UIN SUKAUIN SUKA

Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar IslamAl-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam

Penelitian ini menginvestigasi implementasi nilai-nilai Islām wasaṭiyyah dalam buku teks Sejarah Kebudayaan Islam untuk kelas VI Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia. Melalui penelitian perpustakaan menggunakan analisis konten, penulis menyimpulkan bahwa nilai-nilai Islām wasaṭiyyah sangat relevan dengan pendidikan karakter yang saat ini sedang digulirkan dan dipromosikan oleh pemerintah Indonesia. Terdapat sembilan nilai Islām wasaṭiyyah yang ditunjukkan melalui cerita dalam buku teks: tawassuṭ (mengambil jalan tengah), tasāmuḥ (toleransi), musāwah (egalitarian/non-diskriminatif), shūrā (musyawarah), itidāl (lurus dan teguh), iṣlāḥ (reformasi), aulawiyyah (memprioritaskan prioritas), taṭāwur wa ibtikār (dinamis dan inovatif), dan taḥaḍḍur (beradab). Penulis menyarankan bahwa Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dalam buku teks perlu diperluas untuk mencakup semua nilai yang termasuk dalam cerita. Selain itu, semua nilai perlu disajikan secara proporsional karena tidak ada nilai yang dijelaskan lebih dominan dibandingkan yang lain.

Nilai-nilai Islām wasaṭiyyah sangat relevan dan sejalan dengan pendidikan karakter yang saat ini sedang digulirkan dan dipromosikan oleh pemerintah Indonesia.Madrasah Ibtidaiyah, sebagai lembaga pendidikan agama yang mengajarkan nilai-nilai Islam, merupakan tahap awal bagi siswa untuk mengenali nilai-nilai yang mendorong karakter bermartabat.Dari sepuluh nilai Islām wasaṭiyyah, terdapat sembilan nilai yang terkandung dalam narasi buku teks.tawassuṭ (mengambil jalan tengah), tasāmuḥ (toleransi), musāwah (egalitarian/non-diskriminatif), shūrā (musyawarah), itidāl (lurus dan teguh), iṣlāḥ (reformasi), aulawiyyah (memprioritaskan prioritas), taṭāwur wa ibtikār (dinamis dan inovatif), dan taḥaḍḍur (beradab).Nilai-nilai ini diimplementasikan oleh para tokoh seperti Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, dan lainnya dalam berbagai aspek kehidupan mereka.

Berdasarkan penelitian ini, tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: pertama, mengkaji dampak penerapan nilai-nilai wasatiyyah dalam buku teks terhadap pemahaman siswa tentang keragaman budaya dan agama; kedua, membandingkan buku teks dari berbagai madrasah untuk melihat variasi penyajian nilai-nilai wasatiyyah; dan ketiga, mengeksplorasi strategi pelatihan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai wasatiyyah ke dalam proses pembelajaran. Penelitian pertama dapat membantu memahami efektivitas pendekatan pendidikan karakter, sementara penelitian kedua memberikan wawasan tentang konsistensi kurikulum. Penelitian ketiga penting untuk memastikan bahwa guru memiliki kemampuan memadukan nilai-nilai wasatiyyah secara efektif dalam praktik mengajar. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat menggali peran media digital dalam menyebarkan nilai-nilai wasatiyyah kepada generasi muda. Pendekatan ini tidak hanya melengkapi temuan penelitian sebelumnya, tetapi juga membuka ruang untuk pengembangan metode pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif terhadap konteks sosial Indonesia yang plural. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat identitas keislaman yang moderat di tengah tantangan global saat ini.

  1. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/lib.2006.0053Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 lib 2006 0053
  2. "Cognition Without Affection" : Refleksi Program Akselerasi di Madrasah | Nuqul | Psikoislamika... doi.org/10.18860/psi.v10i2.6365Cognition Without Affection Refleksi Program Akselerasi di Madrasah Nuqul Psikoislamika doi 10 18860 psi v10i2 6365
Read online
File size383.83 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test