ADAIKEPRIADAIKEPRI
JUPADAI : Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatJUPADAI : Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan sosial melalui kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA). Fokus utama adalah internalisasi nilai empati, toleransi, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. Penelitian dilakukan di SMAS 5 Muhammadiyah Takengon dengan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, PMR, Rohis, dan Pecinta Alam secara efektif berkontribusi dalam membentuk sikap sosial siswa. Kegiatan tersebut memberi ruang pengalaman langsung yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kepekaan sosial, keterampilan interpersonal, dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan dan sesama. Meski demikian, ditemukan berbagai tantangan dalam implementasi seperti minimnya perencanaan terintegrasi, rendahnya partisipasi siswa, dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang sistematis dan kolaboratif untuk menjadikan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wahana utama dalam pendidikan karakter.
Ekstrakurikuler terbukti menjadi wahana efektif bagi pendidikan sosial di SMA, karena dapat meningkatkan empati, toleransi, dan kepedulian siswa melalui pengalaman nyata.Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala seperti perencanaan yang tidak terstruktur, partisipasi siswa yang rendah, serta keterbatasan sumber daya dan evaluasi.Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis dari sekolah dan pemangku kepentingan, termasuk program terukur, pelatihan pembina berbasis nilai, dan dukungan kebijakan, untuk menjadikan ekstrakurikuler sebagai bagian integral dari strategi pendidikan karakter.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan platform digital dapat memperluas jangkauan dan efektivitas pendidikan sosial melalui kegiatan ekstrakurikuler, misalnya dengan menguji aplikasi pembelajaran daring yang memfasilitasi refleksi dan kolaborasi antar‑siswa. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dilakukan untuk meneliti dampak jangka panjang partisipasi ekstrakurikuler terhadap sikap empati, toleransi, dan kepedulian sosial siswa setelah mereka lulus dan memasuki dunia kerja atau perguruan tinggi, sehingga dapat diketahui apakah perubahan sikap tersebut bertahan. Selain itu, perbandingan antar‑jenis ekstrakurikuler, seperti kegiatan olahraga, seni, atau layanan masyarakat, dapat diangkat untuk mengidentifikasi mana yang paling berkontribusi pada pengembangan nilai‑nilai sosial, sehingga sekolah dapat merancang program yang lebih terarah. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan data empiris yang lebih komprehensif untuk menyempurnakan model pendidikan sosial berbasis ekstrakurikuler, sekaligus membantu pembuat kebijakan dan pendidik dalam merancang intervensi yang lebih tepat sasaran.
| File size | 466.75 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UPN VeteranUPN Veteran Dengan metode observasi digital kualitatif dan analisis konten terhadap 450 pengalaman pariwisata, studi menemukan tren dominan homogenisasi narasi danDengan metode observasi digital kualitatif dan analisis konten terhadap 450 pengalaman pariwisata, studi menemukan tren dominan homogenisasi narasi dan
YASIN ALSYSYASIN ALSYS Meski beberapa anggota masyarakat menunjukkan kesadaran dan kemampuan beradaptasi, sebagian lain belum siap menghadapi perubahan tersebut. Penelitian iniMeski beberapa anggota masyarakat menunjukkan kesadaran dan kemampuan beradaptasi, sebagian lain belum siap menghadapi perubahan tersebut. Penelitian ini
RIVERSTUDIESRIVERSTUDIES Data dikumpulkan melalui pemetaan pemangku kepentingan, wawancara semi-terstruktur, audit keuangan, dan monetisasi hasil dari 17 pemangku kepentingan utamaData dikumpulkan melalui pemetaan pemangku kepentingan, wawancara semi-terstruktur, audit keuangan, dan monetisasi hasil dari 17 pemangku kepentingan utama
UNAIUNAI Di bawah nilai-nilai moral/etika: keagamaan, kejujuran, dan kesabaran. Untuk nilai-nilai budaya/tradisional: sopan santun, hemat, bijaksana, dan tekunDi bawah nilai-nilai moral/etika: keagamaan, kejujuran, dan kesabaran. Untuk nilai-nilai budaya/tradisional: sopan santun, hemat, bijaksana, dan tekun
IAI TABAHIAI TABAH Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di SD Negeri Panggung Lor dengan subjekPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di SD Negeri Panggung Lor dengan subjek
IAI TABAHIAI TABAH Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dokumentasi dan referensi. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis melalui tigaMetode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dokumentasi dan referensi. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis melalui tiga
IAI TABAHIAI TABAH Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Islam Ahmadiyah selaras dengan teori yang diungkapkan oleh Axel Honneth, namun sebagian besar respon masyarakatHasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Islam Ahmadiyah selaras dengan teori yang diungkapkan oleh Axel Honneth, namun sebagian besar respon masyarakat
UMMUMM Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan RUU Cipta Kerja cenderung mengesampingkan prinsip transparansi dan partisipasi publik melalui polaHasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan RUU Cipta Kerja cenderung mengesampingkan prinsip transparansi dan partisipasi publik melalui pola
Useful /
ADAIKEPRIADAIKEPRI Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participation Action Research (PAR), yang mengintegrasikan teori dengan praktik yang telah dilakukann.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participation Action Research (PAR), yang mengintegrasikan teori dengan praktik yang telah dilakukann.
ISDIKKIERAHAISDIKKIERAHA Penelitian ini menemukan bahwa kesulitan linguistik‑kognitif, terutama terbatasnya kosakata dan masalah pengucapan, merupakan hambatan utama bagi mahasiswaPenelitian ini menemukan bahwa kesulitan linguistik‑kognitif, terutama terbatasnya kosakata dan masalah pengucapan, merupakan hambatan utama bagi mahasiswa
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Respons guru terhadap bahan ajar berbasis konteks melalui kuesioner menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar ini dapat memfasilitasi guru dalam mengajarkanRespons guru terhadap bahan ajar berbasis konteks melalui kuesioner menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar ini dapat memfasilitasi guru dalam mengajarkan
ISDIKKIERAHAISDIKKIERAHA Platform yang digunakan meliputi WhatsApp Messenger, Virtual Class, Zoom meeting, dan Google Meet. Teknik yang diterapkan meliputi Picture, Reading, TeachingPlatform yang digunakan meliputi WhatsApp Messenger, Virtual Class, Zoom meeting, dan Google Meet. Teknik yang diterapkan meliputi Picture, Reading, Teaching