ini telah menunjukkan bagaimana model SECI membantu pengembangan guru PAI dan kualitas pembelajaran. Untuk memperkuat temuan ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dijelajahi. Pertama, akan sangat berguna untuk meneliti bagaimana model SECI diterapkan di berbagai jenis sekolah dasar, tidak hanya di sekolah Islam swasta, tetapi juga di sekolah negeri atau di daerah yang memiliki tantangan berbeda, seperti di perkotaan dan pedesaan. Dengan membandingkan hasil dari lingkungan yang beragam ini, kita bisa memahami lebih baik faktor-faktor apa saja yang membuat penerapan SECI berhasil dan bagaimana model ini perlu disesuaikan agar sesuai dengan kondisi lokal. Misalnya, pertanyaan penelitian bisa berpusat pada: Bagaimana peran kepemimpinan instruksional bervariasi dalam memfasilitasi siklus SECI di sekolah dasar PAI dengan sumber daya yang berbeda? Kedua, mengingat adanya kendala beban kerja administratif dan perbedaan kemampuan digital guru, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan dan pengujian program intervensi. Pertanyaan pentingnya adalah: Intervensi apa yang paling efektif untuk mengurangi beban administratif guru PAI atau meningkatkan kompetensi digital mereka, dan bagaimana hal ini memengaruhi keberhasilan adopsi dan keberlanjutan praktik berbagi pengetahuan berbasis SECI? Terakhir, karena studi ini bersifat kualitatif, penelitian di masa depan dapat menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur dampak implementasi SECI secara lebih konkret. Ini bisa melibatkan pengembangan alat ukur untuk menilai secara objektif peningkatan kompetensi guru PAI, kepuasan kerja mereka, atau bahkan dampak langsung pada hasil belajar siswa, seperti peningkatan pemahaman agama atau pengembangan karakter. Hal ini akan memberikan bukti yang lebih kuat tentang efektivitas model SECI dalam konteks yang lebih luas.

  1. Transformational Leadership in Education: Enhancing Teacher Performance through Effective Management... doi.org/10.70063/eduspectrum.v2i1.92Transformational Leadership in Education Enhancing Teacher Performance through Effective Management doi 10 70063 eduspectrum v2i1 92
Read online
File size457.24 KB
Pages36
DMCAReport

Related /

ads-block-test