UIN SUSKAUIN SUSKA

POTENSIA: Jurnal Kependidikan IslamPOTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran studi Islam dalam mempromosikan kewarganegaraan inklusif dalam konteks sekolah-sekolah Islam di Indonesia dan Amerika Serikat. Sekolah-sekolah Islam telah terlihat dengan cara yang agak negatif atau pesimistis karena tuduhan besar mereka menjadi tempat untuk konservatisme Islam. Sementara itu, keanekaragaman masyarakat yang semakin meningkat mengilhami kewarganegaraan untuk menjadi lebih inklusif, negara tidak hanya memaksakan kesetaraan di antara warga negara, tetapi juga warga negara mengembangkan rasa hormat dan solidaritas kepada orang lain. Melalui penelitian kualitatif yang dilakukan dalam kedua konteks ini, penelitian ini menemukan bahwa studi Islam pada tingkat yang lebih besar dirancang untuk mendidik siswa agar menjadi warga negara yang inklusif. Islam yang diperkenalkan dalam buku teks di sekolah Islam akhir pekan di AS terlihat lebih terbuka untuk hubungan antaragama yang lebih dalam karena, sebagai minoritas, Muslim ingin menunjukkan tuntutan sosial dan Islam yang lebih ramah untuk menanggapi stigmatisasi. Studi ini mengkonfirmasi studi antropologis yang berargumen untuk pluralitas Islam dalam domain interpretasi dan praktik yang dibatasi dalam konteks historis, sosial dan politik.

Islam yang disampaikan di sekolah-sekolah Islam di Indonesia dan Amerika Serikat membantu mempromosikan kewarganegaraan inklusif.Islam yang diajarkan secara konfesional mengarahkan siswa untuk mengamalkan iman dan komitmen terhadap agama.Kurikulum dan program dirancang untuk mendidik anak-anak agar mengamalkan ritual agama dengan benar dan mengembangkan kepribadian Islam.Di kedua negara, internalisasi nilai-nilai Islam dan budaya secara intensif terlihat dalam berbagai program sekolah untuk membantu menciptakan kepribadian yang terintegrasi dari siswa Muslim.Konsep anak yang utuh yang dianjurkan di konteks Amerika Serikat cocok dengan konsep integrasi yang dibawa oleh sekolah-sekolah Islam Terpadu di Indonesia.Islam yang diajarkan di sekolah-sekolah Islam menekankan lebih pada partisipasi sebagai warga negara yang baik dalam konteks masing-masing, mencakup lebih pada jenis kewarganegaraan horizontal.Studi Islam yang diajarkan di sekolah-sekolah tampaknya menginstruksikan Muslim untuk memulai dengan mempresentasikan diri mereka dalam perilaku yang baik untuk berkontribusi pada masyarakat di mana mereka berada.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana studi Islam dapat mempromosikan kewarganegaraan inklusif melalui pendidikan. Topik pendidikan agama Islam dan kewarganegaraan inklusif masih kurang terwakili dalam penelitian, terutama dari perspektif guru dan kurikulum di Indonesia dan Amerika Serikat. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada upaya penyempurnaan kurikulum pendidikan Islam dan praktik pengajaran agar lebih peka terhadap isu-isu sosial dan kewarganegaraan inklusif. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana persepsi sosial-politik dan kapasitas sekolah mempengaruhi cara studi Islam yang disampaikan di kedua negara. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi pendidikan yang lebih demokratis dalam studi Islam, dengan mempertimbangkan konteks historis, sosial, dan politik yang berbeda di Indonesia dan Amerika Serikat.

  1. Moral Education, Habituation, and Divine Assistance in View of Ghazali: Journal of Research on Christian... tandfonline.com/doi/full/10.1080/10656219.2015.1008083Moral Education Habituation and Divine Assistance in View of Ghazali Journal of Research on Christian tandfonline doi full 10 1080 10656219 2015 1008083
Read online
File size470.92 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test