UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Sindrom koroner kronis merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global yang berkaitan erat dengan obesitas sentral. Rasio lingkar perut terhadap tinggi badan (waist-to-height ratio/WHtR) merupakan indikator antropometri sensitif untuk mendeteksi distribusi lemak visceral dan risiko kardiometabolik. Sementara itu, kapasitas fungsional dapat dinilai melalui tes jalan 6 menit (6MWT), yang mencerminkan kemampuan pasien dalam beraktivitas sehari-hari. Namun, masih sedikit penelitian yang mengkaji hubungan WHtR dan 6MWT pada pasien sindrom koroner kronis (SKK). Tujuan: Mengetahui hubungan antara WHtR dan hasil 6MWT pada pasien Sindrom koroner kronis di RS Hj. Bunda Halimah Kota Batam.

Penelitian ini membuktikan bahwa Rasio Lingkar Perut-Tinggi Badan (WHtR) merupakan indikator antropometri yang valid untuk menilai obesitas sentral dan risiko kardiometabolik pada pasien Sindrom Koroner Kronis.Hasil menunjukkan korelasi negatif yang signifikan antara WHtR dengan tes jalan 6 menit (6MWT) (r = -0,719.p < 0,001), di mana peningkatan WHtR berkaitan dengan penurunan kapasitas fungsional pasien.Temuan ini menguatkan peran WHtR sebagai alat prediksi sederhana yang dapat diintegrasikan dalam skrining klinis rutin untuk memantau progresi penyakit dan respons terapi.

Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan desain longitudinal yang melibatkan sampel lebih besar dan beragam secara geografis untuk memantau perubahan WHtR serta kapasitas fungsional selama periode waktu yang lebih panjang, sehingga dapat menilai hubungan kausal antara kedua variabel pada populasi pasien sindrom koroner kronis. Selanjutnya, uji coba intervensi yang menggabungkan program penurunan lingkar perut melalui diet terkontrol dan latihan fisik khusus dalam rangka rehabilitasi jantung dapat dievaluasi efeknya terhadap peningkatan jarak tempuh pada tes 6 menit, memberikan bukti praktik klinis yang lebih kuat. Selain itu, penelitian eksploratif yang memanfaatkan perangkat wearable untuk merekam pola aktivitas fisik harian serta asupan makanan dapat mengidentifikasi faktor-faktor perilaku yang memoderasi hubungan WHtR dan 6MWT, sehingga membantu merumuskan strategi pencegahan personalisasi bagi pasien dengan risiko tinggi.

  1. Uji Jalan 6 Menit (UJ6M) pada Pasien Pasca Sindrom Koroner Akut | Indonesian Journal of Cardiology. uji... ijconline.id/index.php/ijc/article/view/913Uji Jalan 6 Menit UJ6M pada Pasien Pasca Sindrom Koroner Akut Indonesian Journal of Cardiology uji ijconline index php ijc article view 913
  2. Lymphangioma Cavernosum with a Rare Location. lymphangioma cavernosum rare location next article journal... mdpi.com/2077-0383/11/6/1643Lymphangioma Cavernosum with a Rare Location lymphangioma cavernosum rare location next article journal mdpi 2077 0383 11 6 1643
  3. The European Society of Cardiology 2024 Guidelines on Chronic Coronary Syndromes: A Critical Appraisal.... doi.org/10.3390/jcm14041161The European Society of Cardiology 2024 Guidelines on Chronic Coronary Syndromes A Critical Appraisal doi 10 3390 jcm14041161
Read online
File size332.61 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test