IBRAHIMYIBRAHIMY

JOEY: Journal of English IbrahimyJOEY: Journal of English Ibrahimy

Problem‑Based Learning (PBL) telah menjadi pendekatan pedagogis populer untuk mempromosikan otonomi learner, pemikiran kritis, dan kompetensi komunikatif. Namun, sedikit diketahui bagaimana PBL diinterpretasikan, disesuaikan, dan diimplementasikan oleh guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di kelas berbicara, khususnya di perguruan tinggi Indonesia. Penelitian kualitatif ini memeriksa persepsi dan pengaktifan PBL oleh guru EFL Indonesia melalui wawancara semi‑struktur dengan lima instruktur dari konteks institusional yang beragam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa guru tidak menerapkan PBL sebagai model instruksional tetap, melainkan sebagai pedagogi yang dipersonalisasi dan berorientasi pada kecepatan berbicara, yang dipengaruhi oleh kesiapan siswa, budaya kelas, dan keterbatasan institusi. PBL dipersepsikan meningkatkan keterlibatan siswa, kepercayaan berbicara, dan kemauan berkomunikasi, namun mayoritas dikonversi menjadi aktivitas diskusi dan tugas daripada siklus penyelidikan berkelanjutan. Adaptasi ini menunjukkan bagaimana kognisi guru dan kondisi edukasi lokal memediasi model pedagogi global. Dengan menyoroti penerapan PBL yang berada di dunia nyata, studi ini memperluas teori PBL di konteks EFL dan menantang asumsi bahwa pedagogi berpusat pada learner dapat ditransfer secara mulus antar setting.

Penyelidikan ini menunjukkan bahwa guru EFL Indonesia menganggap PBL sebagai pendekatan berpusat pada learner yang meningkatkan keterlibatan dan kefasihan berbicara, namun biasanya diadaptasi secara selektif agar sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, budaya kelas, dan batasan institusi.PBL sering dikurangi menjadi tugas diskusi atau tugas berbasis tugas, berfokus pada kefasihan dan partisipasi, sementara aspek akurasi dan kompleksitas bahasa kurang mendapat perhatian.Adaptasi ini menekankan peran kognisi guru dan konteks lokal dalam memediasi penerapan pedagogi, sehingga PBL tidak selalu terimplementasi secara kanonik.Akhirnya, penelitian menegaskan perlunya model PBL yang sensitif konteks, memadukan task‑based dan scaffold, serta dukungan institusional yang lebih kuat.

Dalam penelitian lanjutan, pertimbangkan (1) studi longitudinal yang membandingkan hasil pembelajaran berbicara siswa sebelum dan sesudah penerapan model PBL yang sudah disesuaikan dengan konteks, (2) eksperimen intervensi yang mengintegrasikan umpan balik berbasis bentuk secara eksplisit setelah tugas berbicara berbasis PBL untuk menilai efeknya pada akurasi dan kompleksitas bahasa, dan (3) survei kuantitatif luas terhadap guru EFL di berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna mengidentifikasi model praktik terbaik dan hambatan struktural yang berulang sehingga dapat dijadikan dasar kebijakan pengembangan profesional dan reformasi kurikulum.

  1. "Overview of Problem-based Learning: Definitions and Distinctions" by John R. Savery. overview... docs.lib.purdue.edu/ijpbl/vol1/iss1/3Overview of Problem based Learning DeAnitions and Distinctions by John R Savery overview docs lib purdue edu ijpbl vol1 iss1 3
  2. "Cooperative Learning: Review of Research and Practice" by Robyn M. Gillies. cooperative learning... ro.ecu.edu.au/ajte/vol41/iss3/3Cooperative Learning Review of Research and Practice by Robyn M Gillies cooperative learning ro ecu edu au ajte vol41 iss3 3
  3. "Problem-Based Learning: An Overview of its Process and Impact on Learn" by Elaine H.J. Yew... doi.org/10.1016/j.hpe.2016.01.004Problem Based Learning An Overview of its Process and Impact on Learn by Elaine H J Yew doi 10 1016 j hpe 2016 01 004
  4. Reframing Assessment Strategies: The Impact of Reflective Teaching on University EFL Lecturers’... doi.org/10.17507/jltr.1501.05Reframing Assessment Strategies The Impact of Reflective Teaching on University EFL LecturersAo doi 10 17507 jltr 1501 05
Read online
File size451.39 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test