IBRAHIMYIBRAHIMY

JOEY: Journal of English IbrahimyJOEY: Journal of English Ibrahimy

Kelemasan tidak hanya merupakan strategi pragmatis dalam komunikasi antar pribadi, tetapi juga merupakan praktik diskursif yang dibentuk oleh hubungan kekuasaan, ideologi, dan konteks sosial. Studi ini memeriksa kelemasan sebagai praktik diskursif dalam film “Dear John (2010) menggunakan kerangka Analisis Diskursus Kritis (CDA). Tujuan studi ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana strategi kelemasan dibangun, dinegosiasikan, dan diperdebatkan melalui bahasa dalam hubungan intim yang digambarkan dalam film. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data terdiri dari dialog terpilih antara karakter utama, John dan Savannah, yang mengandung ekspresi terkait kelemasan. Analisis ini menggabungkan teori kelemasan Brown dan Levinson dengan model tiga dimensi Fairclough dari CDA: analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Temuan menunjukkan bahwa strategi kelemasan dalam “Dear John berfungsi tidak hanya untuk menjaga harmoni antar pribadi tetapi juga untuk mencerminkan ketidaksamaan kekuasaan emosional, posisi moral, dan asumsi ideologis tentang cinta, pengorbanan, dan peran gender. Kelemasan positif mendominasi interaksi, sementara kelemasan negatif dan strategi off-record muncul pada saat konflik dan jarak emosional. Keunikan studi ini adalah integrasi kelemasan untuk menunjukkan bagaimana kelemasan beroperasi sebagai sumber daya ideologis dan diskursif dalam narasi romantis. Studi ini berkontribusi secara teoritis pada teori kelemasan dan Analisis Diskursus Kritis (CDA) dengan merekonseptualisasi kelemasan sebagai bentuk kekuasaan lunak ideologis daripada strategi pragmatis netral.

Studi ini menunjukkan bahwa kelemasan dalam Dear John beroperasi sebagai praktik sosiodiskursif yang tertanam dalam hubungan kekuasaan dan ideologi daripada hanya sebagai strategi pragmatis untuk menjaga harmoni antar pribadi.Dengan mengintegrasikan teori kelemasan dengan Analisis Diskursus Kritis, temuan menunjukkan bagaimana kelemasan membangun otoritas emosional, legitimasi moral, dan ekspektasi gender dalam diskursus romantis.Penelitian ini berkontribusi pada studi kelemasan dengan menekankan fungsinya dalam membentuk narasi romantis dan menormalisasi hubungan emosional yang tidak setara.Penelitian masa depan dapat memperluas kerangka kritis ini ke teks sastra dan film lainnya untuk lebih menyelidiki kelemasan sebagai mekanisme reproduksi ideologis dalam diskursus media.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menerapkan kerangka analisis diskursus kritis yang serupa pada film-film romantis lainnya untuk mengeksplorasi bagaimana kelemasan berfungsi sebagai sumber daya ideologis dalam berbagai konteks naratif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki pengaruh kelemasan pada konstruksi identitas gender dan peran emosional dalam film-film romantis, serta bagaimana kelemasan berkontribusi pada reproduksi ideologi gender dan norma-norma sosial. Terakhir, studi komparatif antara film-film romantis dari berbagai budaya dapat memberikan wawasan tentang bagaimana kelemasan dan praktik diskursif lainnya bervariasi dan mencerminkan nilai-nilai sosial yang berbeda.

  1. Politeness As a Discursive Practice in The Film Dear John a Critical Discourse Analysis: English | JOEY:... journal.ibrahimy.ac.id/index.php/JOEY/article/view/8849Politeness As a Discursive Practice in The Film Dear John a Critical Discourse Analysis English JOEY journal ibrahimy ac index php JOEY article view 8849
Read online
File size264.35 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test