DWCUDWCU

GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat KeilahianGEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian

Resensi ini membahas buku Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry karya J.B. Banawiratma, yang mengulas integrasi antara pemberdayaan jemaat dan teologi praktis, suatu topik yang masih jarang ditemukan dalam literatur di Indonesia. Buku ini menggunakan pendekatan appreciative inquiry untuk melihat potensi positif yang dapat dimanfaatkan dari permasalahan. Upaya Banawiratma ini merupakan kontribusi penting dalam diskursus teologi praktis, menawarkan perspektif yang fokus pada penguatan kapasitas dan pengembangan potensi positif, berbeda dengan pendekatan problem solving.

Banawiratma dalam mengintegrasikan appreciative inquiry dengan teologi praktis dinilai sebagai kontribusi positif dan kreatif dalam diskursus serta praksis kedua bidang tersebut.Pendekatan appreciative inquiry ini menawarkan alternatif berharga dari metode pemecahan masalah yang umum digunakan, dengan fokus pada penguatan potensi positif.Buku ini juga mendorong refleksi lebih lanjut mengenai peluang masa depan dalam mengimplementasikan integrasi ini untuk pemberdayaan yang lebih luas.

Mengingat pentingnya integrasi antara pemberdayaan jemaat dan teologi praktis melalui pendekatan appreciative inquiry yang diulas dalam buku ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan relevan untuk ditelusuri. Salah satu ide penelitian adalah untuk mengkaji secara empiris bagaimana appreciative inquiry benar-benar diterapkan dan bekerja di berbagai komunitas gereja di Indonesia, dengan segala perbedaan denominasi dan latar belakang budayanya. Kita perlu memahami apakah metode ini dapat diadaptasi secara efektif dalam konteks lokal yang beragam, dan tantangan praktis apa saja yang mungkin muncul saat diterapkan di lapangan. Penelitian ini bisa berbentuk studi kasus mendalam yang mengamati beberapa jemaat yang telah mencoba pendekatan ini. Ide penelitian selanjutnya adalah menyelidiki dampak konkret dari teologi praktis yang berlandaskan appreciative inquiry terhadap kehidupan dan dinamika jemaat. Misalnya, apakah jemaat yang menerapkan pendekatan positif ini menunjukkan peningkatan dalam partisipasi anggotanya, perkembangan spiritual yang lebih kuat, atau bahkan cara yang lebih efektif dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, dibandingkan dengan jemaat yang masih menggunakan cara-cara lama yang cenderung fokus pada masalah? Sebuah studi perbandingan atau pengamatan jangka panjang akan sangat berharga untuk memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Terakhir, karena buku ini menekankan pemberdayaan diri, penting untuk mengembangkan dan mengevaluasi model pelatihan yang paling sesuai agar para pemimpin dan anggota jemaat awam dapat dengan mudah menguasai dan menerapkan prinsip-prinsip appreciative inquiry dalam kegiatan sehari-hari gereja mereka. Penelitian ini akan membantu menciptakan program yang praktis dan dapat direplikasi, memastikan bahwa semangat pemberdayaan melalui perspektif positif ini dapat tersebar luas dan berkelanjutan di seluruh penjuru.

  1. Resensi Buku : Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry | GEMA TEOLOGIKA:... doi.org/10.21460/gema.2026.111.1551Resensi Buku Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry GEMA TEOLOGIKA doi 10 21460 gema 2026 111 1551
Read online
File size331.65 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test