PETIERPETIER

Psychology, Evaluation, and Technology in Educational ResearchPsychology, Evaluation, and Technology in Educational Research

Kemampuan numerasi merupakan aspek penting dalam struktur matematika, dan siswa pesantren tidak terkecuali. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bias gender dalam penilaian numerasi di pesantren Islam. Penelitian deskriptif eksploratori dengan pendekatan kuantitatif menggunakan tes numerasi yang terdiri dari 25 soal berupa mencocokkan, pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, dan uraian. Subjek penelitian melibatkan 383 siswa di Jawa Barat yang berasal dari empat pesantren di empat kabupaten. Analisis kuantitatif menggunakan Item Response Theory (IRT) diikuti dengan analisis Differential Item Functioning (DIF) menggunakan metode Mantel‑Haenzel. Hasil menunjukkan instrumen memenuhi standar validitas dan reliabilitas, model fit yang dipilih adalah GPCM, dan analisis DIF mengidentifikasi satu soal (nomor 21) yang menunjukkan bias gender. Instrumen tes numerasi ini dianggap layak digunakan oleh siswa pesantren dengan bias gender yang minimal.

Berdasarkan analisis, instrumen pengujian kemampuan numerasi siswa menunjukkan validitas dan reliabilitas yang memenuhi standar penilaian.Model GPCM yang dipilih serta uji asumsi IRT terbukti sesuai, dan analisis DIF dengan metode Mantel‑Haenzel mengidentifikasi satu butir soal yang menunjukkan bias gender.Oleh karena itu, instrumen ini dianggap layak untuk digunakan dalam penilaian di pesantren guna meminimalkan bias gender.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti sejauh mana bias gender muncul pada mata pelajaran lain di pesantren, seperti bahasa Indonesia dan ilmu pengetahuan alam, dengan membandingkan hasil antar daerah untuk memperoleh gambaran umum bias gender di tingkat pesantren nasional. Selanjutnya, perlu dilakukan pengembangan dan uji coba instrumen numerasi yang telah direvisi setelah menghilangkan soal yang bias, guna menilai peningkatan keadilan gender serta efeknya terhadap validitas dan reliabilitas secara keseluruhan. Selain itu, sebuah studi longitudinal dapat digagas untuk mengeksplorasi pengaruh metode pengajaran dan gender guru terhadap bias gender dalam penilaian, sehingga dapat memberikan rekomendasi pedagogis yang mendukung penilaian yang lebih adil dan inklusif di lingkungan pesantren.

  1. Pentingnya Evaluasi Program di Institusi Pendidikan: Sebuah Pengantar, Pengertian, Tujuan dan Manfaat... ejournal.uksw.edu/scholaria/article/view/13Pentingnya Evaluasi Program di Institusi Pendidikan Sebuah Pengantar Pengertian Tujuan dan Manfaat ejournal uksw edu scholaria article view 13
  2. ANALISIS KARAKTERISTIK SOAL UJIAN SEKOLAH HASIL MUSYAWARAH GURU MATEMATIKA DI TASIKMALAYA | Bahar | AKSIOMA:... ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/matematika/article/view/4359ANALISIS KARAKTERISTIK SOAL UJIAN SEKOLAH HASIL MUSYAWARAH GURU MATEMATIKA DI TASIKMALAYA Bahar AKSIOMA ojs fkip ummetro ac index php matematika article view 4359
  3. Sampling Methods - Andrea E. Berndt, 2020. sampling methods andrea berndt skip main content intended... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0890334420906850Sampling Methods Andrea E Berndt 2020 sampling methods andrea berndt skip main content intended journals sagepub doi 10 1177 0890334420906850
  4. Classical Test Theory and Item Response Theory - The Wiley Handbook of Psychometric Testing - Wiley Online... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9781118489772.ch2Classical Test Theory and Item Response Theory The Wiley Handbook of Psychometric Testing Wiley Online onlinelibrary wiley doi 10 1002 9781118489772 ch2
  5. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/aca0000287APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 aca0000287
Read online
File size459.69 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test