IPINTERNASIONALIPINTERNASIONAL

International Journal of Community Service (IJCS)International Journal of Community Service (IJCS)

Implementasi grup pendukung sebaya merupakan intervensi penting untuk memperbaiki kesehatan mental dan ketahanan mental siswa SMA di Indonesia setelah masa pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan kelompok kontrol tidak setara dan melibatkan 218 siswa, di mana 110 siswa mengikuti program dukungan sebaya selama delapan minggu dan 108 siswa menjadi kelompok kontrol yang menerima layanan bimbingan sekolah standar. Hasil analisis varians campuran menunjukkan penurunan signifikan pada skor depresi, kecemasan, dan stres di kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol, serta peningkatan skor ketahanan secara signifikan. Efek ini bertahan hingga pengukuran tindak lanjut delapan minggu setelah intervensi. Data menunjukkan bahwa kelompok intervensi memperoleh ukuran efek menengah hingga besar (ηp² = .09–.24). Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sebaya bersifat berskala, murah, dan sesuai budaya untuk mengatasi dampak kesehatan mental pasca pandemi di sekolah menengah Indonesia.

Pengintervensi dukungan sebaya menghasilkan penurunan signifikan pada depresi, kecemasan, dan stres serta peningkatan ketahanan mental siswa SMA.Efek positif tersebut bertahan hingga delapan minggu setelah intervensi, menandakan potensi jangka menengah untuk memperbaiki kesejahteraan psikologis remaja.Program sejenis dapat dipertimbangkan secara luas sebagai strategi pelengkap layanan kesehatan mental di lingkungan sekolah Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat menilai efektivitas program dukungan sebaya dengan menambahkan komponen pelatihan guru untuk meningkatkan supervisi dan kelestarian sesi, serta menggabungkan turunan variabel seperti persepsi dukungan sosial dan regulasi emosi untuk mengidentifikasi mekanisme perubahan; studi lintas‑lokasi di daerah pedesaan atau sekolah swasta dapat menguji generalisasi hasil dan mengeksplorasi peran budaya lokal dalam penerimaan intervensi, sementara longitudinal dengan interval lebih lama akan menentukan stabilitas jangka panjang dan keperluan sesi pemeliharaan; yang ketiga, pendekatan campuran yang menambah pengukuran kualitatif melalui wawancara dan pengamatan dapat memperkaya pemahaman tentang pengalaman siswa dan narasi perubahan personal, sehingga menghasilkan rekomendasi praktis yang lebih terperinci bagi kebijakan pendidikan dan kesehatan mental.

  1. Mental Health Literacy and Barriers to Care among Rural Women: A Systematic Review | The Journal of Behavioral... so06.tci-thaijo.org/index.php/IJBS/article/view/287148Mental Health Literacy and Barriers to Care among Rural Women A Systematic Review The Journal of Behavioral so06 tci thaijo index php IJBS article view 287148
  2. Interpersonal Strengths, Basic Psychological Needs Satisfaction at School, and Well-Being Outcomes Among... journals.sagepub.com/doi/10.1177/02724316231156831Interpersonal Strengths Basic Psychological Needs Satisfaction at School and Well Being Outcomes Among journals sagepub doi 10 1177 02724316231156831
  3. The Relationship Between Peer and Familial Social Support and Mental Well-Being of Indonesian College... jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/7849The Relationship Between Peer and Familial Social Support and Mental Well Being of Indonesian College jurnal unismuhpalu ac index php MPPKI article view 7849
Read online
File size673.78 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test