UIN SUKAUIN SUKA

Contemporary QuranContemporary Quran

Peningkatan kebutuhan terhadap mushaf al-Quran yang direspons oleh penerbit untuk melakukan penerbitan mushaf al-Quran dengan beragam inovasi, termasuk penambahan tanda jeda baru, mengindikasikan peralihan nilai guna menuju nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti peralihan nilai guna ke nilai jual dalam penentuan tanda jeda baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model qualitative comparative analysis (QCA) sebagai alat dalam menganalisis data. Penelitian ini menemukan perbedaan tujuan dalam pemberian tanda jeda baru pada mushaf waqf-ibtidā, didasarkan pada ketidaksesuaian hubungan sintagsis yang dijaga dalam kaidah waqf-ibtidā yang baku. Kecenderungan pemisahan antara fiil dan fāil, mubtadā dan khabr, serta al-ḥāl dan ṣāḥib al-ḥāl secara konsisten ditemukan. Pemisahan ini didasarkan pada kepentingan-kepentingan estetis yang diklaim untuk memfasilitasi nafas pendek pada pembaca al-Quran baru. Tujuan ini mengindikasikan pembangunan citra mushaf waqf-ibtidā dalam aspek pemasaran. Tujuan kemudahan untuk menemukan tempat berhenti justru berdampak pada ketidaksempurnaan makna. Hal ini merupakan dampak dari pemotongan susunan kebahasaan yang tidak sempurna, sehingga menjadikan makna menjadi sulit untuk dipahami. Kecenderungan untuk menonjolkan inovasi yang berkaitan dengan peningkatan nilai jual mengindikasikan bentuk lain dari komodifikasi yang mengabaikan nilai gunanya.

Komodifikasi mushaf al-Quran yang selama ini diidentifikasi pada proses periklanan dan penonjolan beragam ornamen dikuatkan dalam penelitian ini dengan mengidentifikasi tanda jeda baru yang dianggap sebagai inovasi yang memberikan kemudahan sebagai elemen peningkatan nilai jual.Inovasi pada tanda jeda baru mementingkan peningkatan citra untuk membentuk nilai jual baru yang mengabaikan nilai gunanya.Waqf-ibtidā yang ditempatkan pada tempat yang baru justru mengubah susunan sintagmatis ayat yang menjadikan perubahan terhadap makna.Dampak perubahan menjadikan inovasi ini bertentangan dengan aturan-aturan penempatan tanda berhenti dan memulai yang ditetapkan dalam keilmuan al-Quran, sehingga fungsi dari tanda jeda baru yang diberikan tidak mengarah pada nilai gunanya, akan tetapi bagian dari peningkatan citra pemasaran untuk meningkatkan nilai jual.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak industrialisasi mushaf al-Quran dalam ruang ekonomi. Penelitian ini dapat fokus pada respons-respons konsumen terhadap inovasi tanda jeda baru dan bagaimana hal ini mempengaruhi penjualan mushaf. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam tentang bagaimana komodifikasi mushaf al-Quran mempengaruhi praktik keagamaan dan pemahaman teks suci. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana inovasi tanda jeda baru mempengaruhi pengalaman spiritual dan pemahaman teks al-Quran bagi pembaca pemula.

  1. Komodifikasi Agama: Pergeseran Praktik Bisnis dan Kemunculan Kelas Menengah Muslim | Husna | Jurnal Komunikasi... doi.org/10.24815/jkg.v7i2.12050Komodifikasi Agama Pergeseran Praktik Bisnis dan Kemunculan Kelas Menengah Muslim Husna Jurnal Komunikasi doi 10 24815 jkg v7i2 12050
  2. Komodifikasi Al-Quran: Analisa Sosial terhadap Mushaf Al-Quran Grand Maqamat | MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an... ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/maghza/article/view/4848Komodifikasi Al Quran Analisa Sosial terhadap Mushaf Al Quran Grand Maqamat MAGHZA Jurnal Ilmu Al Quran ejournal uinsaizu ac index php maghza article view 4848
  3. Reafirmando la identidad a través de imágenes. La mercantilización de las ilusiones... doi.org/10.17502/m.rcs.v8i1.351Reafirmando la identidad a travys de imygenes La mercantilizaciyn de las ilusiones doi 10 17502 m rcs v8i1 351
Read online
File size1.79 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test