JANITRAJANITRA
Jurnal Janitra Informatika dan Sistem InformasiJurnal Janitra Informatika dan Sistem InformasiEnergi surya merupakan energi alternatif yang melimpah, terbarukan, dan tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca, sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi energi pengganti energi fosil sebagai sumber pembangkit listrik. Teknologi utama dalam pemanfaatan energi surya adalah panel surya, panel surya terdiri dari sel surya yang terbuat dari bahan semikonduktor, seperti silikon. Sel surya ini mengubah energi foton dari sinar matahari menjadi energi listrik melalui efek fotovoltaik. Perubahan suhu sel surya dipengaruhi oleh suhu lingkungan, awan, dan kecepatan angin tempat panel surya diletakkan. Suhu udara yang sangat tinggi dapat mempengaruhi kinerja panel surya dimana suhu optimal panel surya adalah 25°C, setiap kenaikan suhu lingkungan dapat menurunkan daya keluaran dan juga tegangan keluaran pada panel surya. Penelitian ini berfokus pada analisis sistem pendingin panel surya yang menggabungkan penggunaan hidrat garam padat dan heatsink. Hidrat garam padat memiliki kemampuan untuk menyerap panas saat mencair, sehingga menjadi bahan pendingin yang efektif. Sementara itu, heatsink berperan dalam meningkatkan perpindahan panas dari panel surya ke lingkungan sekitar. Kombinasi hidrat garam padat dan heatsink diharapkan dapat memberikan solusi pendinginan panel surya yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga ramah lingkungan. Dengan menggunakan kedua komponen ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi panel surya yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, hasil penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi desain sistem pendingin panel surya yang optimal untuk berbagai kondisi lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan umur panel surya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pendingin, khususnya hidrat garam, meningkatkan kapasitas panel surya secara signifikan.Data menunjukkan bahwa pada saat ada pendingin, kapasitas panel surya meningkat rata-rata 35,25% pada hari pertama dan 44,42% pada hari kedua pukul 15.Peningkatan ini menunjukkan efektivitas pendinginan dalam meningkatkan kinerja panel surya.Selain itu, penurunan suhu yang dihasilkan oleh pendingin memiliki dampak langsung pada peningkatan efisiensi panel surya.Suhu yang lebih rendah membantu mempertahankan efisiensi, yang pada gilirannya meningkatkan daya yang dihasilkan oleh panel surya.Dengan demikian, penggunaan pendingin tidak hanya menurunkan suhu tetapi juga meningkatkan keluaran daya melalui efeknya pada suhu panel surya.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan desain sistem pendingin panel surya yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan berbagai kondisi lingkungan yang berbeda. 2. Menganalisis dampak penggunaan hidrat garam padat dan heatsink terhadap kinerja panel surya dalam jangka panjang, serta mengidentifikasi potensi perbaikan dan pengembangan lebih lanjut. 3. Meneliti dan mengoptimalkan kombinasi bahan pendingin lainnya, seperti cairan pendingin atau sistem pendingin aktif, untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi panel surya. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih optimal dalam pendinginan panel surya, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan umur panel surya secara signifikan.
- Recent Developments and Future Advancements in Solar Panels Technology - IOPscience. recent developments... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1495/1/012018Recent Developments and Future Advancements in Solar Panels Technology IOPscience recent developments iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1495 1 012018
- PEMANFAATAN ENERGI MATAHARI: MASA DEPAN ENERGI TERBARUKAN | OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika. pemanfaatan... doi.org/10.37478/optika.v7i2.3322PEMANFAATAN ENERGI MATAHARI MASA DEPAN ENERGI TERBARUKAN OPTIKA Jurnal Pendidikan Fisika pemanfaatan doi 10 37478 optika v7i2 3322
- Pemanfaatan Energi Alternatif Dan Terbarukan | JURNAL KARYA PENGABDIAN. pemanfaatan energi alternatif... doi.org/10.29303/jkp.v2i2.58Pemanfaatan Energi Alternatif Dan Terbarukan JURNAL KARYA PENGABDIAN pemanfaatan energi alternatif doi 10 29303 jkp v2i2 58
| File size | 340.25 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Berdasarkan hasil penelitian dan implementasi sistem rekomendasi game menggunakan metode K-Means Clustering dan Content-Based Filtering, dapat disimpulkanBerdasarkan hasil penelitian dan implementasi sistem rekomendasi game menggunakan metode K-Means Clustering dan Content-Based Filtering, dapat disimpulkan
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Hasil menunjukkan bahwa ARIMA menghasilkan akurasi peramalan yang bervariasi, dengan kinerja terbaik pada Puri Indah Hotel (MAPE. 9,65%) dan terendah padaHasil menunjukkan bahwa ARIMA menghasilkan akurasi peramalan yang bervariasi, dengan kinerja terbaik pada Puri Indah Hotel (MAPE. 9,65%) dan terendah pada
UMSUMS Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berkinerja tinggi dan andal. Sistem ini memiliki potensi pengembangan lebih lanjut, termasuk penerapan pada skalaHasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berkinerja tinggi dan andal. Sistem ini memiliki potensi pengembangan lebih lanjut, termasuk penerapan pada skala
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Model menunjukkan performa luar biasa, mencapai akurasi 99,70% pada data validasi. Evaluasi lebih lanjut mengkonfirmasi ketangguhan ini; model secara sempurnaModel menunjukkan performa luar biasa, mencapai akurasi 99,70% pada data validasi. Evaluasi lebih lanjut mengkonfirmasi ketangguhan ini; model secara sempurna
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Metode Query by Committee (QBC) yang menggabungkan Rating, VADER, dan Pseudo labeling berhasil meningkatkan akurasi dan efisiensi klasifikasi analisisMetode Query by Committee (QBC) yang menggabungkan Rating, VADER, dan Pseudo labeling berhasil meningkatkan akurasi dan efisiensi klasifikasi analisis
UNIMALUNIMAL Selanjutnya, secara singkat kita akan meninjau potensi dan penggunaan sumber energi surya di Indonesia. Potensi tinggi energi surya di Indonesia perluSelanjutnya, secara singkat kita akan meninjau potensi dan penggunaan sumber energi surya di Indonesia. Potensi tinggi energi surya di Indonesia perlu
JANITRAJANITRA Sistem ini dirancang untuk mempermudah proses baik bagi petugas maupun pengaju. Diharapkan, kehadiran sistem ini mampu mengatasi kendala dalam manajemenSistem ini dirancang untuk mempermudah proses baik bagi petugas maupun pengaju. Diharapkan, kehadiran sistem ini mampu mengatasi kendala dalam manajemen
JRTTJRTT Proses pembakaran CNG pada mode dual-fuel terjadi sangat cepat setelah fase pembakaran premix, sehingga dapat mengurangi emisi asap yang biasanya dihasilkanProses pembakaran CNG pada mode dual-fuel terjadi sangat cepat setelah fase pembakaran premix, sehingga dapat mengurangi emisi asap yang biasanya dihasilkan
Useful /
JANITRAJANITRA Solusi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik pada Gedung Jurusan Teknik Elektro Universitas Malikussaleh adalah dengan menggantikan penggunaanSolusi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik pada Gedung Jurusan Teknik Elektro Universitas Malikussaleh adalah dengan menggantikan penggunaan
AMORFATIAMORFATI The studys main objectives are twofold: (1) to comprehend how the implementation of Sabaq, Sabqi, and Manzil methods occurs in the Taḥfīẓul QurānThe studys main objectives are twofold: (1) to comprehend how the implementation of Sabaq, Sabqi, and Manzil methods occurs in the Taḥfīẓul Qurān
UNIMALUNIMAL Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak yang memodelkan perilaku sistem tenaga listrik, dengan fokus pada cara power factor regulator mengatur prosesSimulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak yang memodelkan perilaku sistem tenaga listrik, dengan fokus pada cara power factor regulator mengatur proses
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Tujuan vaksinasi adalah untuk memberikan kekebalan (antibodi) pada hewan ternak agar dapat melawan antigen atau mikroorganisme penyebab penyakit. VaksinasiTujuan vaksinasi adalah untuk memberikan kekebalan (antibodi) pada hewan ternak agar dapat melawan antigen atau mikroorganisme penyebab penyakit. Vaksinasi