STAIMA ALHIKAMSTAIMA ALHIKAM

Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan IslamLeadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam

Persaingan yang semakin intensif antar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di tingkat regional seringkali mendorong terjadinya isolasi manajerial yang membatasi kapasitas kolektif dalam meningkatkan mutu dan daya saing. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model collaborative governance berbasis co-opetition melalui mekanisme hybrid governance untuk meningkatkan daya saing regional perguruan tinggi swasta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus jamak. Data dikumpulkan dari 28 pimpinan perguruan tinggi di wilayah Cirebon melalui wawancara mendalam, analisis dokumen institusi, dan observasi lapangan reflektif. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perguruan tinggi swasta memiliki kesiapan yang kuat untuk mentransformasikan hubungan kompetitif menuju ekosistem yang lebih kolaboratif dan sinergis. Penelitian ini mengidentifikasi model hybrid governance yang mengintegrasikan pengaturan legal-formal dengan mekanisme relasional berbasis kepercayaan antar pimpinan institusi. Keunikan model terletak pada integrasi nilai-nilai Islam lokal sebagai modal etis dalam memitigasi konflik antar institusi dan memperkuat komitmen kolaboratif. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa praktik co-opetition berkontribusi terhadap efisiensi berbagi sumber daya, mendukung peningkatan akreditasi, serta memperkuat daya tawar kolektif di tingkat regional. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka tata kelola berbasis co-opetition melalui integrasi dimensi strategis, relasional, etis, dan kultural dalam praktik tata kelola pendidikan tinggi. Secara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya institusionalisasi forum kolaborasi antar perguruan tinggi untuk menjaga keberlanjutan sinergi kompetitif dalam ekosistem pendidikan tinggi regional yang berkembang.

Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi model tata kelola kolaboratif berbasis co-opetition melalui mekanisme hybrid governance merupakan respons strategis terhadap tekanan ganda dari persaingan dan keterbatasan sumber daya di antara institusi pendidikan tinggi swasta (PHEIs) di Region III Cirebon.Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesiapan institusional untuk co-opetition tidak hanya didorong oleh rasionalitas ekonomi, tetapi juga diperkuat oleh tanggung jawab moral kolektif dan komitmen regional bersama.Penelitian mengidentifikasi hybrid governance sebagai mekanisme kunci yang memungkinkan integrasi antara pengaturan institusional formal dan dinamika relasional informal.Struktur dual ini memungkinkan institusi mempertahankan akuntabilitas sambil memupuk fleksibilitas dan kepercayaan dalam praktik kolaboratif.Keunikan model ini terletak pada integrasi nilai-nilai Islam dan budaya lokal, seperti Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, dan Ingsun Titip Tajug, yang berfungsi sebagai modal etis untuk mengurangi konflik antar institusi dan memperkuat komitmen kolaboratif.Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada kemajuan co-opetition dan kerangka tata kelola kolaboratif dengan menunjukkan bahwa efektivitas tata kelola pendidikan tinggi dipengaruhi oleh interaksi antara dimensi strategis, relasional, dan etis.Studi ini memperluas pandangan berbasis sumber daya dengan menekankan bahwa keunggulan kompetitif dapat dibangun melalui sumber daya bersama dan kemampuan kolektif yang tertanam dalam sistem tata kelola yang berakar pada budaya.Secara praktis, model tata kelola hybrid co-opetition yang diusulkan menyediakan kerangka strategis bagi universitas swasta untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat kualitas akademik, dan membangun daya saing regional.Model ini menawarkan jalur tindakan yang dapat diterapkan, termasuk berbagi sumber daya, sinkronisasi kurikulum, inisiatif penelitian bersama, dan mekanisme kolaborasi yang diformalkan, yang secara kolektif dapat mengubah praktik institusional yang terfragmentasi menjadi ekosistem pendidikan tinggi yang terintegrasi.Implementasi konsisten model ini dapat memposisikan Region III Cirebon sebagai hub pendidikan yang terintegrasi, di mana kolaborasi bukan hanya insiden, tetapi terintegrasi secara sistematis dalam praktik tata kelola.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Menganalisis dampak co-opetition pada inovasi dan kreativitas di lingkungan pendidikan tinggi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana praktik co-opetition mendorong inovasi kurikulum, pengembangan program studi baru, dan kolaborasi penelitian yang menghasilkan karya kreatif dan inovatif. Studi ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana co-opetition dapat meningkatkan daya saing regional melalui peningkatan kualitas pendidikan dan relevansi dengan kebutuhan industri.. . 2. Meneliti peran teknologi digital dalam memperkuat ekosistem co-opetition. Dengan semakin berkembangnya teknologi, penelitian dapat menyelidiki bagaimana platform digital dan teknologi informasi dapat memfasilitasi kolaborasi antar institusi, meningkatkan efisiensi, dan memperluas jangkauan kolaborasi. Studi ini dapat mengidentifikasi strategi dan praktik terbaik dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat co-opetition dan meningkatkan daya saing regional.. . 3. Menganalisis dampak co-opetition pada keberlanjutan dan ketahanan institusi pendidikan tinggi. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana praktik co-opetition mempengaruhi stabilitas keuangan institusi, kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan kebijakan, dan kontribusi mereka terhadap pembangunan regional yang berkelanjutan. Studi ini dapat memberikan rekomendasi tentang bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat memanfaatkan co-opetition untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan mereka dalam menghadapi tantangan global.

  1. PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER DI INDONESIA | PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM.... doi.org/10.32699/paramurobi.v4i1.1787PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER DI INDONESIA PARAMUROBI JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM doi 10 32699 paramurobi v4i1 1787
  2. A CO-OPETITION-BASED COLLABORATIVE GOVERNANCE MODEL FOR ENHANCING THE REGIONAL COMPETITIVENESS OF PRIVATE... doi.org/10.32478/leadership.v7i2.4568A CO OPETITION BASED COLLABORATIVE GOVERNANCE MODEL FOR ENHANCING THE REGIONAL COMPETITIVENESS OF PRIVATE doi 10 32478 leadership v7i2 4568
  3. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi. strategi penanganan konflik proses penggabungan perguruan... doi.org/10.21580/pjpp.v3i1.970Psikohumaniora Jurnal Penelitian Psikologi strategi penanganan konflik proses penggabungan perguruan doi 10 21580 pjpp v3i1 970
  4. Pengaruh Akreditasi, Promosi, dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Kuliah Mahasiswa di Program Studi... jurnal.politeknik-kebumen.ac.id/E-Bis/article/view/1708Pengaruh Akreditasi Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Kuliah Mahasiswa di Program Studi jurnal politeknik kebumen ac E Bis article view 1708
  5. HRMARS - The Intervention of Religious Mental Guidance Based on Islamic Education Management in Social... hrmars.com/IJARPED/article/view/17792/The-Intervention-of-Religious-Mental-Guidance-Based-on-Islamic-Education-Management-in-Social-RehabilitationHRMARS The Intervention of Religious Mental Guidance Based on Islamic Education Management in Social hrmars IJARPED article view 17792 The Intervention of Religious Mental Guidance Based on Islamic Education Management in Social Rehabilitation
Read online
File size334.97 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test