MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan kerja yang signifikan bagi perawat di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kejadian LBP terhadap produktivitas kerja perawat. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dari berbagai jurnal yang relevan menggunakan metode PRISMA, dengan sumber data dari Google, PubMed, dan Semantic Scholar, menggunakan artikel berdesain cross-sectional tahun 2019-2024 yang dinilai kualitasnya menggunakan metode Joanna Briggs Institute (JBI). Sebanyak tujuh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kejadian LBP meliputi posisi kerja yang tidak ergonomis, pengangkatan pasien, berdiri terlalu lama, beban kerja berlebih, durasi kerja yang panjang, dan rotasi shift kerja. Selain itu, faktor psikososial seperti stres kerja, dukungan sosial, dan kepuasan kerja turut berkontribusi pada kejadian LBP. Dampak LBP terhadap produktivitas perawat meliputi meningkatnya absensi kerja, penurunan efisiensi kerja, serta gangguan pada kualitas pelayanan. LBP juga meningkatkan risiko kesalahan kerja akibat penurunan fokus dan konsentrasi. Upaya pencegahan LBP pada perawat dapat dilakukan melalui penerapan prinsip ergonomi, pengelolaan beban kerja, serta pemberian pelatihan teknik pengangkatan pasien yang aman.

Low Back Pain (LBP) secara signifikan memengaruhi produktivitas kerja perawat, baik secara langsung maupun tidak langsung.Secara langsung, LBP mengurangi kemampuan fisik perawat dalam menjalankan tugas-tugas yang membutuhkan mobilitas, seperti mengangkat pasien, membungkuk, atau berdiri lama.Ketidaknyamanan dan rasa sakit yang lebih dialami menyebabkan perawat lambat dalam menyelesaikan tugas, meningkatkan risiko absensi kerja, dan menurunkan kualitas pelayanan kepada pasien.Secara tidak langsung, aspek psikososial seperti stres kerja, fear-avoidance beliefs, dan ketidakpuasan, turut memperburuk dampak LBP terhadap produktivitas.Ketakutan akan aktivitas fisik yang memicu nyeri cenderung menyebabkan perawat menghindari tugas-tugas tertentu, sehingga produktivitas dan efisiensi kerja menurun.Faktor-faktor seperti masa kerja, jam kerja panjang, posisi kerja yang tidak ergonomis, dan tuntutan pekerjaan berat di unit tertentu, seperti IGD atau ICU, memperparah prevalensi LBP.Oleh karena itu, penting bagi institusi kesehatan untuk menerapkan program pencegahan dan manajemen LBP, termasuk pelatihan ergonomi, pengurangan jam kerja berlebih, serta dukungan psikologis untuk memitigasi dampak LBP terhadap produktivitas kerja perawat.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar rumah sakit lebih memperhatikan faktor ergonomi dan psikososial dalam manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi perawat. Penerapan pelatihan ergonomi, rotasi kerja yang lebih seimbang, serta penyediaan alat bantu untuk mengurangi beban fisik dapat membantu menekan prevalensi Low Back Pain (LBP). Selain itu, pendekatan peningkatan manajemen stres dan dukungan psikososial juga perlu diterapkan guna meningkatkan kesejahteraan perawat dan produktivitas kerja mereka. Upaya preventif seperti edukasi gaya hidup sehat, termasuk pengurangan kebiasaan merokok, juga dapat menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko LBP.

  1. Occupational back pain in Iranian nurses: an epidemiological study | British Journal of Nursing. occupational... magonlinelibrary.com/doi/10.12968/bjon.2006.15.17.21904Occupational back pain in Iranian nurses an epidemiological study British Journal of Nursing occupational magonlinelibrary doi 10 12968 bjon 2006 15 17 21904
Read online
File size257.74 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test