UPPUPP

AptekAptek

Pemanfaatan tanah sebagai material timbunan baik untuk badan jalan, bendungan atau tanggul maupun oprit jembatan tidak dapat dihindari dan merupakan pilihan yang harus digunakan dalam penelitian ini penulis menganalisa berapa besar pengaruh penurunan tanah timbunan berdasarkan jenis material timbunan dengan memperhitungkan analisis data tanah dan perubahan angka pori pada setiap pembebanan diatasnya. Hal ini sangat penting karena dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan jembatan gantung Sei. Batang Kumu menggunakan dua jenis material timbunan yang berbeda. Di mana material tanah timbunan di daerah Kabupaten Rokan Hulu khususnya Kecamatan Tambusai Utara memiliki perbedaan visual yaitu pada warna material timbunan sehingga menarik untuk mengetahui pengaruh penurunan dengan perubahan nilai angka pori material tersebut, secara analitis penulis melakukan pengujian di laboratorium dengan menggunakan Triaxial Compression Test (ASTM D 2850). Kemudian diketahui berdasarkan pengujian kedua jenis tanah lempung berpasir tersebut memiliki nilai penurunan yang berbeda. Nilai angka pori pada kedua jenis tanah lempung diketahui memiliki nilai penurunan rata-rata angka pori tanah pada oprit jembatan I penurunan material tanah timbunan yang terjadi selama 60 sebesar 0,001 cm, dan material tanah timbunan pada oprit jembatan II diketahui penurunan rata‑rata angka pori tanah yang terjadi selama 60 sebesar 0,006 cm. Penurunan tanah lempung berpasir yang berwarna kecoklatan lebih mampu menahan beban dibandingkan tanah lempung berpasir yang berwarna keputihan. Hasil penurunan material tanah kedua tanah timbunan tersebut terjadi karena pengaruh perbedaan nilai berat volume tanah timbunan.

Penurunan tanah timbunan pada opprit jembatan I dengan pengujian Triaxial Compression Test (ASTM D 2850) diketahui penurunan tanah yang terjadi selama 60 sebesar 0,001 cm.Penurunan tanah timbunan pada opprit jembatan II dengan pengujian Triaxial Compression Test (ASTM D 2850) diketahui penurunan tanah yang terjadi selama 60 sebesar 0,006 cm.Penurunan tanah lempung berpasir yang berwarna kecokelatan lebih mampu menahan beban dibandingkan tanah lempung berpasir yang berwarna keputihan.Perbedaan penurunan tanah timbunan tersebut disebabkan oleh nilai berat volume tanah.

Pertama, meneliti bagaimana pengaruh variasi kadar air pada tanah lempung berpasir terhadap penurunan tanah di opprit jembatan melalui percobaan simulasi dan eksperimental. Kedua, mengeksplorasi penggunaan bahan tambahan seperti kerikil berukuran besar atau bahan komposit untuk meningkatkan stabilitas tanah dan menurunkan penurunan tanah pada opprit jembatan. Ketiga, memanfaatkan teknologi pemantauan berbasis sensor berbobot (strain gauge) untuk memantau penurunan tanah secara real‑time pada opprit jembatan guna meningkatkan keamanan dan perencanaan perawatan infrastruktur.

Read online
File size532.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test