NASKAHACEHNASKAHACEH

Jurnal Pengabdian BangsaJurnal Pengabdian Bangsa

Kesulitan dosen dalam publikasi ilmiah disebabkan oleh rendahnya tingkat dedikasi dan penelitian yang dilakukan oleh dosen. Salah satu penyebab rendahnya penelitian di kalangan dosen, khususnya di lingkungan USCND, adalah kurangnya proposal Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kompetitif nasional yang lolos seleksi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dosen dalam menyusun proposal kompetitif nasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Koordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk Rektor USCND; 2) Pelatihan penyusunan proposal kompetitif nasional; 3) Pendampingan dalam penulisan proposal; 4) Diskusi kelompok terarah (FGD) mengenai beberapa masalah yang terjadi, solusi, dan rencana tindak lanjut. Pada tahapan ini, evaluasi komprehensif terhadap kegiatan juga dilaksanakan. Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mempertimbangkan skema PkM kompetitif nasional, memanfaatkan pengetahuan dan informasi untuk mendukung rencana, serta memfasilitasi penyusunan proposal.

Berdasarkan kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan minat dan kemampuan dosen di lingkungan USCND untuk menyusun proposal pengabdian skema kemitraan masyarakat yang kompetitif.Peningkatan kemampuan peserta dalam menyiapkan proposal sangat terlihat selama proses pelatihan, didasarkan pada informasi dan pendampingan yang telah diterima.Oleh karena itu, kegiatan pelatihan penyusunan proposal bagi dosen USCND ini dinilai berhasil dalam membekali peserta untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menyiapkan proposal PkM yang kompetitif.

Setelah pelatihan penulisan proposal hibah dilaksanakan, penting untuk terus menggali lebih dalam dampak dan efektivitasnya melalui penelitian lanjutan. Pertama, akan sangat bermanfaat jika dilakukan studi untuk mengukur secara nyata seberapa besar peningkatan jumlah proposal hibah Dikti yang berhasil diterima oleh dosen setelah mengikuti pelatihan ini. Ini bisa dilakukan dengan membandingkan angka penerimaan proposal sebelum dan sesudah pelatihan, atau antara kelompok dosen yang dilatih dan yang tidak. Penelitian semacam ini akan memberikan bukti konkret tentang keberhasilan program pelatihan. Kedua, penelitian berikutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain, di luar pelatihan itu sendiri, yang ikut berperan dalam menentukan keberhasilan proposal hibah. Misalnya, bagaimana dukungan dari pihak universitas, pengalaman menulis dosen sebelumnya, atau jenis skema hibah yang dipilih, memengaruhi peluang penerimaan proposal. Memahami interaksi antara faktor-faktor ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap. Ketiga, untuk membuat pelatihan ini lebih baik di masa depan, perlu ada penelitian yang membandingkan berbagai cara atau model pelaksanaan pelatihan. Misalnya, apakah pelatihan intensif beberapa hari lebih efektif daripada pendampingan jangka panjang yang fleksibel, atau metode pengajaran mana yang paling berhasil meningkatkan kualitas proposal. Dengan begitu, kita bisa menemukan model pelatihan yang paling pas dan menghasilkan dampak maksimal bagi para dosen dan pengembangan kualitas universitas secara keseluruhan.

  1. TRAINING ON WRITING PROPOSALS HIBAH DIKTI ABOUT COMMUNITY SERVICE FOR USCND LECTURERS | Jurnal Pengabdian... doi.org/10.61992/jpb.v4i2.213TRAINING ON WRITING PROPOSALS HIBAH DIKTI ABOUT COMMUNITY SERVICE FOR USCND LECTURERS Jurnal Pengabdian doi 10 61992 jpb v4i2 213
Read online
File size523.33 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test