YARSIYARSI

Jurnal Kedokteran YARSIJurnal Kedokteran YARSI

Kualitas tidur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi lingkungan, kondisi tubuh, aktivitas fisik, dan gaya hidup. Mahasiswa kedokteran lebih cenderung menderita kualitas tidur yang buruk dibandingkan dengan mahasiswa lainnya. Kualitas tidur yang buruk dapat dikaitkan dengan masalah emosional seperti kecemasan. Mahasiswa kepaniteraan klinik merupakan salah satu populasi yang rentan terhadap kualitas tidur yang buruk dan terjadinya kecemasan. Namun, penelitian terkait masih minim ditemukan. Desain penelitian ini berupa deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectiona. Kualitas tidur pada responden akan dinilai menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sedangkan tingkat kecemasan pada responden dinilai menggunakan kuesioner Beck Anxiety Inventory (BAI). Partisipan daam penelitian ini sebanyak 10 orang dengan usia rata-rata 22,63 tahun. Mayoritas responden adalah perempuan, atau 78 (75%) orang. Kualitas tidur sebagian besar responden adalah baik yaitu sebanyak 61 (58,7%) orang. Tingkat kecemasan yang dialami mayoritas responden berada daam kategori rendah yaitu sebanyak 94 (90,4%) orang. Terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,009) antara kualitas tidur dan tingkat kecemasan dengan kekuatan korelasi lemah dan arah korelasi positif (r = 0,254).

Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa kepaniteraan klinik FK Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.Diperlukan penelitian lanjutan dengan meningkatkan jumlah sampel penelitian atau melibatkan variabel lain sehingga didapatkan hasil yang lebih komprehensif untuk menunjang data secara menyeluruh sehingga dapat dirumuskan kebijakan strategis terkait penurunan tingkat kecemasan di masyarakat pada mahasiswa khususnya kualitas tidur.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih besar dan menyeluruh untuk mengkonfirmasi hubungan sebab-akibat antara kualitas tidur dan kecemasan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan variabel lain seperti gaya hidup, beban akademik, dan faktor sosial-ekonomi untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kualitas tidur dan kecemasan pada mahasiswa kepaniteraan klinik. Dengan demikian, data yang diperoleh dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan strategis yang efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi tingkat kecemasan di kalangan mahasiswa.

  1. HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN CBT PADA MAHASISWA... doi.org/10.33024/jikk.v7i3.2931HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN CBT PADA MAHASISWA doi 10 33024 jikk v7i3 2931
Read online
File size260.52 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test