STAI ALHIDAYAHSTAI ALHIDAYAH

al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikanal-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan

Salah satu pendekatan yang dinilai relevan dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 adalah deep learning, yaitu pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, keterlibatan aktif, dan transformasi intelektual. Pendekatan ini terdiri atas tiga pilar utama: meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning, yang dalam penelitian ini dieksplorasi dan dianalisis relevansinya dalam praktik pembelajaran di pesantren, yang merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam tradisional yang kaya akan kekhasan pedagogik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), melalui penelaahan literatur primer dan sekunder dari berbagai sumber ilmiah yang kredibel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik untuk mengidentifikasi karakteristik utama deep learning dalam praktik pembelajaran pesantren, seperti metode sorogan, bandongan, bahtsul masail, dan inovasi dalam pembelajaran kitab kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren telah menerapkan pendekatan deep learning secara prak­sis melalui berbagai metode pembelajaran yang mencerminkan keterlibatan kognitif, kesadaran reflektif, serta suasana belajar yang menyenangkan dan kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa pesantren mampu menjembatani nilai-nilai pedagogik Islam klasik dengan kebutuhan transformasi pendidikan abad ke-21.

Deep learning dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, reflektif, dan bermakna.Pesantren telah mengimplementasikan pendekatan deep learning melalui metode meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning, yang terlihat pada praktik sorogan, bandongan, Bahtsul Masail, serta inovasi dalam pembelajaran kitab kuning.Dengan demikian, pesantren dapat menjembatani nilai-nilai pedagogik Islam klasik dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas pendekatan deep learning di pesantren dengan menggunakan desain kuantitatif yang mengukur peningkatan hasil belajar santri, seperti pemahaman konseptual, keterampilan berpikir kritis, dan motivasi belajar. Selain itu, diperlukan studi eksploratif mengenai integrasi teknologi digital dalam menciptakan lingkungan joyful learning yang lebih interaktif, misalnya dengan mengembangkan aplikasi pembelajaran berbasis game yang sesuai dengan konteks kitab kuning. Terakhir, penting untuk menyelidiki dampak praktik mindful learning terhadap persepsi guru dan keterlibatan santri, dengan fokus pada bagaimana kesadaran penuh dapat meningkatkan kualitas diskusi Bahtsul Masail serta mengurangi stres akademik dalam lingkungan pesantren.

  1. Pesantren in the Changing Indonesian Context: History and Current Developments | Isbah | QIJIS (Qudus... journal.iainkudus.ac.id/index.php/QIJIS/article/view/5629Pesantren in the Changing Indonesian Context History and Current Developments Isbah QIJIS Qudus journal iainkudus ac index php QIJIS article view 5629
  2. Deep Learning Approach Through Meaningful, Mindful, and Joyful Learning: A Library Research | Feriyanto... doi.org/10.33122/ejeset.v5i2.321Deep Learning Approach Through Meaningful Mindful and Joyful Learning A Library Research Feriyanto doi 10 33122 ejeset v5i2 321
  3. Joyful Learning: Alternative Learning Models to Improving Student’s Happiness | Bhakti | Jurnal... journals.ums.ac.id/index.php/varidika/article/view/7572Joyful Learning Alternative Learning Models to Improving StudentAos Happiness Bhakti Jurnal journals ums ac index php varidika article view 7572
  4. KONTRIBUSI BAHTSUL MASAIL PESANTREN DI MADURA DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM KONTEMPORER |... doi.org/10.35961/perada.v2i1.31KONTRIBUSI BAHTSUL MASAIL PESANTREN DI MADURA DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM KONTEMPORER doi 10 35961 perada v2i1 31
Read online
File size453.7 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test