FISIPUNIGAFISIPUNIGA
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan PublikJurnal Pembangunan dan Kebijakan PublikPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Program Kartu Prakerja sebagai kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja di tengah dampak pandemi COVID-19. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, kajian ini menganalisis 500 komentar masyarakat, disertai analisis sentimen media sosial berbasis metode Naive Bayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas persepsi publik terhadap program ini bersifat negatif. Keluhan utama berkaitan dengan kendala teknis, kesenjangan akses digital, konten pelatihan yang tidak relevan, serta minimnya dampak nyata pasca-pelatihan. Hambatan ini diperparah oleh kurangnya peran aktif pemerintah daerah dan ketimpangan literasi digital antarwilayah. Meskipun demikian, sebagian kecil peserta di daerah dengan infrastruktur digital yang baik melaporkan manfaat positif, termasuk peningkatan keterampilan dan modal usaha. Temuan ini menegaskan perlunya reformulasi desain kebijakan, pelibatan pemerintah daerah, dan integrasi pelatihan dengan pasar kerja agar program ini benar-benar inklusif dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan terhadap berbagai dokumen akademik, laporan evaluatif, serta tanggapan publik terhadap Program Kartu Prakerja, dapat disimpulkan bahwa meskipun program ini memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan mengurangi dampak ekonomi akibat pandemi, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan serius.Mayoritas masyarakat menunjukkan sentimen negatif terhadap program ini, terutama karena hambatan teknis, ketidaksesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan riil, serta minimnya dampak nyata dalam hal peningkatan kesempatan kerja.Kesenjangan digital dan minimnya peran aktif pemerintah daerah menjadi faktor utama yang menyebabkan program ini belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil dan efektif.Program yang bersifat daring sepenuhnya dinilai tidak inklusif dan cenderung tidak relevan bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses dan literasi digital.Di sisi lain, sebagian kecil peserta merasakan manfaat program dalam bentuk peningkatan keterampilan dan insentif ekonomi, khususnya di wilayah dengan dukungan infrastruktur dan pendampingan yang memadai.Oleh karena itu, agar Program Kartu Prakerja benar-benar mampu mencapai tujuan jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia dan pengurangan pengangguran, diperlukan perbaikan menyeluruh dalam aspek desain kebijakan, pelaksanaan teknis, serta sistem evaluasi dan monitoring.Pelatihan harus dirancang lebih aplikatif dan adaptif terhadap kebutuhan lokal, dan pemerintah daerah harus dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses implementasi.Integrasi dengan sektor industri, pendidikan vokasi, serta mekanisme penyaluran kerja juga perlu diperkuat agar program ini tidak berhenti pada pemberian insentif, melainkan menjadi jembatan nyata menuju kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Untuk meningkatkan efektivitas Program Kartu Prakerja, diperlukan reformulasi desain pelatihan agar lebih aplikatif dan adaptif terhadap kebutuhan lokal. Pemerintah perlu memperkuat infrastruktur dan literasi digital di daerah terpencil, serta melibatkan aktif pemerintah daerah dalam proses pendampingan peserta. Pelatihan harus dirancang lebih interaktif dan berbasis praktik, dengan melibatkan pelaku industri dan UMKM dalam pengembangan materi pelatihan. Selain itu, perlu ada evaluasi program berbasis dampak nyata, dengan indikator keberhasilan yang mencakup serapan kerja, kewirausahaan baru, dan peningkatan pendapatan peserta. Pendekatan program harus bertransformasi menjadi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan, dengan sinergi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan. Program ini juga perlu diintegrasikan dengan sistem penempatan kerja dan inkubasi usaha agar memberikan dampak jangka panjang. Dengan demikian, Program Kartu Prakerja dapat menjadi pilar penting dalam strategi nasional pembangunan sumber daya manusia yang produktif, kompetitif, dan inklusif.
- Efektivitas Kebijakan Pemerintah Tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja... journal.uir.ac.id/index.php/JKP/article/view/9717Efektivitas Kebijakan Pemerintah Tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja journal uir ac index php JKP article view 9717
- Program Kartu Prakerja: Konsepsi dan Implementasi Kebijakan Welfare-to-work di Masa Pandemi Covid-19... doi.org/10.47266/bwp.v5i1.123Program Kartu Prakerja Konsepsi dan Implementasi Kebijakan Welfare to work di Masa Pandemi Covid 19 doi 10 47266 bwp v5i1 123
| File size | 331.09 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSAIDUINSAID Tujuan penelitian ini: 1) mengetahui implementasi strategi pembelajaran daring di era pandemi COVID 19 pada sekolah dasar; 2) mengetahui kesulitan yangTujuan penelitian ini: 1) mengetahui implementasi strategi pembelajaran daring di era pandemi COVID 19 pada sekolah dasar; 2) mengetahui kesulitan yang
Yogya UMBYogya UMB Validasi ahli menunjukkan tingkat validitas tinggi (83,33% dari ahli materi dan 96,66% dari ahli media) dengan kategori sangat valid. Survei praktikalitasValidasi ahli menunjukkan tingkat validitas tinggi (83,33% dari ahli materi dan 96,66% dari ahli media) dengan kategori sangat valid. Survei praktikalitas
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Faktor pendukung meliputi peran aktif institusi formal, dokumen perencanaan jelas, kondisi sosial terbuka, keterlibatan pemimpin agama, dan logika programFaktor pendukung meliputi peran aktif institusi formal, dokumen perencanaan jelas, kondisi sosial terbuka, keterlibatan pemimpin agama, dan logika program
JOURNALSTKIPPGRISITUBONDOJOURNALSTKIPPGRISITUBONDO Penelitian ini berargumen bahwa efektivitas pembiayaan pendidikan berbasis pusaka bergantung tidak hanya pada desain keuangan, tetapi juga pada konfigurasiPenelitian ini berargumen bahwa efektivitas pembiayaan pendidikan berbasis pusaka bergantung tidak hanya pada desain keuangan, tetapi juga pada konfigurasi
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Menggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi non‑partisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi antara AprilMenggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi non‑partisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi antara April
UNYUNY Dengan membiasakan siswa selalu melakukan kegiatan BR3T secara rutin, kedisiplinan siswa perlahan tumbuh dengan sendirinya, dapat terbukti bahwa kondisiDengan membiasakan siswa selalu melakukan kegiatan BR3T secara rutin, kedisiplinan siswa perlahan tumbuh dengan sendirinya, dapat terbukti bahwa kondisi
PETIERPETIER Instrumen tes numerasi ini dianggap layak digunakan oleh siswa pesantren dengan bias gender yang minimal. Berdasarkan analisis, instrumen pengujian kemampuanInstrumen tes numerasi ini dianggap layak digunakan oleh siswa pesantren dengan bias gender yang minimal. Berdasarkan analisis, instrumen pengujian kemampuan
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Mamuju. Waktu penelitian bulan Juni 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 sebanyak 27 siswa , kelas 5 sebanyak 30 siswa dan kelas 6 sebanyakMamuju. Waktu penelitian bulan Juni 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 sebanyak 27 siswa , kelas 5 sebanyak 30 siswa dan kelas 6 sebanyak
Useful /
UNYUNY Metodenya antara lain: pengamalan kode kehormatan pramuka pada setiap kegiatan; kegiatan belajar sambil melakukan, berkelompok, bekerja sama, dan berkompetisi;Metodenya antara lain: pengamalan kode kehormatan pramuka pada setiap kegiatan; kegiatan belajar sambil melakukan, berkelompok, bekerja sama, dan berkompetisi;
UNYUNY Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perbandingan pemikiran pendidikan karakter antara Ki Hajar Dewantara dan John Dewey memiliki banyak kesamaanKesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perbandingan pemikiran pendidikan karakter antara Ki Hajar Dewantara dan John Dewey memiliki banyak kesamaan
UNYUNY Artikel ini menyarankan integrasi pendidikan aqidah dengan teori psikologi, khususnya behaviorisme, melalui tiga tahap: pemahaman, kasih, dan praktik nilaiArtikel ini menyarankan integrasi pendidikan aqidah dengan teori psikologi, khususnya behaviorisme, melalui tiga tahap: pemahaman, kasih, dan praktik nilai
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Sampel berjumlah 32 ibu pasca melahirkan diambil dengan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok intervensi, yaitu kelompok yang diberikanSampel berjumlah 32 ibu pasca melahirkan diambil dengan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok intervensi, yaitu kelompok yang diberikan