JRTTJRTT

Journal of Railway Transportation and TechnologyJournal of Railway Transportation and Technology

Upaya untuk membangun dan mengembangkan sistem transportasi dengan emisi rendah telah dilakukan, salah satunya dengan menerapkan biodiesel dan gas alam pada mesin diesel dual-fuel. Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang bersifat oksigenasi, rendah sulfur, dan memiliki titik nyala tinggi. Dalam mode dual-fuel, CNG digunakan sebagai bahan bakar pengganti dan biodiesel kelapa sawit sebagai pilot pembakaran yang disuntikkan langsung ke dalam ruang bakar pada 13 °CA BTDC. Waktu penyuntikan CNG adalah 110 °CA ATDC dan durasi penyuntikan CNG secara bertahap ditingkatkan. Kinerja dan proses pembakaran dalam mode bahan bakar tunggal dan dual-fuel dibandingkan. Mesin dijaga pada kecepatan konstan 2000 rpm pada semua kondisi beban. Hasil menunjukkan bahwa mode dual-fuel pada beban rendah dan menengah menghasilkan tekanan dalam silinder dan laju pelepasan panas lebih rendah daripada mode bahan bakar tunggal, tetapi pada beban tinggi, menghasilkan tekanan dalam silinder dan laju pelepasan panas 5,14% lebih besar. Emisi CO dan HC yang dihasilkan oleh mode dual-fuel lebih tinggi daripada mode bahan bakar tunggal pada semua beban. Sebaliknya, mode dual-fuel menghasilkan emisi asap 95,58% lebih rendah daripada mode bahan bakar tunggal pada semua beban.

Hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan CNG-biodiesel kelapa sawit memiliki efek signifikan pada proses pembakaran mesin diesel dual-fuel pada semua kondisi operasi mesin.Secara keseluruhan, mode dual-fuel pada beban rendah dan menengah menghasilkan tekanan dalam silinder dan laju pelepasan panas lebih rendah dibandingkan dengan mode dual-fuel pada beban tinggi.Penundaan penyalaan pada mode dual-fuel lebih lama 1-2 °CA daripada mode bahan bakar tunggal.Pada beban tinggi, mode dual-fuel menghasilkan tekanan dalam silinder dan laju pelepasan panas lebih tinggi dibandingkan dengan mode bahan bakar tunggal.Konsumsi bahan bakar spesifik yang tinggi dan efisiensi termal yang rendah pada mode dual-fuel disebabkan oleh penyuntikan CNG selama proses isap.Proses pembakaran CNG pada mode dual-fuel terjadi sangat cepat setelah fase pembakaran premix, sehingga dapat mengurangi emisi asap yang biasanya dihasilkan oleh mesin diesel konvensional.

Untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi emisi pada mesin diesel dual-fuel, penelitian lanjutan dapat berfokus pada optimasi waktu dan durasi penyuntikan CNG. Selain itu, studi tentang pengaruh variasi perbandingan CNG-biodiesel terhadap kinerja dan emisi juga dapat dilakukan. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi strategi injeksi pilot yang optimal untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi emisi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan mesin diesel dual-fuel yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

  1. Greenhouse Gas and Noxious Emissions from Dual Fuel Diesel and Natural Gas Heavy Goods Vehicles | Environmental... doi.org/10.1021/acs.est.5b04240Greenhouse Gas and Noxious Emissions from Dual Fuel Diesel and Natural Gas Heavy Goods Vehicles Environmental doi 10 1021 acs est 5b04240
Read online
File size695.89 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test