POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

KIAKIA

Anemia pada remaja perempuan sering dipicu oleh perdarahan menstruasi, yang dapat memicu penurunan kadar hemoglobin (Hb) dan rasa sakit menyakitkan (dysmenorrhea). Sukma jendela ginger merah (Zingiber officinale var. rubrum) mengandung gingerol, flavonoid, vitamin C, dan zat besi, yang dapat meningkatkan absorpsi besi dan menurunkan peradangan. Penelitian eksperimental ini mengevaluasi pengaruh kapsul nanopartikel ginger merah dalam meningkatkan Hb dan mengurangi intensitas dysmenorrhea pada 30 remaja dengan anemia ringan. Kelompok intervensi mengonsumsi kapsul nanopartikel 500 mg tiga kali sehari bersamaan dengan tablet Fe 6 mg per hari selama 14 hari, sementara kelompok kontrol hanya menggunakan tablet Fe. Hasilnya, Hb meningkat signifikan pada kelompok intervensi dari 11,3 ± 0,3 g/dL menjadi 14,7 ± 0,4 g/dL (Δ =  3,4 g/dL, p < 0,001), sedangkan kelompok kontrol meningkat menjadi 12,8 ± 0,5 g/dL (Δ =  1,5 g/dL). Intensitas nyeri melemahi secara signifikan pada kelompok intervensi. Penggunaan nanopartikel ginger memperlihatkan efektivitas klinis dan bioavailabilitas yang lebih tinggi dibandingkan pengobatan konvensional, menunjukkan potensi terapi komplementer non‑farmakologis yang aman dan dapat diterima di kalimat remaja.

Kapsul nanopartikel jahe merah secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin dan menurunkan rasa sakit dysmenorrhea pada remaja anemia ringan.Hal ini menunjukkan bahwa strategi berbasis nanopartikel dapat menjadi terapi komplementer yang aman, mudah diterima, dan efektif untuk meningkatkan status hematologi serta mengurangi keluhan menstruasi di kalangan remaja.Penggunaan bentuk nano dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dan efek anti‑inflamasi, sehingga lebih unggul dibandingkan bentuk konvensional jahe merah.

1. Penelitian dapat diperluas dengan uji klinis berkelanjutan selama 6–12 bulan pada populasi remaja dari berbagai daerah, memperhitungkan faktor diet dan aktivitas fisik, untuk menilai keberlanjutan peningkatan Hb dan pengurangan dysmenorrhea serta menilai potensi efek samping jangka panjang. 2. Meneliti interaksi molekuler antara gingerol berbentuk nanopartikel dan jalur transfer besi pada sel epitel usus dan sel eritrosit menggunakan model in vitro dan in vivo, sehingga dapat diklarifikasi mekanisme peningkatan bioavailabilitas besi yang lebih tepat, serta membandingkan formulasi nano‐ginger dengan nano‑besi atau kombinasi keduanya. 3. Mengembangkan studi komparatif mengenai biaya dan penerimaan pengguna antara tablet Fe konvensional, tablet Fe dengan kapsul ginger nano, dan tablet Fe berampas nano‑ginger, untuk menentukan strategi pemberian paling memadai secara ekonomi dan sosial yang dapat diintegrasikan ke program WIFAS di tingkat sekolah dan komunitas di Indonesia.

Read online
File size436.56 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test