BTPBTP

JURNAL MATA PARIWISATAJURNAL MATA PARIWISATA

Pengembangan pariwisata budaya di Kota Tanjungpinang, khususnya di Pulau Penyengat, menghadapi tantangan struktural akibat keterbatasan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan pariwisata budaya dengan fokus pada solusi kendala SDM dan model pemberdayaan masyarakat. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan data primer dari observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap informan utama. Hasil menunjukkan kekurangan kompetensi SDM dalam pemasaran digital, bahasa asing, dan teknik storytelling sejarah. Program pelatihan pemerintah dinilai tidak efektif karena pendekatan top-down dan kurangnya pendampingan praktis. Kesimpulan menyatakan bahwa pengembangan pariwisata budaya memerlukan perubahan paradigma dari pelatihan seremonial ke program vokasi berkelanjutan dan inkubasi bisnis wisata.

Pengembangan pariwisata budaya di Kota Tanjungpinang terhambat oleh keterbatasan kualitas dan kompetensi SDM lokal.Kendala utama mencakup rendahnya literasi pemasaran digital, minimnya penguasaan bahasa asing, dan teknik storytelling yang konvensional.Upaya intervensi pemerintah melalui pelatihan bimbingan teknis belum optimal karena pendekatannya instruksional dan tidak berbasis asesmen kebutuhan.Solusi strategis mengharuskan pergeseran paradigma dari pelatihan seremonial ke program pendampingan vokasi dan inkubasi bisnis wisata yang berkelanjutan.Penguatan kemandirian kelompok sadar wisata serta pelibatan aktif generasi milenial menjadi prasyarat mutlak untuk memastikan warisan budaya Melayu di Tanjungpinang dapat dikelola secara mandiri dan profesional.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program pelatihan vokasi berbasis kebutuhan spesifik masyarakat lokal, seperti penguasaan digital marketing dan storytelling sejarah interaktif. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi integrasi teknologi digital dalam kurikulum pendidikan vokasi lokal untuk meningkatkan kompetensi SDM pariwisata. Terakhir, studi lanjutan bisa mengkaji sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha kreatif dalam menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan yang inklusif dan berbasis komunitas.

  1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Pariwisata Abad XXI | Media Wisata. kualitas sumber daya manusia... jurnal.ampta.ac.id/index.php/MWS/article/view/28Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Pariwisata Abad XXI Media Wisata kualitas sumber daya manusia jurnal ampta ac index php MWS article view 28
  2. PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, MOTIVASI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI ERA INDUSTRI 4.0 | KOMITMEN:... doi.org/10.15575/jim.v1i1.8288PENGARUH LINGKUNGAN KERJA MOTIVASI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI ERA INDUSTRI 4 0 KOMITMEN doi 10 15575 jim v1i1 8288
Read online
File size541.88 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test