POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA
KIAKIAIndonesia mencatat salah satu persentase tertinggi secara global dalam stunting pada anak, sebagian besar disebabkan oleh defisiensi nutrisi kronis yang dimulai sebelum konsepsi. Kondisi kesehatan dan status gizi wanita usia subur sebelum pernikahan meningkatkan risiko kelainan kehamilan dan stunting pada anak. Penelitian ini meneliti faktor pendukung partisipasi pasangan pra-pernikahan dalam perawatan pra-konsepsi sebagai strategi pencegahan stunting. Melalui studi cross‑sectional dengan 61 pasangan, analisis univariate, bivariate, dan regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap positif, dan dukungan sosial masing‑masing signifikan mempengaruhi partisipasi. Pasangan dengan pengetahuan baik berpeluang 4,3 kali lebih tinggi untuk berpartisipasi, sedangkan sikap positif dan dukungan sosial kuat meningkatkan partisipasi secara signifikan. Hasil ini menegaskan pentingnya promosi kesehatan dini dan intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan kesiapan reproduksi dan pencegahan stunting sejak awal.
Pengetahuan, sikap positif, dan dukungan sosial adalah faktor utama yang memengaruhi partisipasi pasangan pra‑pernikahan dalam perawatan pra‑konsepsi.Pasangan dengan pengetahuan baik memiliki peluang yang jauh lebih tinggi untuk berpartisipasi, menunjukkan peran krusial informasi kesehatan awal.Oleh karena itu, kebijakan nasional harus memperkuat integrasi perawatan pra‑konsepsi dalam administrasi pernikahan serta memperkuat peran pemimpin komunitas dan keluarga sebagai agen edukasi.
Untuk menguatkan upaya pencegahan stunting, penelitian masa depan dapat mengeksplorasi pertanyaan apakah pendekatan berbasis digital, seperti aplikasi mobile edukasi kesehatan, dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi pasangan pra‑pernikahan dibandingkan metode tradisional; apakah model pelatihan terintegrasi antara tenaga kesehatan, pemimpin desa, dan lembaga keagamaan dapat memperluas jangkauan dan efektivitas program perawatan pra‑konsepsi dalam konteks masyarakat pedesaan yang masih memiliki literasi kesehatan rendah; serta apakah penambahan insentif berbasis komunitas, contohnya voucher kesehatan atau pengakuan sosial bagi pasangan yang aktif mengikuti program, dapat menstimulasi tingkat partisipasi secara signifikan, dengan melaksanakan studi eksperimental yang mencakup faktor-faktor sosial budaya dan akses layanan kesehatan yang beragam.
| File size | 384.6 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Kelompok intervensi mengonsumsi kapsul nanopartikel 500 mg tiga kali sehari bersamaan dengan tablet Fe 6 mg per hari selama 14 hari, sementara kelompokKelompok intervensi mengonsumsi kapsul nanopartikel 500 mg tiga kali sehari bersamaan dengan tablet Fe 6 mg per hari selama 14 hari, sementara kelompok
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Penelitian masa depan harus memeriksa efektivitas intervensi terintegrasi yang menggabungkan pendidikan gizi, promosi kebersihan, dan strategi keterlibatanPenelitian masa depan harus memeriksa efektivitas intervensi terintegrasi yang menggabungkan pendidikan gizi, promosi kebersihan, dan strategi keterlibatan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA peningkatan Hb rata‑rata lebih besar (0,738 g/dL vs 0,313 g/dL). Efek sinergis antara besi dan vitamin C dalam jus jambu merah memperkuat penyerapanpeningkatan Hb rata‑rata lebih besar (0,738 g/dL vs 0,313 g/dL). Efek sinergis antara besi dan vitamin C dalam jus jambu merah memperkuat penyerapan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Secara teoritis, temuan ini memperkaya tubuh bukti yang berkembang tentang jalur neurobiologis yang menghubungkan stimulasi pendengaran dan regulasi afektif,Secara teoritis, temuan ini memperkaya tubuh bukti yang berkembang tentang jalur neurobiologis yang menghubungkan stimulasi pendengaran dan regulasi afektif,
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Pernikahan dini masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan seperti Kecamatan Cibalong, Tasikmalaya. Meskipun telah dilakukanPernikahan dini masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan seperti Kecamatan Cibalong, Tasikmalaya. Meskipun telah dilakukan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Mortalitas maternal tetap menjadi tantangan kesehatan publik yang signifikan secara global. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 287.000 kematianMortalitas maternal tetap menjadi tantangan kesehatan publik yang signifikan secara global. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 287.000 kematian
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Rata-rata jarak AB, AD, CB, dan CD secara konsisten lebih pendek pada kelompok CPD (rata-rata ~5,7-5,8 cm) dibandingkan dengan kelompok kontrol (rata-rataRata-rata jarak AB, AD, CB, dan CD secara konsisten lebih pendek pada kelompok CPD (rata-rata ~5,7-5,8 cm) dibandingkan dengan kelompok kontrol (rata-rata
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 72 responden yang dibagi menjadi kelompok teknik relaksasi pernapasan dalamTeknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 72 responden yang dibagi menjadi kelompok teknik relaksasi pernapasan dalam
Useful /
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Labor pada fase aktif sering disertai rasa sakit dan kecemasan, yang dapat memperpanjang proses dan memengaruhi hasil. Penelitian kuasi-eksperimental iniLabor pada fase aktif sering disertai rasa sakit dan kecemasan, yang dapat memperpanjang proses dan memengaruhi hasil. Penelitian kuasi-eksperimental ini
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Kedua intervensi, kurma dan kue kacang hijau, secara bersama‑sama meningkatkan kadar hemoglobin pada wanita hamil anemik. Namun, kurma menghasilkan peningkatanKedua intervensi, kurma dan kue kacang hijau, secara bersama‑sama meningkatkan kadar hemoglobin pada wanita hamil anemik. Namun, kurma menghasilkan peningkatan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA The mean labor pain score decreased from 8. 58 (SD = 0. 94) before the intervention to 7. 25 (SD = 1. 38) after, with a statistically significant differenceThe mean labor pain score decreased from 8. 58 (SD = 0. 94) before the intervention to 7. 25 (SD = 1. 38) after, with a statistically significant difference
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Ibu dengan BMI kurang dan berlebih keduanya berhubungan dengan prevalensi anemia yang meningkat (p < 0,05; r = 0,275), menunjukkan bahwa nilai BMI ekstremIbu dengan BMI kurang dan berlebih keduanya berhubungan dengan prevalensi anemia yang meningkat (p < 0,05; r = 0,275), menunjukkan bahwa nilai BMI ekstrem