PPS UNISTIPPS UNISTI

Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis peran penyuluh pertanian terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan petani di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dan metode penelitian yang digunakan adalah survey. Pengambilan sampel dalam penelitian dengan cara acak sederhana (simple random sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 50 petani contoh dari 502 anggota populasi petani. Metode analisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, yaitu dengan Skala Linkert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara peran penyuluh terhadap tingkat pengetahuan sikap dan keterampilan petani di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin.

Terdapat hubungan positif atau searah yang sangat kuat antara peran penyuluh terhadap tingkat pengetahuan petani padi di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, tingkat kekuatan hubungan antara peranan penyuluh pertanian dalam meningkatkan pengetahuan petani adalah sebesar 0,570.Terdapat hubungan positif atau searah yang sangat kuat antara peran penyuluh terhadap perubahan sikap petani padi di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, tingkat kekuatan hubungan antara peranan penyuluh pertanian dalam meningkatkan sikap petani adalah sebesar 0,517.Terdapat hubungan positif atau searah yang sangat kuat antara peranpenyuluh terhadap tingkat keterampilan petani padi di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, tingkat kekuatan hubungan antara peranan penyuluh pertanian dalam meningkatkan keterampilan petani adalah sebesar 0,375.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penggunaan media digital, seperti aplikasi pertanian berbasis smartphone, mempengaruhi peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani di Kecamatan Tanjung Lago, sehingga dapat dibandingkan dengan metode penyuluhan tradisional yang telah dipaparkan dalam studi ini. Selain itu, diperlukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas penyuluhan kelompok tani versus penyuluhan secara individual terhadap perubahan sikap dan keterampilan petani, untuk mengetahui pendekatan mana yang lebih optimal dalam konteks wilayah dengan sumber daya terbatas. Selanjutnya, sebuah penelitian longitudinal dengan jangka waktu minimal dua tahun dapat dilakukan untuk menilai keberlanjutan peningkatan keterampilan petani setelah intervensi penyuluhan, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi retensi pengetahuan dan aplikasi praktis di lapangan. Penelitian juga dapat mengevaluasi peran faktor sosial‑ekonomi, seperti tingkat pendidikan petani dan akses terhadap sarana produksi, dalam memoderasi hubungan antara peran penyuluh dan hasil yang dicapai. Akhirnya, studi eksperimental yang melibatkan variasi intensitas kunjungan penyuluh dapat memberikan insight tentang dosis optimal interaksi penyuluh untuk mencapai efek peningkatan yang signifikan.

Read online
File size233.5 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test