IAIN MADURAIAIN MADURA

AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata SosialAL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial

Perceraian dalam struktur sosial-agama yang kuat, seperti komunitas Ḥabāib, sering menempatkan wanita dalam posisi rentan namun unik. Kerentanan ini tercermin melalui tantangan ekonomi dan sosial yang didorong oleh stigma budaya yang berlaku dan akses terbatas terhadap sumber daya penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian terhadap ketahanan ekonomi-sosial wanita dan mengevaluasi efektivitas fasilitas rumah janda Ḥabāib dalam mendukung mereka setelah perceraian.

Penelitian ini mengonfirmasi bahwa perceraian dalam komunitas Ḥabāib menimbulkan tantangan sosial, ekonomi, dan psikologis yang kompleks bagi wanita.Fasilitas rumah janda yang disediakan oleh Rābiṭah al-Alawiyyah terbukti penting dalam menjaga ketahanan keluarga setelah perceraian melalui penyediaan perumahan, dukungan sosial, dan bimbingan spiritual serta ekonomi.Namun, efektivitas program ini masih terbatas oleh seleksi berdasarkan nasab dan sumber daya terbatas, sehingga belum sepenuhnya menjangkau kelompok wanita rentan lainnya.Temuan ini menyarankan bahwa perlindungan pasca-perceraian perlu diarahkan menuju pendekatan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis maqāṣid asy-syarīah untuk memperkuat keadilan sosial dan kemandirian ekonomi wanita.Integrasi nilai-nilai fiqh, tradisi sosial Ḥabāib, dan kebijakan publik yang lebih adaptif adalah kunci untuk membangun sistem perlindungan yang adil dan berkelanjutan.Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model perlindungan sosial yang berbasis nilai-nilai Islam yang relevan dengan konteks masyarakat modern, sekaligus membuka ruang untuk studi perbandingan lintas komunitas untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan spiritual, ekonomi, dan sosial dalam memperkuat ketahanan keluarga setelah perceraian.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan analisis komparatif lintas komunitas untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan spiritual, ekonomi, dan sosial dalam memperkuat ketahanan keluarga setelah perceraian. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengembangan model perlindungan sosial yang berbasis nilai-nilai Islam dan relevan dengan konteks masyarakat modern, dengan mempertimbangkan tantangan dan kebutuhan spesifik komunitas Ḥabāib. Ketiga, studi dapat mengeksplorasi peran dan kontribusi organisasi-organisasi seperti Rābiṭah al-Alawiyyah dalam memperkuat ketahanan keluarga pasca-perceraian, serta strategi-strategi yang mereka terapkan untuk menjembatani kesenjangan antara teori fiqh dan praktik di komunitas Ḥabāib.

  1. The Phenomenon Marriage is Scary: Causal Factors and Efforts Faced by Muslim Communities in Indonesia... journal.iaincurup.ac.id/index.php/alistinbath/article/view/12414The Phenomenon Marriage is Scary Causal Factors and Efforts Faced by Muslim Communities in Indonesia journal iaincurup ac index php alistinbath article view 12414
  2. The Effectiveness of Child Protection Through Marriage Dispensation Policy in Maslāḥah Perspective... doi.org/10.54536/ajsl.v2i2.1395The Effectiveness of Child Protection Through Marriage Dispensation Policy in MaslAuah Perspective doi 10 54536 ajsl v2i2 1395
Read online
File size583.89 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test