STIKESRSHUSADASTIKESRSHUSADA

Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)

Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan peningkatan signifikan gangguan jiwa berat (dari 1,1 permil menjadi 6,6 permil) dan gangguan mental emosional (dari 6,1 permil menjadi 10,1 permil) di DKI Jakarta antara tahun 2013 hingga 2018. Kenaikan tersebut tidak diimbangi dengan layanan kesehatan karena hanya 84,9% pasien yang berobat, dan 51,1% tidak rutin minum obat akibat kurangnya monitoring berkelanjutan oleh petugas kesehatan. Penyegaran kader kesehatan jiwa selama dua hari kerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Kemayoran melibatkan perwakilan tujuh kelurahan, menghasilkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 44%, 89% kader melakukan kunjungan rumah, serta identifikasi masalah utama yang menghambat peran kader, diikuti dengan rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kapasitas kader dan program lintas sektoral guna menciptakan pasien yang produktif dan mandiri.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan dampak positif bagi kader kesehatan jiwa, memperkuat motivasi mereka melalui penyegaran pengetahuan yang mendukung peran sosial dalam proses pemulihan.Koordinasi berkelanjutan antara puskesmas, masyarakat, dan kader perlu ditingkatkan serta memperluas kemitraan lintas sektor.Dengan memperkuat kemitraan tersebut, proses pemulihan ODGJ dapat dipercepat sehingga pasien menjadi mandiri dan produktif.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas modul pelatihan digital bagi kader kesehatan jiwa dalam meningkatkan retensi pengetahuan dan penerapan keterampilan di lapangan, sehingga dapat mengatasi kendala kehadiran fisik dan memperluas jangkauan edukasi. Selain itu, penting untuk menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi kerja sama keluarga dalam kepatuhan minum obat pasien ODGJ, dengan tujuan merancang intervensi yang meningkatkan motivasi keluarga dan mengurangi penolakan terapi. Selanjutnya, evaluasi program rehabilitasi berbasis masyarakat yang melibatkan tim multidisiplin (terapi okupasi, psikoedukasi, dan dukungan sosial) diperlukan untuk menilai dampaknya terhadap produktivitas dan kemandirian pasien ODGJ, serta mengidentifikasi strategi terbaik untuk mempercepat proses pemulihan dan reintegrasi sosial.

Read online
File size319.94 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test