POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU

Jurnal Sanitasi Profesional IndonesiaJurnal Sanitasi Profesional Indonesia

Anak sekolah yang merupakan salah satu sasaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di institusi pendidikan dan perlu mendapatkan perhatian disamping populasi anak usia sekolah dalam suatu komunitas cukup besar. Peranan perilaku terhadap tingkat kesehatan, maka penggalakkan pola hidup sehat pada tatanan siswa SD sangat diperlukan PHBS sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Bone-Bone Pantai Desa Bambu Kec.Mamuju. Waktu penelitian bulan Juni 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 sebanyak 27 siswa , kelas 5 sebanyak 30 siswa dan kelas 6 sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan serta alat tulis dan menyajikan data dalam bentuk tabel dan narasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak sekolah dasar memiliki tingkat pengetahuan tinggi tentang PHBS Baik 93,1%, sikap siswa sekolah dasar tentang PHBS baik 94,3% dan tindakan siswa sekolah dasar kategori memenuhi syarat 91,1%.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat siswa SD Bone-Bone Pantai baik dari segi pengetahun masyarakat sudah mencapai 93,1%, sikap mencapai 94,3 dan tindakan sudah mencapai 91,9 %.

Berdasarkan temuan penelitian yang menunjukkan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan PHBS yang umumnya baik pada siswa SD, namun dengan beberapa area yang masih perlu perhatian khusus seperti perilaku menggosok gigi dan pemilihan jajanan sehat, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk melakukan penelitian kualitatif mendalam, mungkin melalui wawancara dan observasi partisipatif dengan siswa, guru, dan orang tua, untuk mengungkap alasan mendasar di balik kesenjangan antara pengetahuan umum PHBS yang tinggi dengan praktik spesifik yang masih rendah, seperti mengapa hanya sebagian kecil siswa yang memahami pentingnya menyikat gigi dengan benar atau memilih jajanan sehat di lingkungan sekolah. Penelitian ini dapat mengidentifikasi hambatan praktis, persepsi, atau pengaruh sosial yang mungkin menghambat penerapan PHBS secara konsisten. Kedua, sebagai kelanjutan dari pemahaman mendalam tersebut, riset selanjutnya bisa berfokus pada pengembangan dan evaluasi program intervensi berbasis sekolah yang lebih terstruktur. Ini bisa berupa uji coba intervensi pendidikan kesehatan yang melibatkan modul pembelajaran interaktif tentang kebersihan gigi atau gizi seimbang, serta pelibatan aktif orang tua melalui lokakarya, untuk kemudian mengukur efektivitasnya secara kuantitatif melalui desain quasi-eksperimen dalam meningkatkan praktik PHBS yang spesifik. Terakhir, untuk memahami keberlanjutan perilaku sehat, sebuah studi longitudinal akan sangat berharga. Penelitian ini dapat melacak perkembangan praktik PHBS siswa yang sama selama beberapa tahun, misalnya hingga mereka memasuki jenjang sekolah menengah pertama, guna mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberlangsungan PHBS dalam jangka panjang. Hasilnya akan memberikan wawasan krusial untuk merancang program PHBS yang tidak hanya efektif tetapi juga berkelanjutan dan relevan seiring dengan pertumbuhan anak.

Read online
File size572.67 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test