SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL

International Journal of Social Science, Education, Communication and EconomicsInternational Journal of Social Science, Education, Communication and Economics

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menemukan pengaruh self‑efficacy, dukungan sosial, coping stress, dan faktor demografis terhadap academic burnout pada mahasiswa tahun akhir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif cross‑sectional dengan sampel 219 mahasiswa yang dipilih melalui teknik sampling non probabilitas. Alat ukur meliputi Maslach Burnout Inventory – Student Survey, Student Coping Instrument, General Self Efficacy Scale, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support<<<<<< . Analisis data dilakukan dengan analisis faktor konfirmatori (CFA) untuk memvalidasi konstruk instrumen dan regresi berganda untuk menguji hipotesis. Hasil menunjukkan bahwa self‑efficacy, dukungan sosial, coping stress, dan faktor demografis secara signifikan memengaruhi academic burnout, dengan variabel independen menjelaskan 45% variasi burnout; 55% sisanya dipengaruhi faktor di luar penelitian.

Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa self‑efficacy, dukungan keluarga, dan dukungan orang khusus secara signifikan memengaruhi academic burnout pada mahasiswa tahun akhir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Hubungan negatif antara self‑efficacy dan dukungan keluarga berarti rendahnya kemampuan dan dukungan meningkatkan burnout, sementara dukungan orang khusus memiliki hubungan positif, sehingga peningkatan dukungan tersebut justru meningkatkan tingkat burnout.Variabel independen secara keseluruhan mengendalikan 45% variasi burnout, sementara 55% ditentukan oleh faktor lain di luar studi.

Pertama, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas program pelatihan self‑efficacy yang dirancang khusus bagi mahasiswa tahun akhir. Selanjutnya, studi longitudinal dapat menelusuri perubahan burnout selama proses penyusunan skripsi dan memetakan faktor pendukung yang berubah. Ketiga, penelitian dapat menguji peran media sosial sebagai sumber dukungan sosial, apakah interaksi daring dapat menurunkan tingkat burnout. Keempat, analisis kuantitatif dan kualitatif dapat digabungkan untuk memahami nuansa coping strategies di kalangan mahasiswa. Kelima, studi komparatif dapat membandingkan efek coping problem‑focused dan emotion‑focused dalam konteks akademik. Keenam, penelitian dapat menilai dampak kebijakan institusi, seperti pembatasan beban tugas, terhadap burnout. Ketujuh, evaluasi intervensi pengembangan resilien dapat diimplementasikan dan diukur dampaknya terhadap burnout. Kedelapan, penelitian dapat fokus pada faktor gender dalam interaksi antara self‑efficacy dan burnout. Kesembilan, eksplorasi peran mentorship akademis dapat memberi wawasan tambahan tentang dukungan sosial formal. Kesepuluh, integrasi penggunaan teknologi pembelajaran adaptif dapat diuji untuk menurunkan stres akademik dan burnout.

  1. Burnout among medical students during the first years of undergraduate school: Prevalence and associated... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0191746Burnout among medical students during the first years of undergraduate school Prevalence and associated journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0191746
  2. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/csd.2003.0028Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 csd 2003 0028
Read online
File size224.49 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test