UMBPUMBP

LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan KomunikasiLOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi informasi (TI) telah banyak diterapkan pada institusi pendidikan atau organisasi pendidikan. SMAS GKPI Padang Bulan merupakan SMAS yang berada Jl. Letjen. Jamin Ginting Kompleks Pamen, Padang Bulan, Kec. Medan Baru, Kota Medan Prov. Sumatera Utara, yang sudah menerapkan teknologi informasi untuk beberapa kebutuhan di SMAS. Salah satu teknologi informasi yang digunakan adalah sistem informasi SMAS. Aktifitas utama di dalam SMAS yaitu sebagai penyelenggara pendidikan adalah membantu dalam pelayanan informasi pendidikan SMAS. Di dalam melakukan aktivitas utamanya dimana tata usaha sebagai tempat pemberian layanan administrasi dan informasi mengenai SMAS. Namun terdapat permasalahan dalam sistem informasi SMAS yang ada saat ini yaitu pengawasan maupun penilaian terhadap kinerja TI khususnya sistem informasi SMAS yang digunakan dan evaluasi kinerja sistem belum dilakukan secara optimal dari pihak SMAS karena pengawasan dan penilaian terhadap TI tersebut.

Berdasarkan hasil evaluasi analisis tata kelola teknologi informasi pada Sekolah GKPI Padang Bulan, didapatkan kesimpulan sebagai berikut.Pelaksanaan tata kelola TI saat proses kerja TI di SMAS GKPI Padang Bulan yang meliputi domain MEA01, APO09 dan DSS02 telah dilakukan dengan baik.Tingkat kapabilitas saat ini berada pada level 4 (Predictable), yaitu berkisar di nilai pencapaian sebesar 4.Diperlukan pengembangan dokumen-dokumen terkait dengan domain proses yang diteliti serta peningkatan jumlah sumber daya yang mengelola teknologi informasi di SMAS GKPI Padang Bulan.

Mengingat pentingnya tata kelola teknologi informasi (TI) di lingkungan pendidikan, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan evaluasi tata kelola TI dengan mengimplementasikan domain COBIT 5 lainnya yang belum tercakup dalam studi ini, seperti domain EDM (Evaluate, Direct and Monitor) atau BAI (Build, Acquire and Implement), untuk mendapatkan gambaran tingkat kematangan yang lebih komprehensif. Selain itu, penggunaan framework tata kelola TI lain yang sesuai untuk institusi pendidikan, seperti ITIL atau ISO 27001, juga dapat dieksplorasi untuk membandingkan efektivitas dan relevansinya dalam konteks SMAS, sehingga memberikan perspektif yang lebih beragam terhadap praktik terbaik. Kedua, penelitian mendatang bisa berfokus pada analisis dampak implementasi rekomendasi tata kelola TI berdasarkan hasil evaluasi COBIT 5. Studi ini dapat mengukur secara kuantitatif maupun kualitatif peningkatan kinerja TI, kepuasan pengguna sistem informasi, atau efisiensi operasional setelah perbaikan diterapkan. Misalnya, sejauh mana rekomendasi terkait pengelolaan layanan permintaan dan insiden (DSS02) benar-benar mengurangi waktu penyelesaian masalah atau meningkatkan responsivitas layanan TI di sekolah. Ketiga, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas, penelitian komparatif antara beberapa SMAS dengan karakteristik yang berbeda (misalnya, sekolah swasta dan negeri, atau sekolah di daerah perkotaan dan pedesaan) dapat dilakukan. Pendekatan ini akan membantu mengidentifikasi praktik tata kelola TI terbaik, tantangan umum yang dihadapi, serta faktor-faktor kunci keberhasilan atau kegagalan dalam penerapan framework TI di berbagai konteks pendidikan menengah.

  1. IT Governance Dengan Penerapan Framework Cobit 5 Pada SMAS GKPI Pamen Medan | LOFIAN: Jurnal Teknologi... doi.org/10.58918/lofian.v5i1.290IT Governance Dengan Penerapan Framework Cobit 5 Pada SMAS GKPI Pamen Medan LOFIAN Jurnal Teknologi doi 10 58918 lofian v5i1 290
Read online
File size160.22 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test