YARSIYARSI

Jurnal Kedokteran YARSIJurnal Kedokteran YARSI

Latar belakang: Konsumsi alkohol dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung. Floret pisang raja memiliki sifat antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel-sel lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak floret pisang raja terhadap gambaran histopatologi lambung tikus wistar yang diberi etanol 40%. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Post-test only group design. Sampel terdiri dari 30 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu K- diberi makan dan minum standar, kelompok K diberi aquadest plasebo 1,8ml/200g/hari setelah 60 menit diberi etanol 40% 1,8ml/200g/hari, kelompok P1, P2, dan P3 diberi ekstrak floret dengan dosis (140mg/kg BB, 280mg/kg BB, dan 560mg/kg BB) dan setelah 60 menit diberi etanol 40%. Perlakuan dilakukan selama 30 hari, kemudian sampel dihentikan untuk diamati perbesaran mikroskopis histopatologis 400x dan dianalisis dengan kriteria Barthel-Manja. Data dianalisis menggunakan Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil: Rerata kerusakan mukosa lambung pada kelompok K-, K , P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 1,03±0,26, 1,46±0,27, 1,40±0,56, 1,46±0,32, 1,83±0,26. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,02). Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan yang nyata pada kelompok K- dan K , K , dan P3, sedangkan pada kelompok K dan P1, P2 tidak menunjukkan signifikansi. Kesimpulan: Dosis 140mg/kg BB, 280mg/kg BB, dan 560mg/kg BB tidak dapat mencegah kerusakan lambung tikus Wistar yang diberi etanol 40%.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak floret pisang raja pada dosis 140 mg/kg, 280 mg/kg, dan 560 mg/kg tubuh tidak mampu mencegah kerusakan mukosa lambung pada tikus Wistar yang diberikan etanol 40%.Karena tidak ada perbedaan yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol positif, ekstrak tersebut tidak memiliki efek gastroprotektif pada kondisi etanol tersebut.

Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi dosis intermedia antar 140–560 mg/kg untuk menentukan titik optimal efek gastroprotektif ekstrak floret pisang. Selanjutnya, studi tersebut dapat dilanjutkan dengan kuantifikasi komponennya (seperti quercetin) untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta menggunakan model toksisitas LD50 untuk memastikan keamanan jangka panjang. Di samping itu, menguji kombinasi ekstrak floret dengan agen antioksidan lain dapat membuka potensi sinergi dalam melindungi mukosa lambung dari kerusakan etanol.

Read online
File size437.11 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test