UMKUMK
Prosiding Ilmu Pendidikan dan KeguruanProsiding Ilmu Pendidikan dan KeguruanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai moral dan budaya anak putus sekolah di Kelurahan Oeba Kota Kupang. Untuk mengetahui faktor-faktor anak putus sekolah di Kelurahan Oeba Kota Kupang. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian anak yang putus sekolah, orang tua, dan masyarakat. Keabsahan data menggunakan penggumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa nilai moral dan budaya pada anak yang putus sekolah kuranglah baik, ditanda dengan perubahan pola pikir, tingka laku anak dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan bebas dimana anak tidak terkontrol akan pergaulan seperti merokok, minum-minuman beralkohol, berkeliaran malam dan menganggu warga sekitar. Anak yang putus sekolah dikarenakan permasalahan faktor kuragnya minat belajar anak, faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan formal orang tua dan lingkungan pergaulan masyarakat. Minat anak untuk bersekolah sangat rendah dimana anak lebih memilih untuk bekerja mencari uang dari pada melanjutkan sekolah.
Berdasarkan penelitian, nilai moral anak yang putus sekolah di Kelurahan Oeba kurang baik, ditandai dengan pergaulan bebas, merokok, minum‑minuman beralkohol, berkeliaran malam, dan mengganggu warga sekitar.Faktor‑faktor yang menyebabkan putus sekolah meliputi kurangnya minat belajar anak, faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan orang tua, serta lingkungan pergaulan masyarakat.Oleh karena itu diperlukan intervensi pendidikan karakter, peningkatan kondisi ekonomi keluarga, dan peran aktif masyarakat untuk mengurangi angka putus sekolah.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana program pendidikan karakter berbasis komunitas memengaruhi nilai moral anak putus sekolah di Kelurahan Oeba (misalnya, apakah intervensi tersebut dapat mengurangi perilaku pergaulan bebas). Selanjutnya, penting untuk menyelidiki pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap keputusan anak untuk melanjutkan atau menghentikan pendidikan, dengan mempertimbangkan faktor ekonomi dan budaya lokal. Terakhir, studi komparatif antara desa dengan program ekonomi mikro untuk keluarga miskin dapat mengidentifikasi apakah peningkatan pendapatan keluarga secara signifikan menurunkan angka putus sekolah, serta bagaimana mekanisme dukungan sosial dapat memperkuat motivasi belajar anak. Penelitian-penelitian ini akan memberikan dasar kebijakan yang lebih terarah untuk meningkatkan kualitas moral dan pendidikan generasi muda di wilayah tersebut.
- Designing A Project-Based Ecoliteration Learning Trajectory to Improve Students’ Ecological Intelligence... journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/ji/article/view/3731Designing A Project Based Ecoliteration Learning Trajectory to Improve StudentsAo Ecological Intelligence journal iaimnumetrolampung ac index php ji article view 3731
- Analisis kebijakan pendidikan untuk anak jalanan di Kota Yogyakarta | Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan... doi.org/10.21831/HSJPI.V4I2.10388Analisis kebijakan pendidikan untuk anak jalanan di Kota Yogyakarta Harmoni Sosial Jurnal Pendidikan doi 10 21831 HSJPI V4I2 10388
- Is ADHD a Risk Factor for High School Dropout? A Controlled Study - Ronna Fried, Carter Petty, Stephen... doi.org/10.1177/1087054712473180Is ADHD a Risk Factor for High School Dropout A Controlled Study Ronna Fried Carter Petty Stephen doi 10 1177 1087054712473180
- Pembelajaran Sosiologi Secara Daring Selama Pandemi Covid-19 | Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS.... doi.org/10.21067/JPPI.V17I2.7462Pembelajaran Sosiologi Secara Daring Selama Pandemi Covid 19 Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS doi 10 21067 JPPI V17I2 7462
| File size | 276.27 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY However, several obstacles limited the full implementation of the training results. Institutional challenges, such as limited class hours, lack of facilities,However, several obstacles limited the full implementation of the training results. Institutional challenges, such as limited class hours, lack of facilities,
IBRAHIMYIBRAHIMY PBL sering dikurangi menjadi tugas diskusi atau tugas berbasis tugas, berfokus pada kefasihan dan partisipasi, sementara aspek akurasi dan kompleksitasPBL sering dikurangi menjadi tugas diskusi atau tugas berbasis tugas, berfokus pada kefasihan dan partisipasi, sementara aspek akurasi dan kompleksitas
IBRAHIMYIBRAHIMY Integrasi Standard Marine Communication Phrases (SMCP) adalah komprehensif dan akurat, memastikan bahwa materi sepenuhnya sesuai dengan standar IMO untukIntegrasi Standard Marine Communication Phrases (SMCP) adalah komprehensif dan akurat, memastikan bahwa materi sepenuhnya sesuai dengan standar IMO untuk
IBRAHIMYIBRAHIMY Studi ini menunjukkan bahwa kelemasan dalam Dear John beroperasi sebagai praktik sosiodiskursif yang tertanam dalam hubungan kekuasaan dan ideologi daripadaStudi ini menunjukkan bahwa kelemasan dalam Dear John beroperasi sebagai praktik sosiodiskursif yang tertanam dalam hubungan kekuasaan dan ideologi daripada
IBRAHIMYIBRAHIMY Data dikumpulkan melalui tes berbicara sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t-pasangan. Hasil menunjukkanData dikumpulkan melalui tes berbicara sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t-pasangan. Hasil menunjukkan
IBRAHIMYIBRAHIMY Keandalan tidak lagi menjadi prasyarat universal untuk validitas, tetapi berfungsi sebagai mekanisme teknis yang relevansinya bergantung pada asumsi epistemologis.Keandalan tidak lagi menjadi prasyarat universal untuk validitas, tetapi berfungsi sebagai mekanisme teknis yang relevansinya bergantung pada asumsi epistemologis.
IBRAHIMYIBRAHIMY CLT juga menciptakan lingkungan kelas yang lebih kolaboratif serta menumbuhkan persepsi siswa bahwa berbicara adalah proses komunikasi, bukan sekadar penghafalanCLT juga menciptakan lingkungan kelas yang lebih kolaboratif serta menumbuhkan persepsi siswa bahwa berbicara adalah proses komunikasi, bukan sekadar penghafalan
IBRAHIMYIBRAHIMY Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan sampel purposive untuk memilih peserta. Peserta terdiri dari 104 siswaPenelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan sampel purposive untuk memilih peserta. Peserta terdiri dari 104 siswa
Useful /
UMCUMC Faktor budaya memiliki pengaruh positif namun lemah, sedangkan faktor sosial tidak signifikan. Faktor pribadi berperan sebagai mediator antara faktor budayaFaktor budaya memiliki pengaruh positif namun lemah, sedangkan faktor sosial tidak signifikan. Faktor pribadi berperan sebagai mediator antara faktor budaya
IBRAHIMYIBRAHIMY Instrumen penelitian berupa tes dalam bentuk 10 pertanyaan tes kata kosong. Tes tersebut dilakukan dengan analisis normalitas, homogenitas, dan uji t.Instrumen penelitian berupa tes dalam bentuk 10 pertanyaan tes kata kosong. Tes tersebut dilakukan dengan analisis normalitas, homogenitas, dan uji t.
IBRAHIMYIBRAHIMY Guru dapat memperoleh motivasi dan ide pengajaran baru melalui media musik, namun perlu memperhatikan kecepatan dan kejelasan penyampaian lagu. Selanjutnya,Guru dapat memperoleh motivasi dan ide pengajaran baru melalui media musik, namun perlu memperhatikan kecepatan dan kejelasan penyampaian lagu. Selanjutnya,
UMKUMK Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkanSubjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan