MANDALANURSAMANDALANURSA

JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)

Gaya belajar siswa sama dengan gaya mengajar guru, yaitu gaya belajar siswa Chatib (2016). Jika guru dan pendidik sudah mengetahui gaya belajar yang masing-masing individu miliki di dalam kelas, maka hal ini akan membantu guru dalam menentukan rencana belajar yang baik dan lebih efektif. Berdasarkan hasil observasi pra yang dilakukan oleh penulis, diperoleh informasi bahwa terdapat beberapa siswa yang selama belajar fokus terhadap proses belajar yang diberikan oleh guru. Siswa lainnya terutama yang berada di posisi belakang malas. Selain itu, terdapat siswa yang suka mengganggu temannya belajar. Observasi ini menunjukkan perbedaan gaya belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif korelasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 131 siswa terdaftar pada tahun ajaran 2024/2025. Gaya belajar siswa harus sesuai dengan gaya mengajar guru dengan sampel 98 siswa yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner gaya belajar dan nilai raport untuk hasil belajar. Data diolah menggunakan teknik analisis persentase dan untuk menguji hubungan data analisis menggunakan rumus product moment Pearson. Hasil penelitian ditemukan bahwa secara umum gaya belajar siswa SMPN 42 Padang berada pada kategori cukup. Kemudian, hasil belajar siswa SMPN 42 Padang berada pada kategori kurang. Setelah dilakukan analisis uji korelasi menggunakan program SPSS, hasilnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara gaya belajar dan hasil belajar siswa SMP 42 Padang dengan nilai koefisien korelasi variabel X dan Y sebesar 0,227 dengan tingkat signifikansi 0,024 dengan total 98 siswa.

Berdasarkan hasil deskripsi data, analisis data dan pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan.Gaya belajar siswa SMP 42 Padang secara umum berada pada kategori cukup dengan rata-rata 91,82 (52,47%).Artinya, sebagian besar siswa SMP 42 Padang belum mampu mengelola belajar di bawah kondisi apa, di mana, kapan dan bagaimana belajar dengan benar.Hasil belajar siswa SMP 42 Padang secara umum berada pada kategori kurang dengan rata-rata 47,33.Artinya, secara umum siswa SMP 42 belum mampu memaksimalkan kemampuan belajarnya sehingga hasil belajar yang diperoleh tidak optimal.Terdapat hubungan positif signifikan antara gaya belajar (X) dan hasil belajar siswa (Y) di SMP 42 Padang dengan koefisien korelasi sebesar 0,227 dengan nilai signifikansi 0,024.Sehingga dapat diinterpretasikan, jika gaya belajar baik, maka hasil belajar juga cenderung baik.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan penelitian tentang strategi pembelajaran yang efektif untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa. 2. Meneliti lebih lanjut tentang pengaruh gaya belajar terhadap motivasi belajar siswa dan bagaimana strategi pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar. 3. Melakukan studi komparatif tentang hubungan gaya belajar dan hasil belajar di berbagai tingkat pendidikan, seperti SD, SMP, dan SMA, untuk memahami perbedaan dan kesamaan di antara mereka.

Read online
File size291.58 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test