UINSAIDUINSAID
JENIUS: Journal of Education Policy and Elementary Education IssuesJENIUS: Journal of Education Policy and Elementary Education IssuesKemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pembagian sangat bergantung pada keterampilan representasi matematika dan proses pemecahan masalah yang terstruktur, namun banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesulitan siswa kelas lima dalam menyelesaikan soal cerita pembagian dari perspektif representasi matematika dan tahapan Pólya. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Partisipan terdiri dari 18 siswa kelas lima SD Negeri 4 Gamping, yang semua diikutsertakan dalam analisis primer menggunakan tes tertulis. Berdasarkan skor gabungan mereka dalam representasi matematika dan tahapan Pólya, siswa diklasifikasikan menjadi kategori tinggi, menengah, dan rendah. Dengan sampling purposif, tiga siswa dari setiap kategori dipilih sebagai subjek wawancara kualitatif mendalam. Hasil menunjukkan bahwa siswa kategori tinggi tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan representasi simbolik, visual, atau verbal; siswa kategori menengah dapat menggunakan representasi simbolik dan visual tetapi lebih mahir secara verbal dalam bentuk lisan daripada tulisan; dan siswa kategori rendah mengalami kesulitan dalam menggunakan semua bentuk representasi. Dalam hal tahapan Pólya, siswa cenderung melewatkan tahap pertama memahami masalah dan langsung beralih ke perencanaan dan implementasi solusi. Kemampuan representasi matematika siswa secara signifikan memengaruhi proses berpikir mereka dalam menyelesaikan soal cerita. Studi ini menyimpulkan bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang melibatkan pembagian berasal dari keterbatasan keterampilan representasi matematika mereka, yang secara tidak langsung menghambat kemajuan mereka melalui tahapan pemecahan masalah Pólya. Secara praktis, temuan ini membantu guru melihat secara tepat mengapa siswa bingung dengan teks fungsional, memungkinkan mereka memberikan bantuan yang tepat di kelas.
Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pembagian berakar pada keterampilan representasi matematika mereka dan tercermin di setiap tahap kerangka pemecahan masalah Pólya.Siswa kategori tinggi menunjukkan fleksibilitas representasi di berbagai bentuk simbolik, visual, dan verbal.Siswa kategori menengah bergantung pada representasi visual sebagai penyangga dan mungkin melakukan kesalahan perhitungan selama implementasi.Siswa kategori rendah mengalami kesulitan di semua bentuk representasi dan gagal memahami bahasa soal cerita.Di seluruh kategori, kesulitan utama terletak pada pengabaian tahap pemahaman masalah (tahap 1 Pólya), diikuti oleh kesalahan dalam memilih operasi aritmetika yang benar di tahap perencanaan, dan penulisan kesimpulan tanpa verifikasi matematis di tahap pemeriksaan.Secara umum, kemampuan representasi matematika berperan sebagai alat kognitif dasar dalam pemecahan masalah.kegagalan untuk menerjemahkan informasi dari soal cerita ke bentuk representasi yang sesuai mengganggu tahap berikutnya dan meningkatkan kemungkinan jawaban akhir yang salah.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi efektivitas instruksi representasi sebagai intervensi untuk meningkatkan keterampilan representasi dan pemecahan masalah di kalangan siswa SD.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pengajaran representasi matematika yang lebih interaktif, seperti penggunaan teknologi atau media visual, untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep pembagian. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara kemampuan representasi matematika dan faktor psikologis seperti motivasi atau kepercayaan diri siswa, karena ini bisa memengaruhi kinerja mereka dalam pemecahan masalah. Terakhir, penelitian juga dapat membandingkan efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan metode tradisional dalam konteks budaya lokal, untuk melihat apakah perbedaan konteks memengaruhi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pembagian.
- Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Tahapan Polya Ditinjau dari Self-Efficacy... journal.arimsi.or.id/index.php/Bilangan/article/view/788Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Tahapan Polya Ditinjau dari Self Efficacy journal arimsi index php Bilangan article view 788
- Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended Ditinjau dari Self-Concept... ejournal.unesa.ac.id/index.php/mathedunesa/article/view/47736Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Open Ended Ditinjau dari Self Concept ejournal unesa ac index php mathedunesa article view 47736
- Pengembangan E-Book Berbasis Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas V Sekolah... jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/PSSA/article/view/486Pengembangan E Book Berbasis Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas V Sekolah jurnal radenwijaya ac index php PSSA article view 486
- Profile of studentsâ mathematical representation ability in solving geometry problems - IOPscience.... doi.org/10.1088/1755-1315/243/1/012123Profile of studentsyAAAo mathematical representation ability in solving geometry problems IOPscience doi 10 1088 1755 1315 243 1 012123
- Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berbasis Kemampuan Pemecahan Masalah | Buyung... doi.org/10.26737/var.v4i2.2722Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berbasis Kemampuan Pemecahan Masalah Buyung doi 10 26737 var v4i2 2722
| File size | 387.89 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UMKUMK Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari kondisi sebelum tindakan ke setelah tindakan, serta meningkatnya persentase siswaHal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari kondisi sebelum tindakan ke setelah tindakan, serta meningkatnya persentase siswa
UNIVAUNIVA Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan matematika realistik dapat menghubungkan konsep matematika dengan konteks kehidupan nyata, khususnyaKegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan matematika realistik dapat menghubungkan konsep matematika dengan konteks kehidupan nyata, khususnya
UNIMEDUNIMED Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual berbasis media digital dan kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap peningkatanPenelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual berbasis media digital dan kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan
UNIMEDUNIMED Dengan demikian, metode pembelajaran TGT berbantuan Educaplay berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas II pada materi Pengukuran WaktuDengan demikian, metode pembelajaran TGT berbantuan Educaplay berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas II pada materi Pengukuran Waktu
UNIMEDUNIMED Studi pustaka menegaskan pentingnya pengembangan instrumen berbasis konteks lokal karena dapat meningkatkan motivasi, pemahaman, dan kemampuan berpikirStudi pustaka menegaskan pentingnya pengembangan instrumen berbasis konteks lokal karena dapat meningkatkan motivasi, pemahaman, dan kemampuan berpikir
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tingkat kecemasan matematika siswa kelas X MA Sairun Pulau Rhun. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tingkat kecemasan matematika siswa kelas X MA Sairun Pulau Rhun. Penelitian ini menggunakan
UMSUMS Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa, penguatan karakter seperti kemandirian, kedisiplinan, kerjasama, dan nasionalisme. MelaluiHasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa, penguatan karakter seperti kemandirian, kedisiplinan, kerjasama, dan nasionalisme. Melalui
UNKRISWINAUNKRISWINA Analisis data menggunakan metode deskriptif, uji prasyarat, dan uji Z. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata posttestAnalisis data menggunakan metode deskriptif, uji prasyarat, dan uji Z. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata posttest
Useful /
BTPBTP Selain itu, Kelompok Sadar Wisata menghadapi tantangan institusional seperti kurangnya kapasitas keuangan mandiri, literasi pemasaran digital, dan keterbatasanSelain itu, Kelompok Sadar Wisata menghadapi tantangan institusional seperti kurangnya kapasitas keuangan mandiri, literasi pemasaran digital, dan keterbatasan
BTPBTP Kendala utama mencakup rendahnya literasi pemasaran digital, minimnya penguasaan bahasa asing, dan teknik storytelling yang konvensional. Upaya intervensiKendala utama mencakup rendahnya literasi pemasaran digital, minimnya penguasaan bahasa asing, dan teknik storytelling yang konvensional. Upaya intervensi
UMSUMS Keberhasilan program ini juga didukung oleh dukungan guru dan respon positif dari orang tua, namun memerlukan pendampingan berkelanjutan untuk menjagaKeberhasilan program ini juga didukung oleh dukungan guru dan respon positif dari orang tua, namun memerlukan pendampingan berkelanjutan untuk menjaga
UMSUMS Rendahnya kemampuan literasi digital peserta didik menjadi tantangan dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Oleh karena itu, Tim KKN-Dik UMSRendahnya kemampuan literasi digital peserta didik menjadi tantangan dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Oleh karena itu, Tim KKN-Dik UMS