YARSIYARSI

Jurnal Kedokteran YARSIJurnal Kedokteran YARSI

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurut Riskesdas 2018, 30,8% anak balita atau satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting. Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STHs) adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit usus dari golongan nematoda usus yang ditularkan melalui tanah. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kartini di Pekanbaru, prevalensi infeksi cacing STHs pada anak balita adalah 12,7%. Penelitian terhadap infeksi cacing pada anak lebih banyak pada anak usia sekolah dasar daripada usia balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan infeksi cacing terhadap kejadian stunting pada balita di 2 lokus stunting wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Kampar. Penelitian dengan menggunakan metode cross sectional ini dilakukan di desa Ranah Singkuang dan desa Pulau Jambu. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian dilakukan dengan pemeriksaan antropometri dan pemeriksaan feses metode direct smear. Metode analisis dengan uji Chi-Square. Dari 80 anak yang dapat diperiksa, sebanyak 27 anak menderita stunting (33,8%) dan 15 anak positif infeksi cacing (18,8%). Jenis cacing yang dominan adalah T. trichiura (8,8%). Hasil uji Chi‑Square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara infeksi cacing dan stunting pada balita.

Prevalensi stunting di dua lokus Puskesmas Kampar adalah 33,8 % dan infeksi helminth sebesar 18,8 %.Analisis tidak menemukan hubungan signifikan antara stunting dan infeksi helminth pada balita (p = 0.

Berdasarkan latar belakang stunting masih tinggi di wilayah Kampar, maka perlu dilakukan studi kohort longitudinal mengikuti balita dari 0‑59 bulan untuk meneliti hubungan sebab akibat antara infeksi helminth dan stunting selama 24 bulan pertama, sekaligus menilai faktor risiko lingkungan dan peran nutrisi. Selanjutnya, penelitian intervensi acak terkontrol dapat membandingkan efektivitas tablet albendazole, mebendazole, dan kombinasi keduanya bersama suplementasi zat besi terhadap penurunan prevalensi stunting, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi terapi preventif optimal. Penelitian tambahan juga diperlukan untuk mengeksplorasi peran sanitasi, pendidikan kesehatan orang tua, dan kondisi sosial‑ekonomi sebagai mediator antara infeksi helminth dan status gizi, agar kebijakan lokal dapat menargetkan intervensi multi‑disipliner secara tepat sasaran.

Read online
File size210.48 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test