UNIMEDUNIMED

JURNAL IKATAN ALUMNI FISIKAJURNAL IKATAN ALUMNI FISIKA

Penelitian ini berusaha mengungkap implementasi penilaian hasil belajar fisika berdasarkan kurikulum 2013 yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan subjek penelitian guru Fisika SMA yang berjumlah 12 orang. Dengan metode stratified random sampling, peneliti mengelompokkan wilayah kota medan menjadi 3 bagian. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner atau angket yang terbagi menjadi tiga aspek dimana setiap aspek memiliki 10 butir pertanyaan, dengan rentang skor 1 – 4. Berdasarkan hasil data angket pada 12 guru fisika, tingkat implementasi penilaian hasil belajar fisika secara keseluruhan dengan persentase 75% dalam kategori Baik. Pada aspek perencanaan tingkat implementasi penilaian hasil belajar berdasarkan kurikulum 2013 dalam kategori sangat baik dengan persentase 66,7%, selanjutnya pada aspek pelaksanaan dalam kategori baik dengan persentase 66,7% dan pada aspek pelaporan dalam kategori cukup baik dengan persentase 50%.

Implementasi penilaian hasil belajar fisika berdasarkan Kurikulum 2013 di Kota Medan secara keseluruhan berada dalam kategori baik (75%), dengan aspek perencanaan sangat baik (66,67%), pelaksanaan baik (66,67%), dan pelaporan cukup baik (75%).Namun, terdapat ketidakselarasan antara aspek perencanaan dan pelaksanaan penilaian, yang ditunjukkan oleh penurunan nilai implementasi dari perencanaan ke pelaksanaan.Selain itu, hubungan antara aspek pelaksanaan dan pelaporan juga menunjukkan ketidakselarasan, menekankan pentingnya pelaporan yang konsisten dengan implementasi yang sebenarnya.

Mengingat bahwa penelitian ini telah berhasil memotret tingkat implementasi penilaian Kurikulum 2013 pada hasil belajar fisika di Medan, studi lanjutan dapat mendalami lebih jauh faktor-faktor yang menyebabkan ketidakselarasan antara perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan penilaian. Sebuah penelitian kualitatif, misalnya, dapat menggali persepsi guru fisika secara mendalam mengenai hambatan praktis yang mereka hadapi, seperti kesulitan menyusun instrumen berbasis HOTS atau kerumitan format pelaporan, serta sejauh mana pelatihan yang diterima relevan dan memadai dalam mengatasi tantangan tersebut. Hal ini penting untuk memahami mengapa di balik statistik yang disajikan. Selanjutnya, akan sangat bermanfaat untuk menguji efektivitas berbagai model pelatihan atau intervensi pedagogis yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas guru dalam aspek penilaian yang masih dianggap cukup baik atau belum sejalan, khususnya dalam pengembangan instrumen yang lebih berkualitas dan penyederhanaan proses pelaporan. Penelitian ini bisa berbentuk studi kasus atau quasi-eksperimen yang membandingkan dampak beberapa pendekatan pelatihan terhadap praktik penilaian guru. Terakhir, untuk melihat dampak holistik dari implementasi penilaian ini, penelitian di masa mendatang dapat mengeksplorasi hubungan antara tingkat implementasi penilaian Kurikulum 2013 oleh guru dengan peningkatan hasil belajar siswa secara konkret, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Apakah implementasi yang baik secara langsung berkorelasi dengan capaian belajar siswa yang lebih optimal? Pertanyaan-pertanyaan ini akan memperkaya pemahaman kita tentang efektivitas Kurikulum 2013 secara menyeluruh.

Read online
File size483.03 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test