UBHARAUBHARA

INTELEKTUAL (Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi)INTELEKTUAL (Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi)

Pertanian dan ketahanan pangan adalah aspek penting dalam pembangunan negara, yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan petani sebagai aktor utama. Untuk mengoptimalkan kedua aspek ini, pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang memberikan dasar hukum untuk penerapan kebijakan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Pangan menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung ketersediaan pangan, dan inovasi apa yang telah diterapkan oleh pemerintah Desa Kedung Dalem dalam mengembangkan sektor pangan di desanya. Diharapkan kebijakan pemerintah desa dapat memberikan inovasi baru atau ide-ide baru yang mampu memberikan kemajuan dalam pengembangan sektor pangan. Desa Kedung Dalem dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki potensi pertanian yang cukup besar dan mewakili masalah nyata yang dihadapi petani di tingkat lokal. Pemahaman mendalam mengenai penegakan hukum pangan di tingkat desa adalah kunci dalam merancang kebijakan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan petani.

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian tentang kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo dalam pembangunan pertanian komoditas tanaman padi di tahun 2023, kinerja dinas tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu aspek produktivitas, responsibilitas, responsivitas, kualitas layanan, dan akuntabilitas.Dari segi produktivitas, capaian kinerja dinas dalam melakukan peningkatan produktivitas adalah sebesar 99,14% dan dapat dikatakan cukup baik.Selanjutnya, pada aspek responsibilitas, dinas ketahanan pangan telah melakukan perekrutan penyuluh swadaya sesuai dengan yang ditargetkan, yaitu sebanyak 30 orang atau dapat dikatakan baik.Pada aspek responsivitas dan kualitas pelayanan, penyerapan aspirasi dapat dilakukan dengan berbagai cara dan dapat dikatakan cukup efektif, terutama dengan adanya pertemuan langsung antara pihak dinas dengan petani.Sarana dan prasarana pelayanan yang disediakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen dapat dikatakan sudah cukup baik.Pada aspek akuntabilitas, upaya untuk mengukur keberhasilan atau melihat perkembangan atas hasil kerja yang telah dilakukan dinas berupa evaluasi setiap tahun berupa evaluasi program, evaluasi tanaman pangan (padi, jagung, dan kedelai), dan evaluasi alat dan mesin pertanian telah dilaksanakan dengan rutin dan dapat dikatakan baik.Pembangunan pertanian komoditas padi di Kabupaten Sragen masih terdapat beberapa problematika kompleks yang menghambat pembangunan pertanian, antara lain terus berkurangnya lahan untuk bertani, kurang minat kalangan muda untuk terlibat dalam pertanian, ketersediaan pupuk, dan ketidakstabilan harga jual hasil panen.Terlepas dari beberapa permasalahan di atas, peneliti menyimpulkan kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen pada tahun 2016 sudah baik dan diharapkan Kabupaten Sragen kedepannya tetap menjadi daerah lumbung padi nasional.

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengembangkan sektor pangan, penelitian selanjutnya dapat fokus pada inovasi teknologi pertanian yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi petani. Selain itu, studi komparatif antara daerah dengan potensi pertanian yang berbeda dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi terbaik dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Terakhir, penelitian tentang peran dan kontribusi pemuda dalam pertanian dapat dilakukan untuk meningkatkan minat dan keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

Read online
File size227.08 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test