RCF INDONESIARCF INDONESIA

Journal of Science Education and Management BusinessJournal of Science Education and Management Business

Pengadaan berkelanjutan kini menjadi aspek penting dalam mendorong praktik bisnis yang lebih etis, bertanggung jawab secara sosial, dan ramah lingkungan. Wirausaha sosial memegang peran strategis dalam memperkuat penerapan pengadaan berkelanjutan, meskipun berbagai tantangan terkait transparansi dan akuntabilitas masih sering menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini mengkaji bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan transparansi dalam proses pengadaan berkelanjutan yang dilakukan pelaku usaha sosial melalui tinjauan literatur dari berbagai penelitian daring. Hasil kajian menunjukkan bahwa beragam inovasi digital—mulai dari sistem e-procurement, blockchain, analisis big data, hingga aplikasi pemantauan—mampu meningkatkan keterlacakan, efisiensi informasi, serta akuntabilitas dalam setiap tahapan pengadaan. Digitalisasi juga terbukti memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan serta meningkatkan performa sosial dan lingkungan dari wirausaha sosial. Temuan ini memberikan kontribusi bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi digital yang mendukung pembangunan sistem pengadaan yang lebih transparan dan berkelanjutan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kewirausahaan sosial memiliki peran penting dalam menguatkan penerapan pengadaan berkelanjutan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.Berdasarkan hasil sintesis berbagai studi, terdapat tiga kontribusi utama yang konsisten muncul.penciptaan nilai sosial, penerapan praktik ramah lingkungan, dan peningkatan inklusi ekonomi dalam rantai pasok.Pelaku usaha sosial terbukti mampu memberikan dampak nyata melalui pemberdayaan komunitas, peningkatan kapasitas pemasok kecil, serta penyediaan produk dan layanan yang memenuhi standar keberlanjutan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah penelitian yang menjanjikan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak penerapan teknologi blockchain terhadap akuntabilitas dan transparansi dalam pengadaan berkelanjutan, khususnya pada UMKM. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas berbagai model bisnis kewirausahaan sosial dalam meningkatkan performa sosial dan lingkungan melalui pengadaan berkelanjutan. Ketiga, penelitian kualitatif eksploratif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan spesifik yang dihadapi wirausaha sosial dalam mengakses pasar pengadaan pemerintah, serta merumuskan strategi untuk mengatasi kendala tersebut. Integrasi ketiga saran ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi kewirausahaan sosial dalam mendorong sistem pengadaan yang lebih inklusif, transparan, dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah dan efektif bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

  1. Environmental Management in SMEs in the UK: Practices, Pressures and Perceived Benefits - Brammer - 2012... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/bse.717Environmental Management in SMEs in the UK Practices Pressures and Perceived Benefits Brammer 2012 onlinelibrary wiley doi 10 1002 bse 717
  2. Toward a Research Agenda on the Informal Economy | Academy of Management Perspectives. toward research... doi.org/10.5465/amp.2012.0079Toward a Research Agenda on the Informal Economy Academy of Management Perspectives toward research doi 10 5465 amp 2012 0079
  3. Conceptualizing a “Sustainability Business Model” - Wendy Stubbs, Chris Cocklin, 2008. business... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1086026608318042Conceptualizing a AuSustainability Business ModelAy Wendy Stubbs Chris Cocklin 2008 business journals sagepub doi 10 1177 1086026608318042
Read online
File size256.61 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test