STOK BINAGUNASTOK BINAGUNA

Journal Physical Health Recreation (JPHR)Journal Physical Health Recreation (JPHR)

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh latihan kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola dalam pertandingan sepakbola mahasiswa UKM STOK BINA GUNA. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan desain satu kelompok pretest‑posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang tergabung sebagai atlet sepakbola STOK BINA GUNA. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 34 orang. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah teknik tes dan pengukuran. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes menggiring bola. Hasil penelitian menunjukkan: (1) nilai rata‑rata waktu pretest sebelum diberikan latihan kelincahan adalah 24,7407 detik; (2) nilai rata‑rata waktu posttest setelah diberikan latihan kelincahan adalah 22,3193 detik; (3) terjadi peningkatan kecepatan waktu perjalanan mahasiswa UKM sepakbola STOK BINA GUNA dalam menggiring bola sebesar 2,4214 detik, sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan kelincahan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menggiring bola.

Menurut hasil analisis data, rata‑rata waktu pretest sebelum latihan kelincahan sebesar 24,7407 detik, sedangkan rata‑rata waktu posttest setelah latihan adalah 22,3193 detik.Penurunan waktu tersebut menunjukkan peningkatan kecepatan menggiring bola sebesar 2,4214 detik.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan kelincahan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola pada mahasiswa UKM sepakbola STOK BINA GUNA.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbandingan efektivitas berbagai protokol latihan kelincahan, seperti shuttle run, zig‑zag, dan three‑corner drill, terhadap kemampuan dribbling serta akurasi operan pada pemain sepakbola universitas, dengan menggunakan desain eksperimental berkelompok kontrol. Selanjutnya, penting untuk menilai dampak jangka panjang latihan kelincahan dengan melakukan evaluasi berulang selama minimal enam bulan untuk mengetahui stabilitas peningkatan kecepatan dribbling dan potensi penurunan cedera. Selain itu, penelitian dapat memperluas sampel melibatkan atlet wanita dan pria dari beberapa institusi pendidikan tinggi untuk menguji apakah terdapat perbedaan gender atau institusional dalam respons terhadap program latihan kelincahan. Terakhir, integrasi pengukuran variabel psikologis seperti motivasi dan kepercayaan diri dapat memberikan pemahaman lebih komprehensif tentang mekanisme yang mendasari peningkatan performa teknis pada pemain sepakbola. Penelitian juga sebaiknya mengaplikasikan teknik pengukuran biomekanik, seperti analisis gerak three‑dimensional, untuk memperoleh data kinematik yang mendetail dan memungkinkan korelasi antara perubahan kelincahan dan pola gerakan dribbling secara kuantitatif, sehingga dapat memperkuat validitas internal studi serta memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan program latihan yang terpersonalisasi.

Read online
File size268.14 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test