RCF INDONESIARCF INDONESIA

Journal of Science Education and Management BusinessJournal of Science Education and Management Business

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi yang dikembangkan oleh organisasi wirausaha sosial dalam menghadapi hambatan birokrasi pada proses tender pengadaan barang/jasa pemerintah. Menggunakan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengintegrasikan tiga kerangka teoretis utama teori strategi, teori agensi (agency theory), dan manajemen perubahan untuk memahami bagaimana wirausaha sosial menavigasi ketegangan antara misi sosial dan tuntutan birokrasi formal. Hasil kajian menunjukkan bahwa organisasi wirausaha sosial mengembangkan strategi adaptasi multidimensi: (1) secara strategis, mereka mengadopsi postur hibrida yang memadukan stabilitas misi dengan fleksibilitas operasional; (2) secara relasional, mereka membangun kredibilitas institusional untuk mengurangi agency costs dan ketidakpercayaan dari pihak pemerintah; serta (3) secara internal, mereka menjalankan proses manajemen perubahan yang bertahap guna menyesuaikan struktur tanpa mengikis identitas sosial. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur kewirausahaan sosial dan tata kelola publik, sekaligus implikasi praktis bagi perancang kebijakan untuk menciptakan sistem pengadaan yang lebih inklusif terhadap pelaku berbasis misi sosial.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi wirausaha sosial mengembangkan strategi adaptasi multidimensi—strategis, relasional, dan organisasional—dalam menghadapi hambatan birokrasi pada proses tender pemerintah.Melalui integrasi teori strategi, teori agensi, dan manajemen perubahan, terungkap bahwa keberhasilan adaptasi tidak hanya bergantung pada penyesuaian administratif, tetapi juga pada kemampuan membangun kredibilitas sebagai agen yang dapat dipercaya, serta mengelola transformasi internal tanpa mengorbankan misi sosial.Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi wirausaha sosial dalam pengadaan pemerintah memerlukan pendekatan kebijakan yang lebih inklusif, sekaligus menunjukkan potensi wirausaha sosial sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas strategi adaptasi yang dikembangkan organisasi wirausaha sosial di Indonesia, terutama dalam mengatasi hambatan birokrasi pemerintah. Studi empiris yang mencakup tinjauan lapangan terhadap kasus-kasus nyata akan memberikan data yang lebih konkret. Selain itu, perlu dilakukan penelitian komparatif antarnegara untuk memahami bagaimana desain kebijakan pengadaan di berbagai negara memengaruhi partisipasi wirausaha sosial. Ide lain adalah mengeksplorasi peran teknologi digital, seperti platform e-katalog lokal, dalam memfasilitasi akses wirausaha sosial ke pasar pemerintah. Studi lintas sektor dan lintas disiplin juga disarankan untuk mengungkap integrasi antara tujuan sosial dan mekanisme pengadaan formal yang lebih inklusif.

Read online
File size289.03 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test