MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan dan pangan bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren prevalensi stunting di Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, dari tahun 2020 hingga 2022 serta distribusi spasialnya berdasarkan tingkat keparahan di masing-masing desa. Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder dari laporan kesehatan Puskemas Ambalawi serta pemetaan spasial untuk mengidentifikasi pola penyebaran stunting dan tren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka stunting di Kecamatan Ambalawi mengalami peningkatan dari 219 balita pada tahun 2020 menjadi 317 balita pada tahun 2022. Wilayah Nipa dan Rite secara konsisten berada dalam kategori stunting tinggi, sementara beberapa desa mengalami perubahan status, seperti Tolowata yang membaik dari kategori sedang ke rendah, dan Talapiti yang mengalami peningkatan dari kategori rendah ke sedang. Faktor utama yang berkontribusi terhadap stunting di wilayah ini meliputi keterbatasan akses layanan kesehatan, pola konsumsi makanan yang kurang bergizi, kondisi sosial-ekonomi, serta sanitasi yang belum memadai. Penelitian ini menekankan perlunya intervensi yang lebih efektif dan berbasis wilayah untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan, terutama di desa-desa dengan prevalensi tinggi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa angka stunting di Kecamatan Ambalawi meningkat dari 219 balita pada tahun 2020, 233 anak pada tahun 2021, menjadi 317 balita pada tahun 2022.Desa Nipa dan Rite memiliki prevalensi stunting yang tinggi selama periode tersebut, sementara desa Tolowata menunjukkan perbaikan, dan Talapiti mengalami peningkatan angka stunting.Faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap stunting meliputi kondisi sosial-ekonomi yang rendah, praktik pemberian makan yang kurang tepat, kesehatan ibu kurang optimal, dan terbatasnya akses layanan kesehatan, serta sanitasi dan akses air bersih yang buruk.

Untuk menekan angka stunting secara efektif, diperlukan pendekatan multidimensi yang melibatkan berbagai sektor. Pertama, perlu ada intervensi pendidikan gizi yang lebih intensif bagi ibu hamil dan menyusui, agar mereka memahami pentingnya gizi seimbang dan praktik pengasuhan yang sehat. Kedua, akses layanan kesehatan dasar harus ditingkatkan, terutama di daerah terpencil seperti Nipa dan Rite, dengan menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai dan tenaga medis yang responsif. Ketiga, program peningkatan sanitasi dan akses air bersih harus menjadi prioritas, terutama di desa-desa dengan sanitasi yang buruk, seperti Rite dan Nipa, untuk mengurangi risiko infeksi dan diare kronis pada anak-anak. Dengan pendekatan ini, diharapkan angka stunting di Kecamatan Ambalawi dapat diturunkan secara signifikan dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Read online
File size379.97 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test